Tampilkan postingan dengan label Dhan :D. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dhan :D. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Maret 2014

Mimpi Abu-Abu

Aku seperti berada pada sebuah fase kehidupan yang berwarna abu-abu. Dimana mimpi-mimpi yang kutulis sewaktu kecil dulu, sudah banyak ku amandemen. Tidak ‘pure’ lagi. Dan ketika aku hendak menulis mimpiku yang baru, aku hanya membatu. 

Apa mimpiku? Kenapa aku harus bermimpi? Kenapa impian harus ditulis?

Ketiga pertanyaan itu sangat mudah ku jawab dengan penjelasannya saat aku duduk dikelas enam sd dulu. Sedangkan sekarang, pertanyaan-pertanyaan itu membuat jawabanku bercabang-cabang. Terkadang sesuatu yang mengejutkan datang tanpa diharapkan kedatangannya, begitupun dengan kepergiaannya. Sebut saja mimpiku banyak. Aku ingin begini, aku ingin begitu, begitulah soundtrack film doraemon. Dan dari kesemuanya, aku tidak bisa memastikan manakah yang benar benar akan ku miliki lima tahun lagi. Impian-impian kecilku, atau impian besarku. Semua masih abu-abu untuk ku jawab dengan lantang.

Namun, tidak bisa menjawabnya lantang, bukan berarti tidak melakukan apapun. Gerilya ini jangan sampai habis. Jika belajar banyak hal itu menyenangkan, kenapa tidak melakukan semuanya? Multitasking itu diperbolehkan, kan? Ada seseorang yang pernah berkata padaku, “Kamu bisa semuanya. Kebisaanmu bahkan bisa mewakili kebisaan orang-orang di ruangan ini. Tapi sebenarnya kamu ingin jadi apa?”. Aku terdiam. Aku tidak punya satu jawaban, karena aku punya banyak jawaban dan penjelasannya untuk pertanyaan itu. “Aku ingin bisa banyak hal” jawabku sambil tersenyum. “Oke, maka selamanya kamu tidak akan pernah jadi apapun.” dia berkata dengan nada meninggi. Sedikit tersentak, namun aku tak gentar. Hidup ini penuh pilihan. Dan bukan sebuah kesalahan jika pilihan yang kita pilih berbeda. “Tidak ada pilihan yang salah” – Mr Nobody.

Seperti kebanyakan orang, aku juga salah seorang yang menulis impianku, didinding kamarku. Walaupun tidak se-frontal dulu, namun aku tetap menuliskannya. Berbeda dengan dulu, sekarang aku menulis impian yang lebih realistis yang jangkauannya bisa ku rengkuh. Mungkin salah satu penyebab banyak mimpi yang belum terwujud adalah karena mimpi itu terlalu fantasi atau mungkin jaraknya yang tak terengkuh, sedangkan upayanya biasa-biasa saja. Dan sekarang yang ku lakukan adalah memperpendek jarak rengkuhannya. Banyak yang menertawakanku, menatapku dengan pandangan yang seakan berkata, “Memangnya kamu bisa?” “Ah, paling cuma angan dan obrolan semu saja”. Terserah mau dibilang apa. Aku hanya berupaya memberikan kepercayaan kepada ‘diriku’, sebelum orang lain mempercayai ‘diriku’ juga nantinya. Masih ingin menangkap ‘utopia’ku, walau aku tau, selamanya dia tidak mungkin bisa ku tangkap.

"Bermimpi pada saat berada di fase abu-abu itu bukan percuma, namun bukankah bergerak menembus kabut itu lebih ringan daripada terbang dengan sayap yang rapuh?"

Make Your Move!


#SomethingToRemember

Minggu, 02 Maret 2014

Senja Bersama @ladangsandiwara




1 Maret 2014 -  Oost Coffe & Theaa, Kaliwaron 60, Surabaya Timur, menjelang senja..

Selesai makan Mie Iblis, aku lalu melaju ke workshopnya teman soundcloudku dari Jogja. Hari ini dia mengadakan workshop tentang “Menerbitkan Buku Secara Mandiri” di Surabaya. Emmm, sebenernya awal aku tau dia itu bisa dibilang unik. Aku taunya dari soundcloud (yang entah bagaimana ceritanya bisa nyasar ke soundcloudnya dia) gegara terpikat sama lagunya yang judulnya “Senja, Sendu Yang Manja” aku jadi follow akun twitternya deh. Dan semenjak itu aku jadi tau juga kalo sebenernya dia itu seorang penulis. Penulis, penyanyi, dan bisa musikalisasi puisi, keren kan? Mungkin itu juga alasan kenapa aku datang ke workshop itu, mau ngeliat performnya secara live dan bonusnya, aku dapet ilmu tentang kepenulisan. Namanya, Mas Bagustian Iskandar. Atau kalo mau tau lebih lengkap tentang dia follow aja akun @ladangsandiwara. Barangkali nanti kamu juga bisa terpikat ehehehe.

Dateng ke acara telat sejam-an gegara nyasar, sampai tiga kali ngelewatin FK Unair (menurut infonya sih belakangnya Unair) padahal masi jauh. Google map pun kurang membantu, emmm mungkin pas itu akunya lagi nggak ngeh baca petanya, hmmm (jadi ini ceritanya aku kurang menguasai jalanan Surabaya Timur). Dan akhirnya sampailah aku di café itu. And the awkward moment adalah ketika kamu dateng workshopnya telat, ketika semuanya hening mendengar presentasi. Hmmm kikuk, tapi ya gimana lagi. Langsung cari tempat duduk kosong (yang kebetulan pas banget viewnya) sambil nunggu Ravita, yang nggak dateng-dateng. Sampai beberapa menit kemudian Ravita dan temannya dateng dan semua berjalan ‘lebih’ nyaman ehehe. Aku ngajak dia kesini soalnya ceritanya sekarang dia udah jadi penulis. Penulis indie juga, barusan nerbitin buku pertamanya. Barangkali buat nambah ilmu dan jaringan juga.
Sesi awal Mas Bagustian ngejelasin tentang ‘self publishing’ dan tahapan/proses bagaimana menerbitkan sebuah buku, marketing dan distribusinya, diselingi dengan cerita pengalamannya selama menjadi penulis indie. Sesi berikutnya, tanya jawab emmm atau mungkin lebih tepatnya sharing ehehe. Dan sesi terakhir adalah taraa Mas Bagustian perform. Nyanyiin lagunya yang aku suka, “Senja, Sendu Yang Manja” emmm sebenernya aku suka lagu itu karena judulnya, ehehe. Dan pas didengerin, enak juga lagunya. Yang kedua dia musikalisasi puisi yang dia gubah dari ceritanya Agus Noor. Dan lagu yang terakhir, dia bawain satu lagu orang lain, yang entah judulnya apa, sedangkan waktu dinyanyiin aku dibikin melting dan pengen nangis. Hampir semua yang hadir disitu hafal lagunya, sedangkan aku hanya nikmatin sambil ‘deg’ dan mata yang nyaris berkaca kaca. Entah karena lagu ini memang enak, atau Mas Bagustiannya yang ngebawainnya bagus banget, total penjiwaannya, ya setidaknya aku terbawa. :’)


Acara selesai, sebenernya aku mau nyapa Masnya atau bahkan minta foto bareng buat dokumentasi, tapi pas itu banyak yang konsultasi kepenulisan sama dia, dan apalah daya aku orangnya pemalu, dengan segala hal yang harus disesuaikan disitu ehehe.. apa sih? Dan karena udah jam 8 malem juga, aku harus segera pulang. FYI, perjalanan kerumahku kurang lebih sejam-an. Ini di Surabaya Timur dan rumahku di ujung Surabaya Barat, udah masuk Gresik malahan ahahaha. Namun jarak bukan penghalang bukan? :) 

Great to see you Mas, aku tunggu ‘KotaDalamMata’ punyamu ya. Buat aku terpikat lagi, ehehehe. Terimakasi ilmunya, suatu hari pasti aku butuh ilmu itu. Ehihi..


Kamis, 20 Februari 2014

Dua Puluh Ke - 20, Seriously?





20 Februari 2014, 05.00 pagi.

Aku membuka mataku, untuk yang entah kesekian ribu kalinya. Alhamdulillah, Aku masih hidup. Monolog pagi ini, “Sstt, Hey Dhan, Selamat ulang tahun, 20 tahun, tua kamu!!” “Hussshh, Ayo Dhan, Sholat dulu..”

Setelah sholat subuh, Ibu memelukku, memberiku ucapan selamat ulang tahun pertama hari ini, secara langsung. Aku bersyukur, diusiaku yang keduapuluh ini, aku masih bisa memeluk Ibu, merasakan damainya, hangatnya. Meskipun sampai saat ini, aku masih aja kepengen dipeluk Ayah hihi :’). Nanti dimimpi ya. Terus buka hape, ada beberapa sms yang masuk, ngucapin selamat ulang tahun. Dan yang pertama kali ngucapin sms itu adalah sahabat tercinta emmm bentar deh, sejak kapan oppa pake acara ngucapin pagi buta gitu? Mungkin lagi ngigau atau ngelindur kali ya, iya kali. Dibacanya emang kayak orang lagi ngigau, dan entah, aku lebih memilih dia ngucapin ini lain hari aja, kalo gini berasa bukan dia malah, hmm. :’) Oke, terus ada Fella, yang selalu ngasih ucapan pagi-pagi, terima kasih doanya. :’). Dua sahabat se-geng (hmmm haha) yang mengawali semua selamat ulang tahun hari ini.

Aku bukan termasuk orang yang mengidentikan ulang tahun dengan perayaan. Apalagi sekarang aku sudah, tua? Ehehe, duapuluh men! Dan laguku belum sampai 20 yang dipublish. Ehehe, cuma pengibaratan. Aku sebenernya juga sudah menyiapkan kado untuk pendengar dan pembaca (ku), tapi sayang nggak bisa tepat waktu, badanku drop seminggu ini. Jadi ditunda dulu, semoga bisa didengar dan dibaca beberapa waktu lagi.

Terima kasih Allah, masih mengijinkan aku bernafas dan hidup diduniaMu yang fana ini, terimakasih atas segala nikmat yang Kau beri. Terimakasih alam, untuk kabut tebal pagi hari dan hujan badai sore harinya, full of grey. Terimakasih untuk semua doa dari keluarga, saudara, sahabat-sahabatku tercinta, teman-teman kerja atas tepung-tepungan dan kopi-kopiannya yang cukup membuatku malam ini kedinginan :'), teman-teman dunia nyata dan dunia maya yang selalu menyemangatiku untuk terus berkarya , dan semua orang yang mendoakanku hari ini (yang nggak bisa aku sebut satu per satu) terimakasih doanya :’)

Semoga semua rencana yang belum tercapai bisa dilancarkan dan dimudahkan tahun ini. Tetap produktif berkarya, jadi pemberani, mandiri, kuat dan tahan banting (pemikirannya). Banyak yang harus dilakukan, semoga Allah memudahkan segala urusan, amin.




Selasa, 04 Februari 2014

Kematian Yang Lain


* Tulisan ini adalah satu dari sekian banyak cerita keseharianku, sama sekali tidak ada unsur SARA dan maksud lainnya. I just take the positive ;)

Ini adalah pertama kalinya aku menghadiri upacara kematian orang kristen dan beliau keturunan china. Yang aku hadiri ini upacara kematian Ibu dari pemilik perusahaan dimana tempatku bekerja. Senin kemarin, kerja diliburkan, dan diganti dengan menghadiri upacara kematian itu, kalau orang islam biasa menyebutnya ta'ziyah atau pada umumnya disebut melayat.

Bersama seluruh teman-teman kerja, kami berangkat ke Adi Jasa di jalan demak, karena jenazahnya disemayamkan disitu. Aku pernah menghabiskan masa kecilku di jalan demak juga, dulu rumahku disana, didekat Adi Jasa juga. Bayanganku dulu, tempat itu seperti rumah sakit dimana didalamnya banyak orang yang telah meninggal ditempatkan. Ternyata aku salah, tempat itu lebih mirip 'semacam hotel' untuk para jenazah, dimana ada beberapa kelas kamar yang disesuaikan dengan kemampuan membayarnya. Selain ada peti jenazah, ada juga kursi kursi dan meja makan persis seperti saat menghadiri acara pesta. Sedangkan diluar ruangan berjajar karangan-karangan bunga dari kerabat dan relasi perusahaan.

Jauh dari kesan sedih, keluarga yang sedang berduka menyambut setiap yang datang dengan senyuman dan ucapan terimakasih karena berkenan hadir. Dresscode mereka berwarna putih, bukan hitam seperti sebagian orang yang lain. Kami memang selayaknya tamu, datang dan diberi makan. Ada makanan ringan dan makanan berat juga. Kata Pak Steve, atasanku, "Sudah bukan saatnya, meninggal dibuat sedih-sedihan, kita buat makan-makan saja." Entah maksudnya apa, tapi aku memaknainya seperti, ya kita pasti akan meninggal, itu memang alurnya begitu, jadi mengapa bersedih? Sedangkan disisi lain, menurut beberapa pendapat, kematian di kepercayaan china itu justru menambah rejeki. Terlepas dari percaya tidaknya kamu, yang bisa kita ambil adalah pemikiran positifnya kan? Dimana berduka itu bisa diselimuti dengan suka. Dan mungkin perlakuan untuk kami sedikit beda karena kami adalah pegawainya. Untuk kerabatnya ada semacam tempat untuk meletakan emmm kalau orang jawa biasa menyebutnya 'bowo-an' entah bahasa Indonesianya apa, mengingat ini adalah acara kematian, bukan pernikahan. Tapi ini adalah memang salah satu tradisi dan tata cara mereka, ini sepengelihatanku.

Upacara dimulai pukul 12.00 WIB dengan tata cara agama kristen. Dibagikan juga buku-buku kecil berisi nyanyian dan doa-doa, kalau diagama islam semacam buku yasin. Untuk yang ini aku tidak memegang bukunya. Dan sang pendeta mulai melakukan prosesi. Dia berdoa, berkhutbah sedikit, dan sesekali bernyanyi. Aku yang berlaku sebagai tamu dan berbeda keyakinan, hanya mendengarkan saja, ini bagian dari bhineka tunggal ika bukan? Saling menghormati, yang penting iman kita di hati kita masing-masing. Sebenarnya hampir sama 'arti' doanya. Aku sebagai muslim berdoa memakai bahasa arab, yang ini memakai bahasa indonesia. Semua doa itu baik bukan? hanya bahasanya saja yang berbeda beda. Sekali lagi, aku hanya mendengar. Ada beberapa kalimat dari rangkaian doa itu, yang aku rasa sama dengan apa yang aku anut, sebelum ada beberapa doa lain, yang aku hanya bisa diam saja, dan beristighfar banyak didalam hati, bukan bermaksud apapun, tapi agar aku juga sama sama berdoa dengan mereka, dengan caraku sendiri.

Ada beberapa kalimat yang masih aku ingat dari pendeta itu. Dia bilang, dia pernah mengalami mati suri selama 20 menit, 25 tahun yang lalu. Saat itu dia diperlihatkan taman firdaus yang indah, dimana dia ingin pergi kesana lagi. Sama kan seperti islam, ada surga firdaus, surga yang paling indah. Dia juga bilang, saat kita mati, kita tidak langsung masuk surga atau neraka. Tapi kita menunggu, menunggu lama. Dan mempertanggungjawabkan perbuatan kita didunia kepada Allah. Perbuatan kita, bukan dosa kita, karena dosa kita telah diampuni oleh Allah. Ini beneran dia ngomong gitu, meskipun dengan pelafalan Allah yang berbeda. Lalu dia mengingatkan tentang kalimat, "Didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat, begitu kan kata olahragawan? Tapi buktinya, mengapa ada orang yang sakit jiwa padahal tubuhnya sehat dan kuat? Maka yang harusnya disehatkan dulu adalah jiwanya. Memberinya makanan yang sehat, dengan ibadah. Yang kristian tidak hanya hari minggu saja, yang islam tidak hanya hari jum'at saja. tetapi agar jiwanya sehat, berilah makan yang cukup setiap harinya." begitu kira-kira khutbah singkatnya. Kalau aku memaknainya, pendeta ini menyiratkan bahwa beribadah itu menyehatkan, sholat lima waktu itu memang wajib, agar jiwa kita tetap sehat dan cukup asupan gizinya. Setelah itu dia memimpin nyanyian-nyanyian. Beberapa lagu terdengar seperti nada di lagunya Gita Gutawa. Terus jadi inget kata Wildan beberapa tahun lalu setelah mendengar satu laguku buat filmnya Zakiya dulu, "Lagumu itu loh kayak lagu gereja-gereja.." ehehe. Waktu itu aku tertawa, karena kalau nulis lagu dan bikin nadanya ya mengalir aja, kalau ada nuansanya terdengar begitu, itu hanya ketidak sengajaan menurutku. Ini bukan hal luar biasa sih, lagu di gereja gereja sebagian besar genrenya pop, jadi pasti banyak juga diluar sana lagu pop yang mirip lagu gereja. ehehe. Tapi coba dengerin lagu-lagu dan musiknya Gitagut deh, pasti nuansanya gereja banget. Sebenernya bukan gereja sih, tapi lebih yang ke nuansanya klasik, ala yunani, italia, kiblat musiknya gita, jadi ya begitu.  Wushh kalau yang ini intermezzo hehe. Ini juga salah satu sebabnya kenapa sammy simorangkir, joy tobing, bams samson, momo geisha, agnesmo, suaranya bagus-bagus, berdoanya saja pake nyanyian hihi.

Setelah dari Adi Jasa, kami melanjutkan prosesi ke kembang kuning, untuk kremasi. Dari Adi Jasa ke kembang kuning, rombongan kendaraan dikawal polisi loh. Jujur, pas bagian ini aku agak sedikit norak hihi. Jadi karena dikawal polisi, kita jadi diliatin orang banyak, kayak menteri lagi lewat gitu, lalu lintas di atur polisi sedemikian rupa, jadi rombongan kami ke kembang kuning melaju bebas hambatan. Ini keren banget menurutku, baru pertama kalinya juga. Biasanya kan aku yang ada diantara kemacetan gegara ada orang dikawal model begini, terus bilang "Ini ada apa sih? Bikin macet aja..!!" Dan sekarang aku yang ada diposisi bikin macet, ternyata seru dan lucu juga. ehehe. 10 menit kemudian kami sampai di kembang kuning, (cepet banget kan? ehehe) Iya, kembang kuning itu tempat pemakaman, kuburannya orang china. Makamnya besar-besar dan undukannya tinggi. Tapi hari ini, jenazah tidak dikubur, tapi di kremasi. Jadi ditengah-tengahnya kuburan di kembang kuning itu ada 'krematorium' tempat buat mengkremasi jenazah. Masuk kesitu dan upacara sebentar.

Dan tibalah saatnya penghormatan terakhir kepada mendiang sebelum dikremasi. Untuk yang kali ini aku memilih duduk di pinggir ruangan, sedangkan yang lain mengkerubungi peti jenazah dan menabur bunga disana. Ditutuplah pintu ruang kremasi dan salah satu anggota keluarga dipersilahkan untuk menekan tombol dimulainya pembakaran/ kremasi. Disitu tangis Ibu atasan pecah tak terbendung. Aku yang pada saat itu sama sekali nggak kenal sama orang yang meninggal pun entah kenapa, mataku berkaca-kaca dan nangis sendiri. ''Kamu loh kenapa nangis? kenal aja enggak sama orangnya? Keluarganya aja tegar, lah kamu? kamu loh siapa kok malah nangis?'' kataku dalam hati. Aku sih memang nggak sampai nangis ya gimana-gimana cuma merasa seperti kehilangan, dan melihat kematian saja. Mungkin aku ingat almarhum ayahku, aku masih ingat betul saat-saat beliau disemayamkan, saat aku hanya bisa melihatnya tanpa bicara, saat aku belum tau betul bahwa orang sakit itu bisa meninggal, sedangkan difikiranku saat itu, orang sakit pasti sembuh. Ayahku memang telah pergi, tapi aku yakin, Allah memberi tempat terbaik untuk ayahku disisi-Nya. Iya, ayahku orang baik. Dan beliau adalah ayah terbaik sedunia :') maaf jadi mellow :')

Kematian itu pasti datang, entah kapan, tapi pasti. Kata pendeta tadi, "Saya sebenarnya ingin kembali lagi kesana, tapi entah, saya belum dipanggil..". Jujur, Aku belum siap untuk menghadapi kematian, walaupun aku tau, Allah tidak akan menanyai kita tentang kesiapan, karena semua sudah ditentukan. Tapi ya Allah ijinkan aku berdoa, "Tuntunlah aku, bimbing aku, buatlah aku jadi pemberani, bantu aku untuk selalu teguh ya Allah, hingga saat Kau memanggilku nanti, kelak aku dalam keadaan siap Kau panggil, dengan gagah dan percaya diri aku menghadap kepadaMu. Semoga aku dipanggil dalam keadaan yang baik, siap dan tanpa menyusahkan orang-orang yang ku sayang, amin.'' Bedoa, boleh apa saja kan ya Allah? :')

Dan untuk orang-orang yang ku sayang yang telah tiada, Aku percaya, Allah telah menempatkan kalian ke tempat terindah disisiNya :')
Allah itu seperti apa yang diprasangkakan makhluknya kan? :')

Love you, Allah. Jaga dan lindungilah aku, amin :')


Thanks for read :)




Selasa, 28 Januari 2014

Asing



Ada kalanya sesuatu tidak terletak pada tempatnya,

barangkali itu asing.



Aku sedang lelah membicarakan hati, muaranya saja samar

Aku sedang tidak ingin bertikai dengan cerita yang berputar putar mengulang, bosan terkadang datang tanpa ditunggui

Aku sedang berusaha mencintai ketidakpastian, tapi bagaimana mungkin, sedangkan mencium aromanya saja aku alergi


Ada kalanya kita tidak merasa nyaman, itu pasti asing.


Barangkali berada ditempat yang segalanya baru itu butuh waktu

Barangkali memulai segalanya yang baru itu butuh diajari dulu

Barangkali segalanya yang baru itu disesuaikan pelan-pelan



Aku hanya merasa tidak pas ada di ruangku saat ini

Lapang, tapi tak seorangpun ku ijinkan masuk

Sejuk, tapi aku ingin menikmati sejuknya sendirian

Tanpa warna, namun aku mulai mencintai abu-abu




Padahal dulu ruangku sempit, tapi sanggup ku bagi

Sesak, tapi celah udaranya menghidupkan

Warna warni, dan aku menyukainya


Namun inilah hidup, waktu berjalan, bumi berputar

Daun berguguran, benteng runtuh, manusia- manusia berubah


Kini, aku adalah asing dari diriku sendiri

Bukan untuk menjadi seperti orang lain

Tapi terkadang untuk jadi pemberani, kita harus merasa terasingkan bukan?

Barangkali nyaman, membuat seseorang begitu manja



Aku tetaplah aku,

Bila aku terasa asing untukmu,

Maka ingatlah ini, Aku tetaplah aku, untukmu.

Meet Up Marathon




Emmm, sebenernya nggak ada niatan buat bikin tema-temaan tiap bulan, tapi karena emang lagi pas banget jadi gapapa ya hehe. Kalau desember kemarin temanya ‘movie marathon’ , januari ini temanya ‘meet up marathon’. Yang aku temuin sebenernya sih orang-orang lama, tapi jarang ketemu, dan sekarang mereka udah punya ceritanya masing-masing. Dan dari setiap pertemuan, aku selalu berharap ada sesuatu yang aku dapatkan, meski sedikit, biar waktu nggak terbuang sia-sia. Okey, let’s see.. :D

- Jumat, 24 Januari 2014 – Kopine Caffe, Driyorejo

Well sesuai jadwal, hari ini jadwalnya meet up sama kakak kelasku dulu namanya Mas Jales. Iya, temennya mbak yani yang dulunya satu sekolah smp, tapi nggak pernah kenal meski tau. Emmm, aku sih tau dia (sekedar tau), mungkin kalau dia, nggak tau aku kali ya, waktu smp aku cupu banget soalnya sedangkan dia famous banget disekolah. (sekarang aku juga masih cupu sih ehehe)

Misi hari ini sebenernya buat nge-cover satu lagu gitu. Tapi ya karena kita baru aja ketemu, kenalan secara resmi *halah* akhirnya, warming up dulu aja, sambil nyelarasin musik kita masing-masing. Oh ya, dia dulunya anak band (sekarang juga masih bermusik sih) waktu smp dulu dia keyboardist, pas sma dia bassist, eh sekarang dia gitaris. Gapapa sih, malah keren banget, multitalented. Dan karena jam terbangnya udah tinggi banget (dulu band nya sering jadi grand finalis festival-festival band) jadi tampaknya aku harus belajar banyak dari dia, ahaha. Eh ini beneran, pengetahuan musiknya yang dia ceritain tadi cukup bikin aku kelagapan juga, soalnya aku emang kurang mengikuti perkembangan musik dunia. Nah loh, bisa jadi teguran buat memperluas wawasan musik! Makasih banyak juga, wawasannya tadi, cukup membuatku nambah wawasan. Hmmm, okey recommend lagu lagunya tadi juga menarik buat didengerin hehe :D

Akustikan di café free wifi deket pintu gerbang perumahan (ceritanya kami se-perumahan ehehe) sambil berbagi pengalaman. Dan ini tentunya dia yang lebih banyak pengalamannya, secara selain dia lebih tua (piss) dia juga jam terbangnya tinggi (dalam segala hal, eh). What a nice guy! Orangnya kocak dan cukup bisa bikin ketawa ngakak, meski baru pertama kali ngobrol. Nice to see you ya :D
Semoga next time kita bisa project-an bikin lagu bareng :D


- Sabtu, 25 Januari 2014 – SMKN 1 Surabaya, Jalanan malam Surabaya, KFC Diponegoro

Setelah diundur beberapa kali, akhirnya terlaksana juga diklat jurnalis tahun ini. Seperti tahun sebelumnya, dikesempatan kali ini aku dateng kesekolah buat ikut diklat (sebagai tamu aja tapian huhu). Selain buat ikut diklat, tujuan utama ikutan ini biar ketemu sama teman-temanku tercinta. Bener aja, diklat tahun ini sangat mengecewakan, sedih juga. Peraturan sekolah beserta ketentuannya juga udah ganti, dan sangat nggak asik sekali. Diklat tahun ini lebih mirip acara reunian alumni, ketimbang diklat. Soalnya yang dateng lebih banyak alumni daripada pesertanya, hiks.
Karena kerja juga, jadi alumni banyak yang datengnya sore. Cuma sebentar ikutan diklatnya, karena acaranya disuruh kelar jam 5 sore.

with Pers :)

Om Vitch - Herlambang

Aku - Wiwid - Dinar


FYI, tahun ini diklatnya nggak boleh nginep. Heulah. Selesai diklat sholat maghrib dulu di masjid nurul iman, masjidnya smk yang sekarang shaf sholatnya jadi serong. Kaget sih, tapi ya mungkin ada pengukuran ulang. Selepas itu, harusnya pulang. Tapi karena itu sabtu malem minggu, kita jarang ketemu, dan banyak single-ers disini, jadi ya kita hang-out bareng dulu. *ceilah hang-out :p

Dinar bilang, gimana kalo kita ikut screening di cak durasim, tapi katanya kelar jam 7, sedangkan itu udah jam setengah 7. Jadi kita memutuskan buat hang-out ke tempat lain aja. Hang-out bertujuh dengan enam sepeda motor. What? Ahaha, nggak single gimana itu? Ada Aku, wiwid, dinar, suchay, herlambang, habib, sama pacarnya habib. Jadi ada 4 single-ers malem ini (suchay udah nggak single ehehe). Dan biar nggak boros jalanan, akhirnya kerumah suchay dulu buat naruh motornya, dia dibonceng wiwid. Pas itu juga sebenernya aku disuruh nitipin motor biar aku dibonceng bambang aja, tapi karena aku nggak mau ribet pulangnya, jadi motor-an sendiri *halah* ehehe. Muter-muter Surabaya, mulai dari SMK – Ngagel, mau karaokean di Nav Ngagel, tapi Habib sama pacarnya pulang duluan, jadinya pindah tempat. Ke Darmo, tapi kok Indomaret point nya lightingnya ‘terlalu terang’ kata bambang ahaha, aku juga ngerasa gitu, maju dikit ada KFC tapi penuh, maju dikit lagi ada taman bungkul tapi bosen kesitu (dulu pas smk sering banget ke taman bungkul buat take tugas -__-) akhirnya ke KFC Diponegoro. Perjalanan ke kfc nya nggak semudah itu, karena kita motoran sendiri-sendiri jadi sempet mencar, dan bambang sebagai cowok satu-satunya yang mencar nya jauh. Aku, wiwid, dinar sama suchay yang nungguin di pinggir jalan mulai dari di siulin polisi, sampai ada mas mas yang tiba-tiba ‘ prospek’ promoin inul vista. Heulah. Kata suchay, “Lah dikira kita ini cabe-cabe an apa?” ahaha astaghfirullah. Untungnya kita nggak boncengan tiga *apasihdhan* ehehe. Sampai kfc, dan nungguin tempat duduk kosong. (ceritanya kfc disni penuh juga). Dapet tempat, pesen makan dan ngobrol. Sharing cerita masing-masing, tapi highlight obrolan ini adalah seputar Jogja dan pengalamannya dinar liputan buat majalah kampusnya. Ya ya, Jogja selalu mempesona. Dikasih majalah juga sama dinar hehe, thanks kak dinar :3 edisi lanjutannya nanti aku dibawain lagi ya :D

Majalahnya anak ISI

22.19, ini jam cepet banget jalannya, baru juga ngobrol bentar udah malem aja. Dan karena udah malem, akhirnya kami memutuskan untuk menyudahi obrolan kami malam ini. Pulang se-rute sama wiwid dan dinar. Dan karena dimana-mana macet, dinar menunjukan kita jalan yang lain. Dan tau nama jalannya apa? Kembang kuning! Duh salah jalan banget kan? parahnya, tujuan kita lewat situ biar gak macet, ternyata disitu macet juga, dan kami terhenti ditengah-tengah kuburan dan malam-malam *deg*. Tapi untung nggak lama macet disitu. Dan karena emang dimana mana macet, aku nyampai rumah jam sebelas malem lebih, dan keesokan harinya di interogasi sama Ibu :|

Minggu, 26 Januari 2014 – KFC Adityawarman

Sesuai jadwal juga, ahahaha. Sore ini meet up sama dua temen smk ku dulu, yang sekarang udah jadi penyiar radio beneran hihi, dulu kami sering main siar-siaran radio disekolah. *anggap saja begitu hihi*. Janjian jam 5 sore, pas mau berangkat mendung gelap, gerimis. Udah pake jas hujan dari rumah, dan bener aja, semenit kemudian, hujan badai se-badai badainya. Pertama kali aku nerabas hujan sederas itu, sampai jalanan gak keliatan saking deresnya. Tapi ya gimana lagi, udah janji juga. Nyampek KFC barengan sama Nesya. Nesya mending, aku basah kuyup. Hmmm, jas hujanku nggak mempan buat nerabas hujan badai. Hmmm. Langsung masuk KFC dan menghangatkan diri dengan kopi. Emmm, okey, ceritanya ini di KFC Coffe *halah* dan biar nggak mengulangi kesalahan, (waktu di Kopine Coffe, aku nggak pesen kopi, tapi jus strawberry. Salah banget kan? udah jelas di Café, pesennya jus, duh hehe) jadi hari ini aku memutuskan buat pesen kopi. FYI, aku nggak terlalu suka kopi, paling mentok kopi susu abc, atau kalo enggak kopi indocafe se-sendok+ creamernya 5 sendok, ahaha biar nggak pahit maksudnya, dan aku ngopi karena kalau terpaksa banget, butuh begadang semaleman. Sambil nunggu Arizka yang katanya jalanan rumahnya kebanjiran, aku minum deh tuh kopi. Dikasih gula dua sachet kecil sama masnya, pertama emang pahit karena belum dikasih gula, aku kasih satu, masih pahit. Aku cicipin gulanya (barangkali nggak manis) ternyata manis. Aku tambahin satu, masih pahit, aku tambahin gula punya Nesya, masih pahit. Okey, aku nyerah. Oh ya, nama kopinya Mocha Latte, keren kan? tapi jujur, aku nggak doyan :| 

Lama nunggu Arizka nggak dateng-dateng, cerita ngalor ngidul sama Nesya, terus akhirnya biar rame, nelfon Wiwid buat gabung kesini juga, ehehe. And finally, Wiwid sama Arizka dateng hampir barengan, ngobrol seru-seruan deh :D . Oh ya, Nesya itu dulunya anak jurusan rpl yang berhati broadcast ehehe, sekarang dia kerja di m-radio. Kalo Arizka, emang dulunya temenku sejurusan yang jago banget bikin naskah film, sekarang dianya kerja di DJfm. Mereka semua keren, punya kelebihannya masing-masing, dan ngobrol sama mereka nggak akan pernah ada matinya. Nesya yang menurutku masih galauan, Arizka yang emmm menurutku pemikirannya udah dewasa, dan Wiwid yang jadi makin sering ketemu aku *apasihdhan* ahaha udah kayak soulmate belum aku sama wiwid? :p

Pulang dari situ, semacam di charge lagi semangatnya. Mereka keren, dia keren, aku juga kan harusnya? Ehihi. Ini bukan maksud apa-apa Readers, biar semangat aja :p . Biar kita semua keren bareng-bareng! Setuju kan? deket sama orang yang semangat, hawanya positif, itu bisa bikin kita jadi ketularan kan? So, selama meet up atau semacam nongkrong itu bawa energy positif, do it! Temukan banyak cerita ajaib dari teman teman dekatmu :)

Arizka - Nesya - Wiwid - Aku {}
Emmm, baru nulis ini, karena sehari kemarin tepar banget, badan dan mata nggak mendukung buat nulis ini.  Semua janji terpenuhi, meet up marathon has been completed? <> bentar deh, kayaknya ada yang kurang. Eitss, jangan  sedih, akan ada meet up dadakan sepertinya, sahabat nan jauh yang jarang pulang, apa iya nggak ditemuin dulu? tunggu cerita meet up selanjutnya, semoga besok tidak hujan :)

Thanks for read :D