Tampilkan postingan dengan label :'). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label :'). Tampilkan semua postingan

Senin, 16 September 2013

Selamat, Pioner




Hey, ini selamat yang keberapa kali?

Aku ucapkan dari hati saja ya,

Meskipun tidak terucap, bukan berarti tidak mengucap bukan?

“Kalau suka, nggak harus bilang bilang kan?”

“Kalau dengar, nggak harus bilang bilang kan?”

Selalu nahan ketawa kecil saat inget potongan dialog itu yang terucap dengan nada sedikit meninggi hehe



Ah mellow sekali, bukan bukan, bukan mellow

Aku mengetik ini sambil senyum senang kok hehe

Sambil berfikir bagaimana cara menyampaikan selamat paling keren sedunia

Setelah ini, giliranmu yang harus menyelamatiku

Maaf ngelantur, sudah malam,

Selamat malam ya, Pioner





*selalu percaya bahwa suratku selalu terbaca disini, entah iya atau tidak



Minggu, 15 September 2013

Peran(g) Hati




Aku mengatur posisi dudukku agar terlihat tetap nyaman dipandanganmu
Letaknya sesuai, tidak bergeser dalam kemiringan paling kecil sekalipun
Di tempatku ini, Aku bisa kapan saja memandangimu lama dalam pandangan yang sempurna
Namun aku tidak lagi berani melakukannya sekarang, tidak.
Aku tidak punya cukup kekuatan untuk memandangi tatapan mata yang tak lagi tajam memandangiku

Didalam peran, Aku hanya pelipur sepi yang menderu
Ketika suara jangkrik terlalu mengusik telingamu dan saat malam membuatmu menggigil dingin
Peranku, Iya, hanya itu mungkin sekarang
Atau untuk sekedar agar melihatmu tersenyum lain, yang tak ada seorangpun yang tau tentang ini
Hanya Aku dan Kamu

Lalu diantara sederet kata yang terangkai nadanya
Peranku memudar perlahan, ya
Aku baik baik saja dan Kamu pasti tau itu

Aku pergi ya,
Dudukku sudah tidak pada pandangan yang sempurna
Letakku juga sudah tak sesuai lagi
Peranku sudah ada yang menggantikannya perlahan

Jangan memanggilku lagi ya,
Aku tidak pernah tega membiarkanmu menggigil disana
Tapi peranku apalagi sekarang?
Aku ada, tanpa peran paling figuran sekalipun dihari harimu kan?

Aku tidak meminta semuanya kembali,
Hanya ingin agar tidak lagi ada peran(g) dihati yang cuma ku punya satu
Satu, hanya satu

- lalu Aku kembali mengatur posisi dudukku yang hendak ku tinggalkan, sebelum semuanya ku mulai lagi saat Kau memanggil namaku disaat tak terlewat sedetikpun dari waktuku beranjak pergi





Sabtu, 03 Agustus 2013

Menggenggam Tatapan


Entah sejak kapan aku mempersalahkan sebuah tatapan. Tidak ada yang salah, mungkin aku yang bodoh. Dan yang paling bodoh adalah aku mengatai diriku sendiri bodoh. Cukup. Seperti rasa yang terasa kaku, atau mungkin tempat ini memang sudah beku. Ada suatu hal yang terasa tidak pada tempatnya. Tubuhku membatu, bahkan semua kata sapaan diujung mulutku pun tertahan dan enggan keluar mengucapkan dirinya. Memilih diam, menunggu sapaan yang harusnya ku dengar cepat.

Jarak itu sekarang artinya apa? Kurasa tidak ada. Jarak adalah sekat yang banyak orang bilang akan membuat seseorang kesulitan menggenggam, menggenggam tatapan. Namun dengan yang sedekat ini pun rasanya tidak ada bedanya dengan yang jauh. Sama. Bahkan terasa aneh jika dirasa berulang. Iya aneh, aneh sungguhan.

Lalu, bagaimana dengan dialog yang biasanya terasa ringan terucapterdengar? Aku hanya ingin terlihat natural. Dan canggungmu sangat terlihat, sangat terlihat tidak natural. Lalu siapa yang dulu mengajariku untuk tetap terlihat baik baik saja kemudian tersenyum dan tetap menyapamu biasa seperti tidak sedang terjadi sesuatu, kurasa kamu bukan pelupa sekarang.

Terasa lelah mengucapmendengar beberapa kerinduan. Yang kau lakukan membuatku cukup trauma. Trauma menemuimu, sedangkan setiap dialog aku tidak pernah ditatap matanya. Aku tidak menyalahkanmu. Tidak ada yang salah. Semuanya sudah bisa dimengerti dalam diam dan beku ini kan? Kita baik baik saja, dan kau menyetujuinya, kan? Bukan ingin melihatkan yang seperti banyak orang lain lakukan, dan kau menyetujuinya, kan? Dan setelah itu, aku didera semacam 'ke-percuma-an'. Iya, aku trauma, trauma sungguhan.

Aku tidak ingin merasakannya lagi, berada disuatu tempat lama namun terasa asing. Didekat orang yang sama, namun terasa dicanggungkan. Berdialog, bersama tatapan yang tak bisa ku genggam, meski hanya tatapannya saja. Aku tidak tau mengapa kau menghindarinya, aku tidak ingin merasakannya lagi, sungguh.


Aku, seorang gadis yang tak pernah ditatap matanya, dalam dialog yang membuatku kedingininan diantara kebekuannya, padahal dekat didalam pertemuan yang harusnya lama terasa. Aku hanyalah seorang gadis yang ingin menggenggam tatapan itu, meski tak istimewa tanpa makna, namun menggenggam. Tidak seperti sekarang, mencari celah agar mataku ditatap sempurna, oleh mata yang selalu ku anggap indah. -


*disebuah kerinduan yang dingin, lelah, dan bukan mimpi


Minggu, 28 Juli 2013

Oh


Like the shadows
Grey grey hey, behind the shiny cloud
Moving the word to the my recycle bin
And brought the pictures to the trash
You do right, I do wrong, always like that right?
Yes, but I'm sorry, I left
I miss my disappear, near from you
Don't call me back
Don't find me more
I'm just a girl, I have my own
Forget forget our last promises
You do right, I do wrong, always like that right?
You find the others, I still find you

You do right, I do wrong, always like that right?

I just wanna say, Oh.


*please read like the rapper, and enjoy my randomly feeling --

Jumat, 26 Juli 2013

My Dreamy



I have sung thousands of tone
Simple tones and I stringing it with a bunch of effort
To sound good to your ears 
Who will you miss the next day and wanted to hear it again

You are like a dream 
Create the desired tone of my dreams
I got it from you 
And perhaps it's just you
 
Like a symphony in rainbow
You are the melody behind the clouds 
Between dark galaxies
 And I admire you anywhere
 
Without knowing the distance and time wasted 
Everything is still attached to you
Dreamy is, You. 




*little poem to dreamy :)



 

Selasa, 23 Juli 2013

Sunyi



Seperti gadis yang merindukan masa kecil
Aku diam, mengingat waktu waktu yang berterbangan dan ku kenang kenang
Dalam diam, Aku ingin ada seorang yang menyapaku dan membuyarkan lamunanku
Namun yang ada, Aku masih asik melamun
Tidak ada seorangpun yang meneriakiku dari jauh, atau sekedar menepuk pundakku

Ruang ini sunyi, atau mungkin terlalu ramai
Hingga suaraku tak terdengar
Berteriak ingin ditemani, tanpa ada satupun yang datang
Benar saja, disini tidak ada siapapun
Hanya sunyi, dan ramai udara sesak yang menertawaiku

Aku ingin bercerita
Entah mau mendengarnya atau memilih mengabaikan
Aku lelah, lelah menunggu sunyiku pergi
Datanglah, buat sunyiku pergi
Lepas lelah lelahku ini



Sabtu, 13 Juli 2013

Pelangi Duka


Dan awan selalu berganti ganti
Dan angin lalu lalang mengacaukan arah
Ini sedang terjadi apa?
Gerimis masih sendu menyentuhku
Dan pelukan hujan juga masih hangat kurasakan

Aku merasa hilang
Diantara mendung dikastil langit
Aku kehilangannya, aku tak mau dia hilang, sungguh
Namun awan selalu berubah,
Dan angin lalu lalang mengacaukan arah

Pelangiku kini abu abu
Yang kini kupandangi dengan mata berair
Dan setelah hujan mana dia akan datang memelukku lagi?
Waktu membuatnya terburu buru pergi
Aku ingin kau tetap tinggal
Kenapa bahasaku menjadi tak kau mengerti lagi?

Aku masih ingin memelukmu
Di menit menit setelah hujanku
Aku merindukan pelukan hujanmu
Pelangiku yang kini abu abu,
Aku merindukan warnamu,
Tak hanya duka, aku kehilanganmu,



Pelangi Duka.
Di malam yang seharusnya tak ku miliki.


Senin, 24 Juni 2013

Aku Ingin Jatuh Cinta Lagi




Ada semacam perasaan ‘rindu’. Atau mungkin ini efek samping setelah melihat film ‘romantis’ untuk yang kesekian kali. Memang berbeda rasanya ketika kamu melewati hari hari mu dengan perasaan ‘jatuh cinta’. Jatuh cinta dengan apapun, dengan seseorang, dengan kesukaanmu, atau dengan sesuatu yang sedang kamu jalani. 

Aku tidak mengatakan bahwa sendiri itu sebuah penderitaan. Karna bahkan ada hal hal yang bisa dilakukan hanya dikala kamu sedang sendiri. Misalnya, modusin banyak orang. (ah ini bukan kesenangan juga hehe). Namun terkadang ada perasaan semacam sepi bahkan dikeadaan paling ramai sekalipun. 

Aku mengatakan ini, karena benar benar, aku ingin jatuh cinta lagi. Aku ingin punya senyum senyum sembunyi dalam hati itu lagi. Aku ingin degup tak beraturanku bisa kurasa lagi. Aku ingin mimpi mimpiku yang lain, akan terwujud tanpa ku menyadarinya lebih.

Sekarang orang orang terdekatku pun sudah punya dunianya sendiri. Ceritaku mungkin sudah tidak begitu penting lagi. Dan apa iya, ada orang yang sedia mendengar dongengku setiap kumenemuinya? Aku pernah merasa begitu hebat dan beruntung dibegitukan, kala itu. Dan selanjutnya, aku ingin merasakannya lagi.

Namun semua ada masanya. Aku begini, karena memang aku masanya begini. Aku tau, aku akan belajar jatuh cinta lagi. Aku tau tiada kisah yang sempurna. Tapi Ya Allah, kirimkanlah malaikat malaikat tanpa sayap itu ya Allah. ‘kala’nya itu sebentar lagi kan? Kirimkanlah yang baik, yang menjagaku seperti sedianya :’)



Aku ingin jatuh cinta lagi, dan kuharap, bukan denganmu



Curhat Buat Readers #1




Hei Readers, apa kabar? Semoga selalu baik ya, malam ini, aku boleh nggak curhat sama kamu? Mbak Yani lagi ke Bali nih, Fia juga nggak lagi main kesini. Ismail, malah ngerasa punya mbak aneh kalau aku curhatnya ke dia. So, aku curhat ke kamu, mau mendengar Readers? Mau ya :)
Sebelum kamu baca, aku juga nggak tau seberapa penting hal ini untuk kamu. Bahkan mungkin nggak penting. Tapi selayaknya sahabat, kamu mau membaca apa saja kan Readers? Aku harap kamu bersedia hehe.

Beberapa waktu lalu, aku dimintai bantuan untuk bikin soundtrack film setelah sekian lama vakum. Aku juga nggak tau, kenapa dia meminta bantuanku. Temen dari kota seberang, Jogja. Dia percaya kalau aku bisa. Aku nggak menjanjikan yang bagaimana, aku bilang, aku hanya melakukan sebisaku, aku masih terbatas, aku tak begitu percaya diri. Iya, aku (masih) terbatas. Masih sangat banyak yang harus aku benahi, pelajari, kembangkan disana sini. Dan aku belajar itu saat ini.

Setelah baca skenario filmnya, aku coba tulis apa yang aku rasain saat itu. Sambil lalu lalang, nada nadanya dateng nyambet. Kali ini treatmentya beda. Kalau dulu, aku rangkai nadanya, aku tulis liriknya, terus aku serahin ke arranger. Sekarang, aku rangkai nadanya, aku tulis liriknya, terus aku nyari chord dan arransementnya sendiri. Sebenernya agak pengen nangis, aku memang nggak buta nada, aku juga bisa bedain mana nada yang pas mana yang fals. Tapi arransement lagu, masih susah buat aku. Nyari rangkaian chord yang berputar putar dikepalaku itu nggak mudah. Kalau dulu, ada penerjemah maksudku, sekarang aku harus bisa nerjemahin sendiri. Dengan kemampuan yang masih harus banyak diasah lagi. Hasilnya, masih jauh dari angan angan ilustrasi nada yang ada berputar putar dikepalaku, jemariku belum mampu mengejawantahkan lewat tuts tuts pianoku.


Tapi aku nggak pengen nyerah, aku bisa. Seperti kata mereka. Ya, selalu ada semangat dibalik setiap keraguan. Sebisaku, aku rangkai semuanya. Dan jadilah, lagu utuh versi amatir. Aku kirimin ke temenku itu. Aku nggak berharap apa apa, aku hanya ingin menepati janji. Dia bilang, laguku bikin dia terharu. Entahlah, entah kenapa lagu laguku kebanyakan dibilang seperti itu.
Beberapa hari kemudian, ada yang bilang. Cerita filmnya ada yang diganti. Sedangkan lagu yang aku bikin, terikat banget sama cerita awal pas sebelum diganti. Aku kira lagunya nggak jadi dipasang, tapi tiba tiba ada temenku dari Jogja message ke aku, dan bilang kalau laguku jadi soundtracknya.

Aku seneng. Pertama, aku bisa diberi kesempatan bikin soundtrack lagi. Kedua, suaraku terdengar disana. Padahal akunya saja, belum pernah benar benar ada disana. Ketiga, evaluatorku ada disana, aku penasaran apa komentarnya tentang karyaku yang kali ini.

Keesokan harinya dia muncul. Dan kali ini dia bilang “Lagumu bagus”. Ada perasaan semacam senang ‘sedetik’, setelah itu, aku teringat semua kritikan pedasnya, cela’annya, wajah dan ekspresi itu, sinis, datar, skeptisnya, semua itu mana? Aku lebih terbiasa mendengar itu. Dan sekarang aku merasa kehilangan kritikus hebatku. Entah dia bilang begitu karena memang bagus, atau mungkin semuanya itu memang sudah tidak lagi buatku. “Aku memang senang ketika orang-orang memujiku, kecuali kamu. Kamu adalah kamu, bukan orang-orang. Kritik aku sehabisnya, buat aku jadi lebih hebat. Jika kamu tau, semua cela’anmu adalah salah satu alasanku belajar lebih keras. Dan ekpresi sinismu adalah salah satu alasanku untuk semakin cepat melangkah maju.”


Ketika begini, aku merasa kehilangan evaluator terbaikku. Yang bahkan merasa biasa saja, ketika rasanya aku berada di awang awang. Dan ketika kini aku merasa bukan apa apa, dia mengatakannya begitu. Aku tidak terbang, namun juga tidak jatuh. 
Setelah itu, aku mencoba memberanikan diri, buat nge-share lagu ini ke Soundcloud. Sebelumnya aku selalu diingatkan agar tidak mudah menyebarkan karya original ke dunia maya. Lagu ini, aku tidak mau usianya sesebentar itu, aku hanya ingin dia didengarkan lebih lama. Setelah aku upload, komentar temen temen soundcloudku positif positif. Bahkan ada salah satu dari mereka, mau mengarransement ulang lagu itu untuk dijadikan duet. Semoga kesampaian ya Readers. Amin. :)

Aku hanya tidak tau meletakkan ini dimana. Ketika yang lain mengabaikan impian impian kecil ini, dan menganggap mimpiku kecil. Aku tau, aku tak punya mimpi sebesar matahari. Aku sedang mencari mimpiku. Ketika yang lain tidak ingin peduli, memang hanya akulah yang mengerti diriku. Ketika hanya Tuhan yang mau mendengarku, aku kira, masih kalian yang mau membaca ini :’). Aku bukan ingin menjadi hebat, namun aku ingin menjadi seseorang yang berarti, bermakna. Itu lebih dari sekedar hebat.