Selasa, 01 Oktober 2013

Menembus Batas




Hey perkenalkan, Aku gadis di dalam kotak kaca. Sering melihat lalu lalangmu dari balik sini. Tanpa terlihat yang lain, karena pantulan sinar matahari membuat mata mata itu silau duluan. Aku gadis dalam kotak kaca berbentuk kubus dengan sudut sudut yang sama, tanpa celah, tanpa celah sedikitpun. Sedikitpun saja tak ada celah.

Aku sering melihatimu lalu lalang. Dengan langkah kakimu yang setengah berlari, kesana kemari. Bebas, tanpa batas, dan tanpa sekat sekat. Kamu terlalu sibuk dengan urusanmu. Aku terlalu sibuk mengamatimu setiap kau lewat. Iya, kita sama sama sibuk. Kamu didunia tanpa batas, Aku didunia dengan sekat sekat, didalam sebuah kotak kaca.

Kehidupanku tak akan lebih luas dari kubus kaca ini. Bahkan hanya bisa melihat tanpa menyentuhmu. Hanya bisa mengulurkan tangan sebatas kaca tanpa benar benar bisa menggapaimu. Aku muak hidup dengan sekat sekat ini. Aku ingin kearahmu biasa berjalan. Ke tempat biasa kau berlalu lalang. Aku ingin kau melihatku.
Lihat kearahku esok hari. Aku sudah menyiapkan rencana ini dari dulu. Bantu Aku keluar dari sini, menembus segala batas untuk sekedar menyapamu. Dari luar sana, kumpulkan energi petir saat badai esok hari. Pecahkan kotak kacaku ini, kumohon bantu aku. Aku ingin menembus batas ini, memecahkan segala sekat dan ketakutanku. Aku ingin menembus batasku, berkenalan dengan duniamu, tanpa sekat sekat, tanpa batas. Aku ingin berlari jauh, bukan hanya berputar putar dalam kotakku ini.

“Petirnya sudah siap, Putri..” –


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Share yukk :))