Jumat, 06 Desember 2013

Cahaya di Jumat Malam




- Bumi, 6 Desember 2013 - Royal, cuaca cerah ceria…



Seperti cuaca hari ini, yang cerah ceria, begitupun hatiku *halah*. Ehehe, okey well hari ini aku punya jadwal dating nonton. Yeiy, aku dapet temen nonton!! (maksudku, susah banget cari temen yang punya selera dan ketertarikan yang sama buat nonton film). Dan hari ini aku ditemenin sahabat dan temen sebangku pas SMK, Wiwid. Harusnya kemarin sih nontonnya, tapi karena suatu hal, jadi ditunda hari ini.



Sampai Royal jam 5 sore. Karena Wiwid baru bisa jam 7 an, ya akhirnya aku menunggunya. Weitss jangan salah. Aku tau betul aku akan menunggu dengan menyenangkan. Cuma dua jam, apalah artinya kalau dihabiskan di gramedia. Hehe. Seperti biasa, setelah ngabsen satu-satu buku baru dan baca sinopsisnya, aku tertarik buat baca bukunya Sudjiwo Tejo yang udah jadi selebtwit gegara Republik #Jancukers yang dia buat. Bukunya seru, aliran ceritanya deres, menggelitik, kritikan cerdas, dan  seenggaknya bisa bikin aku betah baca kurang lebih 60an halamannya sampai tibalah waktunya perutku pada ansambling an minta makan. Okey, aku laper. Dan emang paling nggak asiknya jalan sendirian adalah nggak ada yang jadi alarm makan, apalagi kalau udah keasyikan sama sesuatu, semuamuanya lupa. Akhirnya beli donat kesukaan, dan datanglah si Wiwid.



Sesuai jadwal dating, *ceilah* hari ini aku nonton film “99 Cahaya Di Langit Eropa”. Film yang bikin aku penasaran setelah liat trailernya. Emmm, seperti biasa, aku akan memberikan sedikit ulasan film ini. Tapi ingat, aku ini penikmat film, bukan pengamat film. Jadi biarkanlah aku mengulas film ini dari sudut pandangku. Dan tenanglah, aku tidak begitu suka mengkritik. Aku penikmat, bukan pengamat. Aku awam, bukan kritikus, emm anggap saja begitu. Hehe. Let’s see..


Film 99 Cahaya di Langit Eropa ini adalah sebuah film yang diangkat dari novel berjudul sama. Yang menceritakan perjalanan Rangga dan Hanum di Eropa. Hanum menemani Rangga yang menyelesaikan pendidikan S3 nya di Wina, Austria. Sambil mengisi waktu luang, Hanum mengikuti kursus bahasa Jerman, dan mempertemukannya dengan Fatma Pasha. Dan dari situlah perjalanan Hanum mempelajari islam di Eropa dimulai… (untuk lebih jelasnya silahkan menonton dibioskop kesayangan anda ya >> ceritanya ini teaser ehehe) Okey, lanjut.


Satu. Dari judulnya, udah sedikit terlihat kalau film ini, bernuansa islami. Iya, karena ada 99 nya, mewakili 99 asmaul husna. Dan ada perasaan senang, ketika masuk, studionya hampir penuh. Tanda kalau promosinya gencar dan berhasil, eiitss maksudku tanda kalau filmnya bagus. Dan ya, mayoritas yang nonton film ini anak anak berkerudung, tentu saja kecuali yang laki-laki, walaupun aku sangat merekomendasikan juga film ini untuk mereka yang non muslim. Ini bagian dari sejarah, dan mereka harus tau.


Dua. Maka, abaikan saja tehnik atau apalah yang semacamnya. Aku terlalu menikmati gambar dan settingnya yang subhanallah kerennya. Memanjakan mata penonton banget. Pemainnya keren, lokasinya keren, dan nilai historis setiap tempat juga keren. Di film ini aku dapet banyak ilmu sejarah baru, yang banyak belum aku tau. Padahal cukup berhasil membuat hati tergetar, setidaknya tadi pas aku lihat film ini.

Tiga. Aku ucapkan ‘asem’ untuk penulis naskah film ini. Nyaris tanpa celah. Dialog-dialognya itu terasa ‘penting’ semua. Padat dan punya kesinambungan terus dengan cerita setelahnya. Ada beberapa dialog yang masih nempel disini, karena tadi terasa jleb banget di hati. “Kalau kamu punya masalah besar, katakan pada masalah besarmu, Hei masalah besar, aku punya Tuhan yang lebih besar”- Aysee. 


Empat. Aku sempat beberapa kali terharu dan nangis, *ah dasar mellow*. Film ini bikin banyak pertanyaan besar dikepalaku untuk diriku sendiri. Aku sampai seperti merasa menjadi seperti Hanum, Aku mengaku muslim tapi belum teguh menutup auratku, belum berhijab. Ini pernyataan klise dan mungkin terlalu banyak alasan dan alibi menjelaskannya. Aku tau dan barangkali aku terlalu naïf tentang ini. Tapi yang jelas, film ini memberikan pandangan lain untukku tentang berhijab. Aku selalu merasa lebih teduh ketika menggunakannya, aku tau, barangkali tidak butuh banyak alasan untuk menjelaskan ini, tapi aku tidak mau ketika nanti keputusanku ini dipertanyakan, aku tidak berhasil menjawab keresahan mereka. Doakan aku ya Readers, semoga aku bisa seperti Fatma, setidaknya keteguhan dan keteduhannya. Dan sempat terfikir dikepalaku, ‘Apa orang-orang yang tidak berhijab harus terkena kanker dulu seperti Aysee, kemudian rambut menjadi rontok, lalu tak berambut dan akhirnya berhijab untuk menutupinya?’ Astaghfirullah. Aku ini mikir apa :( Tentu saja ini bukan doa ya Allah, selalu jaga dan lindungi aku, peluk aku, bimbing aku, ajari aku selalu :’)



Lima. Untuk yang kali ini, ijinkan aku melewati film ini tanpa soundtrack. Music scoring film ini menurutku udah pas banget dan mendukung adegan dan gambar gambar di film ini. Tapi I’m sorry to say, not for this soundtrack. Sebelumnya aku minta maaf buat postingan soundcloudku di lagu ‘Dia Dia Dia’ nya Fatin yang disitu aku tulis, soundtracknya dari film ini. (barangkali ada diantara kamu yang ngikutin soundcloudku, ehehe -___-) sepertinya aku salah ngasih creditnya. Di film ini memang ada Fatin, tapi nggak nyanyi lagu itu, dan bukan bermaksud mengkritik, tapi semua lagu yang ngiringin filmnya itu keliatan eh kedengeran banget cuma nempel difilmnya, harusnya nge-blend. Iya, cuma nempel dan gak berasa, gak menyatu. Kata Om Hanung, memang ada film-film yang terlihat memaksakan diberi soundtrack, sehingga hanya jadi tempelan saja..Entah maaf kalau mungkin subyektif, mungkin akan lain jadinya kalau soundtracknya digarap Melly Goeslow – Anto Hoed, mereka master of soundtracknya. Bahkan BCL sama Acha yang bisa dibilang tidak terlalu istimewa saat bernyanyi bisa terlihat begitu istimewa saat membawakan soundtrack di film mereka, tentu saja dengan sentuhan Melly Goeslow. Sedangkan yang ini, Fatin, siapa yang nyangkal fansnya Fatin banyak? Siapa yang nyangkal kalau suaranya bagus? Siapa yang nyangkal kalau dia punya faktor X yang gabisa dijelasin? Tapi beneran, menurutku, film ini akan lebih bagus kalau nggak ada Fatin-nya. Ini bukan berarti aku nggak suka Fatin, aku hanya sedang ingin menikmati film ini secara utuh. Selain soundtracknya yang ada suara Fatin-nya yang nggak nyatu sama gambar yang jujur aja pas tadi tiba-tiba suara Fatin muncul, jadi kayak nonton sinetron di Indosiar -__-,ini menurutku, tanpa bermaksud apapun, dan ditambah lagi adegan terakhir yang ada Fatin-nya itu juga terlihat banget terlalu memaksakan. Dan gak nyatu sama cerita filmnya, sayang. "Wid, kenalin, the next generationnya Melly Goeslow.." kataku. "Prince-mu siapa Dhan? Kalau kamu Melly Goeslow, Anto Hoedmu siapa?" celetuknya. Seketika hening. Ya, mungkin aku akan mencarinya, atau yang dia akan menemukanku. Ehehe.


But over all, film ini masih aku rekomendasiin buat ditonton. Dan Indonesia, bersiaplah dengan film-film selanjutnya di bulan Desember. Next film marathon ada film Soekarno, Tenggelamnya Kapal Van Weirck, Endensor yang sayang banget buat dilewatkan. Dan selalu muncul pertanyaan, kenapa film Indonesia yang bagus bagus tayangnya numpuk di bulan Desember semua ya? Hmmm, entahlah, mungkin Pak Produser bisa menjawab? Silahkan tinggalkan komentar dikolom bawah ini ya. (barangkali ada Goodreaders yang jadi Produser, hehe)



Dan setidaknya, aku selalu mendapat sebuah energi baru setelah menonton film. Positif, mengalir deras. Mungkin itulah sebabnya ada yang bilang, “Film adalah media tercepat mengadakan perubahan”. Baiklah, semoga berhasil dengan proyek itu. "Dan sebelum itu, buatlah ‘mereka’ mau dan sudi meluangkan waktunya untuk sekedar menonton film, yang ‘katamu’ bisa merubah kehidupan, pandangan, dan mimpi ‘mereka’. Karena sekali lagi, membuat orang lain percaya itu tak semudah duduk menonton film." #RSF


"But you have to know, in every steps you walk on, there always me who stand to support you, anywhere, wherever you do."





Senin, 25 November 2013

Penikmat Dejavu





Disini aku duduk, melihat orang orang berlalu lalang. Melihat beberapa orang berjalan berlalu pergi, beberapa yang pergi tiba tiba kembali, dan beberapa sisanya berputar putar.

Disini aku duduk, melihatmu menjadi yang berputar putar. Melihat kisah romansa yang alurnya masih sama seperti saat pertama kali aku melihatmu untuk pertama kali.

Disini aku duduk, melihatmu tiba-tiba berhenti ditempatku biasa duduk. Melihatmu kelelahan berjalan berputar seperti sebelumnya. Sejenak ikut duduk bersamaku, bukan sejenak, kamu duduk cukup lama. Hingga jika aku menuliskan setiap cerita yang kamu ucapkan setiap hari, bahkan ribuan lembar tujuh buku sekuel Harry Potter pun tidak akan cukup menampungnya.

Disini aku duduk, melihatmu berlalu pergi. Melihatmu yang terkadang menoleh kearahku sesekali, lalu berlalu lagi. Banyak tanya yang ingin kuucapkan, namun aku hanya bisa menerima pergimu, yang sebenarnya kamu tidak pergi jauh. Kamu hanya melanjutkan putaranmu yang tadi kau hentikan sejenak di tempat dudukku.

Disini aku duduk, melihat semua adegan awal itu terulang lagi. Sejujurnya, aku tidak pernah memperhatikanmu dengan baik. Namun semua adegan diperlihatkan kepadaku dengan baik, dan kau menceritaiku dengan alur yang baik. Ini bukan kedua ketiga keempat kalinya, 

Dan disini aku duduk, menikmati setiap putaranmu dengan sudut putaran yang masih sama. 

Disini aku duduk, tanpa kopi. Aku bisa saja tertidur karena lelah melihat putaranmu. Mungkin setelah ini, sebaiknya aku yang pergi. Pergi dari tempat dudukku ditengah putaranmu, dengan begitu tidak akan ada lagi penikmat itu, penikmat yang mungkin akan kau rindukan. Aku bercanda. 

Disini aku berdiri, bersiap berlalu pergi seperti beberapa orang yang sering kuceritakan. Nikmati putaranmu sendiri, pesan pesanku yang sering terabaikan, aku tinggalkan ditempat biasa aku duduk. 



- dari seorang penikmat dejavu, dibalik lembar keseratus dua puluh tiga.




Senin, 18 November 2013

Kevin Aprilio, The Prince Cute Awesome, Ever :)




- Bumi, 16 November 2013 - SSCC Pakuwon Indah, Barat Surabaya yang gerimis -



Peringatan !
Mohon maaf jika ditulisan kali ini akan terdapat banyak sekali parade ke-norak-an yang terjadi, tapi ya jika kamu tau bagaimana exitednya aku hari ini, pasti dikamusmu nanti, ‘norak’ bisa sejenak dihalalkan.



(senyum dulu)
:)

Well, hari ini hari sabtu yang seperti biasa, not special. Tanpa agenda, janji, jadwal dating (hah?) dan kawan kawannya. Sebelum aku baca timeline twitter kalo Vierratale bakal perform di PTC, di acaranya detcon. Cari info sana sini, cari temen sana sini, dan ya, dapet info dari kakak kelas dan kesananya ditemenin sama Mbak tercinta, Mbak Yani, haha thanks for tonight. Maaf jadwal datingmu jadi batal gara gara nemenin aku hehehe :3

Vierratale? Iya, aku ngefans mereka Readers. Dulu namanya Vierra, udah ngefans sejak pertama kali mereka muncul, sampai sekarang. Dan, baru malem ini aku ngeliat mereka perform live! (sempet kefikiran, fans macam apa aku ini?) Tapi ya memang dulu aku ga pernah boleh keluar malem malem, sedangkan konsernya mesti malem malem. Jadi ya dulu cuma bisa ngiri aja sama temen temen. Walaupun ada sih, sahabatku yang sedia nge-videoin performnya mereka, terus paginya disekolah ditunjukin ke aku buat obat iri, ahaha. Ya jadi sedikit terobati, sedikit.

Kata Orang, doa jomblo di malam minggu adalah turun hujan, ah aku enggak. Aku berdoa supaya hujannya reda, biar aku bisa ngapelin Mas Kevin Aprilio. Habis maghrib hujan reda. Masih reda belum berhenti. Tapi aku nekat aja berangkat, jemput mbak yani dan berangkat pakai jas hujan. Nyampek PTC, lama banget antri parkir kayak antri BLT aja. Dan ada satu hal, cuma aku sama mbak yani aja yang pake jas hujan, yang lain mah bingung ngamanin sepatu kecenya biar gak kena kubangan air, aku sih cuma ketawa aja, ahaha. Udah ngantri panjang dan lama, harus rela jadi petugas parkir dadakan biar dapet tempat parkir yang udah overload itu huftlah pokoknya, wushhh lanjut.

Jam setengah 8 baru masuk PTC, antri lagi buat beli tiket. Untung yang kali ini ga seberapa lama dan ya, “Welcome to Deteksi Con 2k13” acara kece dari jawapos. Belum dibilang anak muda gaul Surabaya kalau belum dateng kesini. (halah, kayak kamu gaul aja dhan. Ahaha). 


ceritanya ini gray carpet :D



Masuk, langsung ke venue. Dan sudah penuh penontonnya. Tapi karena nekat dan pengen banget liat mas Kevin dari deket, jadi ya, nerabas nerabas celah penonton. Pas aku dateng, acaranya masih final band dan yang bikin terkejut adalah mas Kevin jadi jurinya. Seketika aku teriak (dalam hati) nyari posisinya mas Kevin dimana biar bisa liat lebih deket. Dan, dia ada dibelakang penonton. Jadi tadi aku yang nerabas sampai tengah kerumunan penonton, langsung balik mundur deketin meja juri. Well, aku sampai didepan meja juri. Dan ngeliat mas Kevin dari deket, subhanallah gantengnya, imutnya, coolnya, senyumnya, dan cukup bikin gemeteran. Meskipun ya, aku belum berhasil dapet tanda tangannya. (What? Dhan sejak kapan tanda tangan penting hmmm?) Hey, ini Kevin Aprilio, pengecualian. :D

Habis jadi juri Kevin pun pergi ke backstage buat persiapan perform. Dan aku, harus berjibaku nerabas lagi buat deketin panggung. Hmmm, demi apa sih? :’). Okey, aku sampai ditengah lagi. Perform guest star yang pertama “Heavy Monster”. Duh, salah banget gak sih?Iya, seenggaknya aku harus nahan sekitar sejam an diantara banyak anak cowok joget joget rusuh sampai perform mereka selesai. Menyebalkan sebenarnya tapi ya gapapa lah kapan lagi? :)

Sejam berlalu dan Vierratale pun perform. Antara teriak, seneng, melting, terharu semuanya jadi satu. Dan entah mungkin dikasi kemudahan, aku tadi yang ada ditengah sekarang ada didepannya pas Kevin. :D Konser dan bisa sepuasnya liat Kevin itu rasanya, speechless senengnya. Dan satu lagi yang bikin aku senyum senyum sampai sekarang. Tadi gak dapet tanda tangan, gak bisa salaman, dapet view ditengah penonton, dan endingnya, aku sekarang ada tepat didepannya dan yang paling gak nyangka, sebelum ninggalin panggung, mas Kevin senyumin aku, aku bisa nangkep matanya, walaupun itu kerasa cepet banget (dan sekarang lagi proses editing di slow motion in, duh ehehe). Subhanallah, aku mimpi apa tadi malem, apa aku sekarang cuma lagi mimpi. Ah, beda tipis. Sampai mbak yani yang ngeliat bilang, “Dhan, kamu bakal gabisa tidur!!”, “Emm tapi sepertinya aku akan tidur lebih nyenyak mulai mala mini, hihi..” Yang jelas, misiku hari ini kesampaian dan itu nyenyumin banget. Thanks Allah, thanks mbak yani, thanks detcon, udah mempertemukan aku dengannya. (Wufft, asli norak kan? ahahaha, just for fun guys!!) Seperti dongeng, cerita pun berakhir dengan happy ending. Putri telah bertemu Pangeran (dan bahagia selamanya) :D


Okey, lalu kenapa Kevin Aprilio? Dan se-demi itu aku begitu?
The Prince Cute Awesome, Kevin Aprilio :)
Aku ngefans dia pertama kali semenjak aku tau lagu Dengarkan Curhatku itu ciptaannya dia. Iya, sejak itu sampai sekarang. Hampir 95% lagu-lagu Vierra itu dia yang nyiptain. Iya, aku suka. Aku suka genre musiknya Kevin. Suka sampai sekarang. Musiknya nenangin, easy listening dan kayak dongeng. Meskipun yang nyiptain cowok, tapi liriknya itu cewek banget, eitss tapi Mas Kevin tetep cowok tulen yaa mungkin hatinya terlalu lembut hihi. Meskipun (dulu) aku gak pernah nonton live konsernya, tapi aku nggak pernah ketinggalan beli album terbarunya, beli karya asli ya guys! Ini cara mengapresiasi karya idolamu. Jangan bilang ngefans berat, kalau kamu belum pernah mengapresiasi karyanya. Is that simple right? Emmm, mungkin kamu akan lebih tau maksudku kalau kamu seniman, atau pekerja seni. :’)

Selain itu, Kevin bisa dibilang “the most inspiring one” buat aku yang sekarang masih belajar nulis lagu. Genre lagu laguku sedikit banyak memang terpengaruh sama musiknya Kevin. Karena memang awalnya aku nulis lagu buat diri sendiri dan didenger sendiri. Makanya aku nulis lagu yang genrenya bakal aku sukai sendiri. Egois gak sih? Well tapi ini jangan dilakukan terus menerus guys, karya itu harus diperkenalkan pada dunia, jangan disimpen dibawah bantal terus. Terlepas dari bagus enggaknya, tenang, suka atau tidaknya orang lain dengan karyamu itu hanya soal selera. Selama karya itu mewakili dirimu, lanjut terus. Justru, dari apresiasi orang lain, kamu akan tau betapa belum apa apanya kamu diantara mereka, jadi lebih terpacu belajar dan bikin karya baru yang lebih baik lagi. Atau mungkin kamu justru akan tau bahwa sebenernya kamu punya potensi luar biasa yang bahkan kamu sendiri nggak tau, Let’s try guys!! It will be nice, trust me! ;) 

Kalau ada kritikan, tanggapan sinis dan kawan kawan, anggep aja camilan suplemen multivitamin yang bikin kamu jadi lebih kuat jadi lebih sehat, lebih tangguh. Dan pujian mereka, sebagai rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Cipta, yang telah memberimu sedikit zat Nya. :’) (bukan kuliah tujuh menit ini dhan, ehehe)
Well guys, terimakasih buat yang udah nyediain waktu buat baca ini. Maaf kalau ‘igit-igit’ baca posting ini ya, hehe. Semoga bermanfaat dan ya… emmm jangan bosen buat baca cerita cerita disini Readers :*

“Kalau niat, pasti bisa kesampaian. Tidak ada perjuangan yang sia-sia.”


:)
Ini antri keluar parkiran, sejam baru bisa keluar --


 
Cheers time :D




Selasa, 12 November 2013

Selamat Hari Ayah, Yah :')




Aku tidak sedang merindukanmu
Aku hanya tiba-tiba teringat bahwa aku sudah lupa suaramu
Aku hanya tiba-tiba ingin kau peluk erat  setelah menonton drama tv yang paling ku benci
Ayah, Apa kabarmu sekarang?

Selamat Hari Ayah, Ayah
Masih sering mengawasiku kan Yah?
Masih tetap menjagaku kan Yah?
Masih selalu ada menyemangatiku kan Yah?
Ayah, masih tetap Ayah yang sempurna dimataku,dihatiku, saat ini, seterusnya.

Aku yakin, kau tak suka melihatku cengeng disaat aku mengingatmu seperti hari ini
Tapi biarkanlah aku menjadi gadis berumur sembilan tahun yang sering kau peluk dulu
Gadis kecil yang sering kau goda dengan hadiah hadiah
Gadis kecil yang sering kau semangati untuk bernyanyi dihadapanmu dengan malu malu

Aku menyesal, Yah.
Sekarang, aku hampir lupa suaramu
Ingatanku dulu buruk sekali, alat perekam pun tidak ada. Dan tak ada fikiran sedikitpun kau akan meninggalkanku disaat ingatanku buruk begitu.
Yah, bisa kirimin rekaman suara Ayah sekarang? Lewat whatsapp, line, voice note juga bisa hehe :’)
Andai ada teknologi semutakhir itu, pasti Ayah belikan satu untukku kan Yah? Untuk kita :’)
Maaf Yah, aku bicara yang tidak tidak.
Masih ada foto Ayah tersenyum yang bisa ku pandangi lama lama, masih ada ingatan kecilku tentang dialog dialog Ayah yang menyemangatiku untuk tidak mudah menyerah. Atau jika semua kenangan tentang Ayah hilang, Aku hanya perlu bercermin dan menatap mata diseberang cermin. Iya, mataku adalah mata Ayah, identik. Dan ketika aku memejamkan mata, maka akan ada dialog semangat tersamar dari setiap udara yang ku hirup, itu pasti semangat Ayah. :’)

Entah ini surat kerinduanku yang keberapa, dan aku tau kau akan membalas surat ini dalam mimpiku,
Cuma mimpi media menemuimu lagi Yah, Allah Maha Baik kan? Menciptakan mimpi mimpi.
Barangkali mimpi adalah teknologi termutakhir itu, mempertemukan orang orang berbeda dunia.
Setidaknya, aku masih bisa memimpikanmu Yah, Allah Maha Baik :’)

Selamat Hari Ayah, Aku selalu menyayangimu :)
Oh ya, Ismail kayaknya kangen Ayah juga tuh, nanti temuin dia dimimpinya ya Yah :)



Selasa, 05 November 2013

Sepatu - Tulus



Kita adalah sepasang sepatu
Selalu bersama tak bisa bersatu
Kita mati bagai tak berjiwa
Bergerak karena kaki manusia


Aku sang sepatu kanan
Kamu sang sepatu kiri
Ku senang bila diajak berlari kencang
Tapi aku takut kamu kelelahan

Ku tak masalah bila terkena hujan
Tapi aku takut kamu kedinginan


Kita sadar ingin bersama
Tapi tak bisa apa-apa
Terasa lengkap bila kita berdua
Terasa sedih bila kita di rak berbeda


Di dekatmu kotak bagai nirwana
Tapi saling sentuh pun kita tak berdaya

Ku senang bila diajak berlari kencang
Tapi aku takut kamu kelelahan
Ku tak masalah bila terkena hujan
Tapi aku takut kamu kedinginan


Kita sadar ingin bersama
Tapi tak bisa apa-apa
Kita sadar ingin bersama
Tapi tak bisa apa-apa
Terasa lengkap bila kita berdua
Terasa sedih bila kita di rak berbeda


Di dekatmu kotak bagai nirwana
Tapi saling sentuh pun kita tak berdaya

Cinta memang banyak bentuknya
Mungkin tak semua bisa bersatu





Selalu suka dengan lirik lagu lagunya Tulus, masih immortal aja rasanya, berkualitas :)
Recommended !!
 

Senin, 04 November 2013

New Single : Ku Cinta Indonesiaku


Sesuai janjiku Goodreaders, Aku bakalan share lagu ciptaanku yang dua bulanan ini seperti maraton-an aku bikin. 

Lagu ini sebenernya aku tulis untuk mengikuti kompetisi cipta lagu anak. Yang dikasih infonya pun dua minggu sebelum deadline pengumpulan karya. Dengan sedikit nekat, aku beraniin diri buat ikutan ini. Walaupun kata adikku (guruku dirumah), lagu ini bukan lagu anak-anak karena nadanya kurang anak-anak, katanya. Kata Arrangernya lain lagi, lagu ini lebih sesuai jadi lagu kebudayaan. Dan mungkin karena kedua alasan itu, lagu ini belum bisa bersaing diantara 388 lagu yang ikut kompetisi itu dan belum berhasil memenangkan kompetisi itu ehehe. tapi cukup membuatku banyak belajar, dan akan terus belajar lagi :), dan ngingetin kalau diluar sana, aku belum ada apa apanya. 

Lagu ini adalah lagu pertama yang aku ikutin kompetisi, (biasanya aku bikin lagu kalau ada request untuk keperluan soundtrack film film pendek temen temenku ehehe). Dan terimakasih buat sahabat tercintah, Risanggalih Aditya Putra yang mau mengarransement lagu ini dan membuat lagu ini menjadi lebih 'terasa'. Sekaligus jadi obat rindu buat pendengar yang (mungkin) merindukan karya kolaborasi kami yang vakum kurang lebih setahun lamanya. (ini kenapa jadi sok punya banyak pendengar ya, hmm, bercanda guys.. -___- tapi ya semoga memang benar benar ada yang menantikan hehe :D)

Dan ini, satu persembahan kami untuk Anak Indonesia :D





"Ku Cinta Indonesiaku"

Negeriku
Terhampar luas tanah membentang
Memberikan berjuta cerita
Ceritaku tentangmu


Bangsaku
Ragam budaya dan ciri khasmu
Buatku kagumimu selalu
Indahnya Indonesiaku


Ku berada di negeri kaya budaya
Senyum sapa ramah pada setiap orangnya
Tak akan ku lupa dimana ku dilahirkan
Kemanapun ku pergi hatiku disini


Negeriku
Indonesiaku yang ku cinta
Ku milikimu dengan bangga
Ku cinta Indonesiaku..



Masih ada beberapa lagu, semoga menyenyumkan, amin :')