Jumat, 07 Maret 2014

Part 2 !




6 Maret 2014 - Ciputra World, Surabaya Barat, sore menjelang petang..

Tepat hari ini, film 99 Cahaya Di Langit Eropa part 2 diputar serentak di seluruh bioskop Indonesia. Nunggu tiga bulan, dan akhirnya tayang juga yang part 2 nya. Oh ya seperti biasa, patner nontonku adalah sahabat tersayang, Wiwid, dan hari ini ditambah sama Mbak Sissy (kakak kelasku pas smk dulu hehe). Kalau biasanya aku rajin nonton di royal kali ini aku diajak buat nonton di ciputra world (ceilah, berasa naik kelas, ahahaha bercanda) sebenernya sama aja kok sama XXI yang lainnya, tapi jujur aku akui kalau sound disini lebih ‘mantep’. Ehehe. Film ini adalah film kedua dibulan ini yang aku tonton, dua hari lalu aku nonton ‘Street Society’ film balapan mobil bikinan sineas dalam negeri. Sengaja nggak aku tulis reviewnya, karena aku nggak begitu paham sama film balapan gitu. Tapi kalau dari segi ceritanya, lumayan lah film itu, ada bagian yang cukup bikin ‘shocking’ dan aku bisa ngena juga. Namun selebihnya, jujur aku ngerasa film itu kayak iklan mobil lambhorgini, McLaren dkk.. karena mungkin nggak ada adegan tabrak-tabrakan mobil atau mobilnya kebakaran atau yang semacam itulah, jadi cuma balapan aja. <> back to 99 cahaya, let’s read my little review..eits mungkin lebih tepatnya review ala dhani..ehehe bercanda :D

Di part yang kedua ini, cerita filmnya terasa mulai dalam. Kalau yang di part 1 nya, kita lebih seperti diajak berwisata sejarah islam di eropa, di part 2 ini lebih ke konflik dan penguatan karakter para tokohnya. Dan nggak lupa, pesan moral yang ada di part 2 ini aku ngerasa lebih banyak. Sama seperti di part 1, yang kedua ini nggak kalah bikin nangis. Nangis karena terharu, karena sedih, karena ngerasa masih banyak kekurangan, campur aduk jadi satu. Dan di part 2 ini akan terlihat betapa kuatnya masing-masing karakter di film ini. Mulai dari Hanum dan Rangga, Khan, Stephan, Marjaa, bahkan Fatma dan Aysee. Semua punya peran penting di film ini. Cukup terkesan dengan Ayah Khan, yang ingin anaknya berjihad dengan pena dan ilmunya, bukan dengan bom dan ranjau ranjau seperti di negerinya, Pakistan. Maka dari itu dia ingin anaknya menuntut ilmu setinggi mungkin di negeri orang, dan sekembalinya nanti, bisa memperbaiki negerinya. Juga suka dengan peran Stephan, seorang atheis yang punya rasa ingin tau yang tinggi tentang islam. Khan yang cenderung fanatik, dan memegang teguh prinsip keislamannya. Marjaa yang pintar dan cantik, tapi tidak menghalalkan segala cara untuk mendekati Rangga. Fatma, seorang ibu luar biasa yang nge-guide si hanum jadi agen muslim di eropa. Dan Aysee, anak perempuan Fatma yang menggertak hati hanum untuk berhijab, mungkin nggak hanya hanum, semua orang yang belum berhijab kalau lihat film ini pas scene nya Aysee, pasti tergertak juga, termasuk aku. :’) Semoga … :’)

Nonton film ini udah berasa jalan-jalan ke eropa beneran. Tempat-tempat yang ‘view’ nya bagus di setiap negara yang dikunjungi nggak terlewat sedikitpun. Dan kalau dari segi backsound (mesti aja ahaha) yang kedua ini musiknya klasik banget. Eropa banget. Berasa banget eropanya, jadi kesannya megah. Dan bener aja, di part 2 ini nggak ada ‘lagu/soundtrack’ yang maksa diselipin di filmnya, walhasil filmnya jadi lebih nyaman ditonton, karena porsinya pas. Dan nggak aneh kayak yang part 1 (dari segi nyelipin soundtracknya). Cukup bijak meletakan soundtracknya di akhir film. Emmm sebenernya ada beberapa ‘kekurangan’ atau mungkin lebih tepatnya ‘kesalahan teknis’ di part 2 ini. Pertama, pas adegan di Mesqitta, Acha keliatan banget kalau dubbing, dan dialognya nggak sama, dan keliatan banget. (yang awam pasti juga tau kalau yang ini). Kedua, pas adegan dibalkon setelah pesta kebanggaan kota Vienna undangan professor Reinthard. Marjaa menghampiri Rangga, dan keliatan clip on-nya Marjaa di punggungnya. (kalau yang ini entahlah ada yang sadar atau enggak) tapi kalau aku, jelas banget ngeliatnya. Ketiga, pas adegan Acha diusir satpam saat di Mesqitta, keliatan ‘Chroma key’ nya. Kalau yang ini mungkin lebih ke masalah perijinannya dan peraturannya.

Well sepertinya, nggak begitu masalah sih sedikit kekurangannya tadi, tidak ada film yang sempurna. Lagian udah ketutup juga sama ceritanya yang bagus. Sampai kefikiran gini, beruntung banget ya Hanum Rais sama Rangga Almahendra bisa punya cerita se-luar biasa itu. Punya teman-teman yang hebat juga. Yang jelas cerita ini mahal, dan mereka beruntung karena mereka yang punya. Dan sampai sekarang masih nggak percaya kalau cerita film itu berdasarkan cerita nyata. Keren :’)
--
Dan setelah nonton pun kami pulang, aku pulang duluan karena udah malem dan rumahku jauh. Wiwid sama Mbak Sissy masih mampir ke hypermart dulu. Dan karena aku baru pertama kalinya kesini, jadi aku minta dianterin ke parkiran dulu. Turun lewat eskalator yang berbeda dengan yang dateng kesini tadi. Dan aku nggak menyadari ada sesuatu hal yang aku lewatkan. Sesampainya dibawah..

“Eh Wid, kita kok nggak turun lagi?”
“Loh kita udah di lantai bawah ini..”
“Perasaan tadi kita naik empat kali deh, kok turunnya sekali doang?”
“Dhan, kita tadi naik eskalator terpanjang itu loh yang langsung ke lantai 4, kamu tadi nggak ngerasa lama banget ta?”
“What? Kenapa tadi kamu nggak bilang? Aku kan pengen menikmati eskalator terpanjangnya ahaha, ayo balik lagi Wid!”

Dan untung aja, hal bodoh itu tidak dilakukan ahaha. Jadi tadi pas naik eskalator itu, aku keasyikan cerita sama Wiwid, jadi ya ngerasa biasa aja. Eskalator terpanjangnya, berasa biasa aja deh ahaha. Maaf nge-share cerita yang ini, (cerita nggak penting ya ehehe) tapi ya biar kamu nggak kayak aku aja, yang hari ini keliatan ‘ndeso’ banget. Ehehe, gapapa deh. Kalau nggak gitu kan nggak tau :p pertama kalinya kesitu juga, karena baru pertama kalinya juga ada yang ngajakin kesitu. 


Thanks for read, Good Readers :D


Minggu, 02 Maret 2014

Senja Bersama @ladangsandiwara




1 Maret 2014 -  Oost Coffe & Theaa, Kaliwaron 60, Surabaya Timur, menjelang senja..

Selesai makan Mie Iblis, aku lalu melaju ke workshopnya teman soundcloudku dari Jogja. Hari ini dia mengadakan workshop tentang “Menerbitkan Buku Secara Mandiri” di Surabaya. Emmm, sebenernya awal aku tau dia itu bisa dibilang unik. Aku taunya dari soundcloud (yang entah bagaimana ceritanya bisa nyasar ke soundcloudnya dia) gegara terpikat sama lagunya yang judulnya “Senja, Sendu Yang Manja” aku jadi follow akun twitternya deh. Dan semenjak itu aku jadi tau juga kalo sebenernya dia itu seorang penulis. Penulis, penyanyi, dan bisa musikalisasi puisi, keren kan? Mungkin itu juga alasan kenapa aku datang ke workshop itu, mau ngeliat performnya secara live dan bonusnya, aku dapet ilmu tentang kepenulisan. Namanya, Mas Bagustian Iskandar. Atau kalo mau tau lebih lengkap tentang dia follow aja akun @ladangsandiwara. Barangkali nanti kamu juga bisa terpikat ehehehe.

Dateng ke acara telat sejam-an gegara nyasar, sampai tiga kali ngelewatin FK Unair (menurut infonya sih belakangnya Unair) padahal masi jauh. Google map pun kurang membantu, emmm mungkin pas itu akunya lagi nggak ngeh baca petanya, hmmm (jadi ini ceritanya aku kurang menguasai jalanan Surabaya Timur). Dan akhirnya sampailah aku di café itu. And the awkward moment adalah ketika kamu dateng workshopnya telat, ketika semuanya hening mendengar presentasi. Hmmm kikuk, tapi ya gimana lagi. Langsung cari tempat duduk kosong (yang kebetulan pas banget viewnya) sambil nunggu Ravita, yang nggak dateng-dateng. Sampai beberapa menit kemudian Ravita dan temannya dateng dan semua berjalan ‘lebih’ nyaman ehehe. Aku ngajak dia kesini soalnya ceritanya sekarang dia udah jadi penulis. Penulis indie juga, barusan nerbitin buku pertamanya. Barangkali buat nambah ilmu dan jaringan juga.
Sesi awal Mas Bagustian ngejelasin tentang ‘self publishing’ dan tahapan/proses bagaimana menerbitkan sebuah buku, marketing dan distribusinya, diselingi dengan cerita pengalamannya selama menjadi penulis indie. Sesi berikutnya, tanya jawab emmm atau mungkin lebih tepatnya sharing ehehe. Dan sesi terakhir adalah taraa Mas Bagustian perform. Nyanyiin lagunya yang aku suka, “Senja, Sendu Yang Manja” emmm sebenernya aku suka lagu itu karena judulnya, ehehe. Dan pas didengerin, enak juga lagunya. Yang kedua dia musikalisasi puisi yang dia gubah dari ceritanya Agus Noor. Dan lagu yang terakhir, dia bawain satu lagu orang lain, yang entah judulnya apa, sedangkan waktu dinyanyiin aku dibikin melting dan pengen nangis. Hampir semua yang hadir disitu hafal lagunya, sedangkan aku hanya nikmatin sambil ‘deg’ dan mata yang nyaris berkaca kaca. Entah karena lagu ini memang enak, atau Mas Bagustiannya yang ngebawainnya bagus banget, total penjiwaannya, ya setidaknya aku terbawa. :’)


Acara selesai, sebenernya aku mau nyapa Masnya atau bahkan minta foto bareng buat dokumentasi, tapi pas itu banyak yang konsultasi kepenulisan sama dia, dan apalah daya aku orangnya pemalu, dengan segala hal yang harus disesuaikan disitu ehehe.. apa sih? Dan karena udah jam 8 malem juga, aku harus segera pulang. FYI, perjalanan kerumahku kurang lebih sejam-an. Ini di Surabaya Timur dan rumahku di ujung Surabaya Barat, udah masuk Gresik malahan ahahaha. Namun jarak bukan penghalang bukan? :) 

Great to see you Mas, aku tunggu ‘KotaDalamMata’ punyamu ya. Buat aku terpikat lagi, ehehehe. Terimakasi ilmunya, suatu hari pasti aku butuh ilmu itu. Ehihi..


Sabtu, 01 Maret 2014

Pedas Gila dan Antrian Gila, Mie Setan - Mie Iblis




1 Maret 2014 - Mie Setan- Mie Iblis, Jalan Kaca Piring, Surabaya Timur, sore yang cerah..

Hari ini Aku sama Fitri mau kulineran mie setan yang terkenal dengan pedes gilanya dan antri gilanya. Sesuai petunjuk salah satu blog, restonya buka jam 3. Nyampe sana jam 3 (dengan harapan masih sepi dan nggak antri panjang), dan ternyata udah rame banget. Sedangkan di kaca restonya jelas banget tertulis “sorry, we’re closed”. Dan atas saran dari Fitri, kami pun mengantri (padahal belum buka restonya) ahahaha, demi apa coba? Dan karena kami udah pasang badan buat ngantri, akhirnya yang lain juga ikutan ngantri, sekali lagi, demi apa coba? Ehehe…

Setengah jam kemudian, resto buka. Aku sama Fitri antrian kelima, jadi nggak nunggu lama-lama. Strategi yang bagus tadi, btw. Pesen nunggu sebentar dan taraaa, pesanan datang.


Es Genderuwo

Mie Iblis size M


Antrian gilanya..



Okey, aku akan coba mengulas makanan pedas ini dan kenapa bisa jadi daya tarik sampai antriannya gila gitu. Hari ini aku pesen Mie Iblis size M. Size M itu sama dengan 25 cabe. (bukan cabe-cabean loh ehehe). Kata Fitri, rasa Mie Iblis lebih enak daripada Mie Setan (kalo yang ini mungkin masalah selera, aku ngikut guide aja hehe). Awalnya aku mau pesen size S, tapi karena Fitri bilang pedesnya biasa (menurutnya) akhirnya aku ikutan pesen yang size M, dan itu kesalahan. Well, barangkali benar kata orang, bahwa semua itu ada tahapannya, size M, itu pedessss banget, berasa makan sambel yang nggak keatur pedesnya (maksudnya saking pedesnya). Padahal Aku termasuk pecinta pedas, tapi ini kelewatan, dan harusnya Aku pesen yang size S dulu kali ya, buat trialnya. Dan karena udah terlanjur, jadi ya dimakan aja, dibantuin Fitri juga karena Aku hampir menyerah ehehe. Buat minumnya, ‘Es Gondoruwo’ jujur, rasanya enak. Rasa susu soda manis campur buah-buahan kece dan jelly-jellyan. Walaupun sebenernya kalau makan pedes sama minum es itu menghasilkan pedes kuadrat. Oh ya, lokasi restonya ini strategis banget. Sebelum stasiun gubeng, kalau dari jalan kusuma bangsa. Deket grand city, dan SMA komplek juga. Jadi nggak heran kalo tempat ini nggak pernah sepi, apalagi di jam-jam orang pada hangout. Selain itu, penamaan menu yang setan-setanan itu bisa jadi daya tarik juga, lebih lebih cita rasa ‘pedas’ yang ditawarkan, hmmm, ya, sekarang lagi trend makanan pedas, dimana ada embel-embel pedes banget, pasti langsung diserbu, contohnya Nasi goreng Janc*k. Dan kebanyakan yang kesini anak-anak muda, yang doyan-doyannya pedes.


pas kepedesan (mukaku oh..)
stage completed! (walaupun dibantuin Fitri)




















Well, Aku rekomendasiin tempat makan ini buat kamu pecinta kuliner pedes super. Harus kesini, dan siap-siap kapok atau mungkin nagih ehehe. Harganya bisa dibilang terjangkau, apalagi kebanyakan yang kesini pelajar dan mahasiswa cuma dua puluh ribuan, kamu udah bisa makan mie super pedes dan minum es super enak ehehe (es genderuwo yaa). Dan biar kamu bisa makan dengan penuh kemenangan kayak Aku tadi, Aku kasih sedikit tips makan di Mie Setan dan Mie Iblis resto *emmm mungkin lebih tepatnya @kobebar_sby kali ya hehe, so read this…

 1. Datanglah lebih awal atau hampir akhir. Restonya buka jam setengah 4 sore dan tutup jam 11 malam. Jadi ya, datenglah jam 3 dan langsung antri ahaha, atau dateng jam 9 atau 10 malam ketika restonya mau tutup (kalo yang ini berdasarkan saran tukang parkirnya..) dijamin kamu nggak bakalan ngantri panjang-panjang. Ingat, strategi bro!
2. Step by step, level by level. Buat yang pertama kali makan disini, pesanlah level yang paling bawah dulu, dan jangan langsung loncat kayak Aku tadi, itu buat percobaan sama lambungmu, kuat atau nggak sama pedesnya, karena makanan yang satu ini pedesnya mutlak.
3. Bawalah sekotak susu buat penetral pedes. Disini cuma ada minuman dingin dan air putih.
4. Buat yang bawa banyak pasukan, bisa reservasi min 8 orang. Buat antisipasi kalau tempatnya rame. Soalnya tempat duduknya terbatas juga. (apalagi untuk pengantri yang sepanjang itu)
5. Buktikan! Cobalah beruji nyali dengan rasa pedasnya. Dan perut mules setelahnya ehehe (terbukti bisa bikin mules, kayak habis minum obat pencuci perut buat aku)

Thanks for Read :D

Kamis, 20 Februari 2014

Dua Puluh Ke - 20, Seriously?





20 Februari 2014, 05.00 pagi.

Aku membuka mataku, untuk yang entah kesekian ribu kalinya. Alhamdulillah, Aku masih hidup. Monolog pagi ini, “Sstt, Hey Dhan, Selamat ulang tahun, 20 tahun, tua kamu!!” “Hussshh, Ayo Dhan, Sholat dulu..”

Setelah sholat subuh, Ibu memelukku, memberiku ucapan selamat ulang tahun pertama hari ini, secara langsung. Aku bersyukur, diusiaku yang keduapuluh ini, aku masih bisa memeluk Ibu, merasakan damainya, hangatnya. Meskipun sampai saat ini, aku masih aja kepengen dipeluk Ayah hihi :’). Nanti dimimpi ya. Terus buka hape, ada beberapa sms yang masuk, ngucapin selamat ulang tahun. Dan yang pertama kali ngucapin sms itu adalah sahabat tercinta emmm bentar deh, sejak kapan oppa pake acara ngucapin pagi buta gitu? Mungkin lagi ngigau atau ngelindur kali ya, iya kali. Dibacanya emang kayak orang lagi ngigau, dan entah, aku lebih memilih dia ngucapin ini lain hari aja, kalo gini berasa bukan dia malah, hmm. :’) Oke, terus ada Fella, yang selalu ngasih ucapan pagi-pagi, terima kasih doanya. :’). Dua sahabat se-geng (hmmm haha) yang mengawali semua selamat ulang tahun hari ini.

Aku bukan termasuk orang yang mengidentikan ulang tahun dengan perayaan. Apalagi sekarang aku sudah, tua? Ehehe, duapuluh men! Dan laguku belum sampai 20 yang dipublish. Ehehe, cuma pengibaratan. Aku sebenernya juga sudah menyiapkan kado untuk pendengar dan pembaca (ku), tapi sayang nggak bisa tepat waktu, badanku drop seminggu ini. Jadi ditunda dulu, semoga bisa didengar dan dibaca beberapa waktu lagi.

Terima kasih Allah, masih mengijinkan aku bernafas dan hidup diduniaMu yang fana ini, terimakasih atas segala nikmat yang Kau beri. Terimakasih alam, untuk kabut tebal pagi hari dan hujan badai sore harinya, full of grey. Terimakasih untuk semua doa dari keluarga, saudara, sahabat-sahabatku tercinta, teman-teman kerja atas tepung-tepungan dan kopi-kopiannya yang cukup membuatku malam ini kedinginan :'), teman-teman dunia nyata dan dunia maya yang selalu menyemangatiku untuk terus berkarya , dan semua orang yang mendoakanku hari ini (yang nggak bisa aku sebut satu per satu) terimakasih doanya :’)

Semoga semua rencana yang belum tercapai bisa dilancarkan dan dimudahkan tahun ini. Tetap produktif berkarya, jadi pemberani, mandiri, kuat dan tahan banting (pemikirannya). Banyak yang harus dilakukan, semoga Allah memudahkan segala urusan, amin.




Selasa, 04 Februari 2014

Kematian Yang Lain


* Tulisan ini adalah satu dari sekian banyak cerita keseharianku, sama sekali tidak ada unsur SARA dan maksud lainnya. I just take the positive ;)

Ini adalah pertama kalinya aku menghadiri upacara kematian orang kristen dan beliau keturunan china. Yang aku hadiri ini upacara kematian Ibu dari pemilik perusahaan dimana tempatku bekerja. Senin kemarin, kerja diliburkan, dan diganti dengan menghadiri upacara kematian itu, kalau orang islam biasa menyebutnya ta'ziyah atau pada umumnya disebut melayat.

Bersama seluruh teman-teman kerja, kami berangkat ke Adi Jasa di jalan demak, karena jenazahnya disemayamkan disitu. Aku pernah menghabiskan masa kecilku di jalan demak juga, dulu rumahku disana, didekat Adi Jasa juga. Bayanganku dulu, tempat itu seperti rumah sakit dimana didalamnya banyak orang yang telah meninggal ditempatkan. Ternyata aku salah, tempat itu lebih mirip 'semacam hotel' untuk para jenazah, dimana ada beberapa kelas kamar yang disesuaikan dengan kemampuan membayarnya. Selain ada peti jenazah, ada juga kursi kursi dan meja makan persis seperti saat menghadiri acara pesta. Sedangkan diluar ruangan berjajar karangan-karangan bunga dari kerabat dan relasi perusahaan.

Jauh dari kesan sedih, keluarga yang sedang berduka menyambut setiap yang datang dengan senyuman dan ucapan terimakasih karena berkenan hadir. Dresscode mereka berwarna putih, bukan hitam seperti sebagian orang yang lain. Kami memang selayaknya tamu, datang dan diberi makan. Ada makanan ringan dan makanan berat juga. Kata Pak Steve, atasanku, "Sudah bukan saatnya, meninggal dibuat sedih-sedihan, kita buat makan-makan saja." Entah maksudnya apa, tapi aku memaknainya seperti, ya kita pasti akan meninggal, itu memang alurnya begitu, jadi mengapa bersedih? Sedangkan disisi lain, menurut beberapa pendapat, kematian di kepercayaan china itu justru menambah rejeki. Terlepas dari percaya tidaknya kamu, yang bisa kita ambil adalah pemikiran positifnya kan? Dimana berduka itu bisa diselimuti dengan suka. Dan mungkin perlakuan untuk kami sedikit beda karena kami adalah pegawainya. Untuk kerabatnya ada semacam tempat untuk meletakan emmm kalau orang jawa biasa menyebutnya 'bowo-an' entah bahasa Indonesianya apa, mengingat ini adalah acara kematian, bukan pernikahan. Tapi ini adalah memang salah satu tradisi dan tata cara mereka, ini sepengelihatanku.

Upacara dimulai pukul 12.00 WIB dengan tata cara agama kristen. Dibagikan juga buku-buku kecil berisi nyanyian dan doa-doa, kalau diagama islam semacam buku yasin. Untuk yang ini aku tidak memegang bukunya. Dan sang pendeta mulai melakukan prosesi. Dia berdoa, berkhutbah sedikit, dan sesekali bernyanyi. Aku yang berlaku sebagai tamu dan berbeda keyakinan, hanya mendengarkan saja, ini bagian dari bhineka tunggal ika bukan? Saling menghormati, yang penting iman kita di hati kita masing-masing. Sebenarnya hampir sama 'arti' doanya. Aku sebagai muslim berdoa memakai bahasa arab, yang ini memakai bahasa indonesia. Semua doa itu baik bukan? hanya bahasanya saja yang berbeda beda. Sekali lagi, aku hanya mendengar. Ada beberapa kalimat dari rangkaian doa itu, yang aku rasa sama dengan apa yang aku anut, sebelum ada beberapa doa lain, yang aku hanya bisa diam saja, dan beristighfar banyak didalam hati, bukan bermaksud apapun, tapi agar aku juga sama sama berdoa dengan mereka, dengan caraku sendiri.

Ada beberapa kalimat yang masih aku ingat dari pendeta itu. Dia bilang, dia pernah mengalami mati suri selama 20 menit, 25 tahun yang lalu. Saat itu dia diperlihatkan taman firdaus yang indah, dimana dia ingin pergi kesana lagi. Sama kan seperti islam, ada surga firdaus, surga yang paling indah. Dia juga bilang, saat kita mati, kita tidak langsung masuk surga atau neraka. Tapi kita menunggu, menunggu lama. Dan mempertanggungjawabkan perbuatan kita didunia kepada Allah. Perbuatan kita, bukan dosa kita, karena dosa kita telah diampuni oleh Allah. Ini beneran dia ngomong gitu, meskipun dengan pelafalan Allah yang berbeda. Lalu dia mengingatkan tentang kalimat, "Didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat, begitu kan kata olahragawan? Tapi buktinya, mengapa ada orang yang sakit jiwa padahal tubuhnya sehat dan kuat? Maka yang harusnya disehatkan dulu adalah jiwanya. Memberinya makanan yang sehat, dengan ibadah. Yang kristian tidak hanya hari minggu saja, yang islam tidak hanya hari jum'at saja. tetapi agar jiwanya sehat, berilah makan yang cukup setiap harinya." begitu kira-kira khutbah singkatnya. Kalau aku memaknainya, pendeta ini menyiratkan bahwa beribadah itu menyehatkan, sholat lima waktu itu memang wajib, agar jiwa kita tetap sehat dan cukup asupan gizinya. Setelah itu dia memimpin nyanyian-nyanyian. Beberapa lagu terdengar seperti nada di lagunya Gita Gutawa. Terus jadi inget kata Wildan beberapa tahun lalu setelah mendengar satu laguku buat filmnya Zakiya dulu, "Lagumu itu loh kayak lagu gereja-gereja.." ehehe. Waktu itu aku tertawa, karena kalau nulis lagu dan bikin nadanya ya mengalir aja, kalau ada nuansanya terdengar begitu, itu hanya ketidak sengajaan menurutku. Ini bukan hal luar biasa sih, lagu di gereja gereja sebagian besar genrenya pop, jadi pasti banyak juga diluar sana lagu pop yang mirip lagu gereja. ehehe. Tapi coba dengerin lagu-lagu dan musiknya Gitagut deh, pasti nuansanya gereja banget. Sebenernya bukan gereja sih, tapi lebih yang ke nuansanya klasik, ala yunani, italia, kiblat musiknya gita, jadi ya begitu.  Wushh kalau yang ini intermezzo hehe. Ini juga salah satu sebabnya kenapa sammy simorangkir, joy tobing, bams samson, momo geisha, agnesmo, suaranya bagus-bagus, berdoanya saja pake nyanyian hihi.

Setelah dari Adi Jasa, kami melanjutkan prosesi ke kembang kuning, untuk kremasi. Dari Adi Jasa ke kembang kuning, rombongan kendaraan dikawal polisi loh. Jujur, pas bagian ini aku agak sedikit norak hihi. Jadi karena dikawal polisi, kita jadi diliatin orang banyak, kayak menteri lagi lewat gitu, lalu lintas di atur polisi sedemikian rupa, jadi rombongan kami ke kembang kuning melaju bebas hambatan. Ini keren banget menurutku, baru pertama kalinya juga. Biasanya kan aku yang ada diantara kemacetan gegara ada orang dikawal model begini, terus bilang "Ini ada apa sih? Bikin macet aja..!!" Dan sekarang aku yang ada diposisi bikin macet, ternyata seru dan lucu juga. ehehe. 10 menit kemudian kami sampai di kembang kuning, (cepet banget kan? ehehe) Iya, kembang kuning itu tempat pemakaman, kuburannya orang china. Makamnya besar-besar dan undukannya tinggi. Tapi hari ini, jenazah tidak dikubur, tapi di kremasi. Jadi ditengah-tengahnya kuburan di kembang kuning itu ada 'krematorium' tempat buat mengkremasi jenazah. Masuk kesitu dan upacara sebentar.

Dan tibalah saatnya penghormatan terakhir kepada mendiang sebelum dikremasi. Untuk yang kali ini aku memilih duduk di pinggir ruangan, sedangkan yang lain mengkerubungi peti jenazah dan menabur bunga disana. Ditutuplah pintu ruang kremasi dan salah satu anggota keluarga dipersilahkan untuk menekan tombol dimulainya pembakaran/ kremasi. Disitu tangis Ibu atasan pecah tak terbendung. Aku yang pada saat itu sama sekali nggak kenal sama orang yang meninggal pun entah kenapa, mataku berkaca-kaca dan nangis sendiri. ''Kamu loh kenapa nangis? kenal aja enggak sama orangnya? Keluarganya aja tegar, lah kamu? kamu loh siapa kok malah nangis?'' kataku dalam hati. Aku sih memang nggak sampai nangis ya gimana-gimana cuma merasa seperti kehilangan, dan melihat kematian saja. Mungkin aku ingat almarhum ayahku, aku masih ingat betul saat-saat beliau disemayamkan, saat aku hanya bisa melihatnya tanpa bicara, saat aku belum tau betul bahwa orang sakit itu bisa meninggal, sedangkan difikiranku saat itu, orang sakit pasti sembuh. Ayahku memang telah pergi, tapi aku yakin, Allah memberi tempat terbaik untuk ayahku disisi-Nya. Iya, ayahku orang baik. Dan beliau adalah ayah terbaik sedunia :') maaf jadi mellow :')

Kematian itu pasti datang, entah kapan, tapi pasti. Kata pendeta tadi, "Saya sebenarnya ingin kembali lagi kesana, tapi entah, saya belum dipanggil..". Jujur, Aku belum siap untuk menghadapi kematian, walaupun aku tau, Allah tidak akan menanyai kita tentang kesiapan, karena semua sudah ditentukan. Tapi ya Allah ijinkan aku berdoa, "Tuntunlah aku, bimbing aku, buatlah aku jadi pemberani, bantu aku untuk selalu teguh ya Allah, hingga saat Kau memanggilku nanti, kelak aku dalam keadaan siap Kau panggil, dengan gagah dan percaya diri aku menghadap kepadaMu. Semoga aku dipanggil dalam keadaan yang baik, siap dan tanpa menyusahkan orang-orang yang ku sayang, amin.'' Bedoa, boleh apa saja kan ya Allah? :')

Dan untuk orang-orang yang ku sayang yang telah tiada, Aku percaya, Allah telah menempatkan kalian ke tempat terindah disisiNya :')
Allah itu seperti apa yang diprasangkakan makhluknya kan? :')

Love you, Allah. Jaga dan lindungilah aku, amin :')


Thanks for read :)




Sabtu, 01 Februari 2014

Kevin Aprilio : Out Of The Box


Alhamdulillah akhirnya kesampaian beli bukunya 'The Prince Cute Awesome'ku Kevin Aprilio ehihi. My most inspire one ever. Dan ya, aku sekarang punya buku dongeng baru, kalau lagi nggak bisa senyum, tinggal liatin foto Mas Kevin dibuku ini, udah senyum senyum lagi. Ini beneran loh, senyumnya itu nular Readers. :D

Nggak sengaja ke Royal Plaza sama Wiwid, terus keinget kalau Kevin bikin buku. Ke gramed muter-muter nyari bukunya, nggak ketemu. Akhirnya pake bantuan komputer disitu, nemu judulnya, eh 'book location' nya nggak ada. Disuruh Wiwid nanya ke mas mas gramed tapi kok masnya pada sibuk sendiri, terus ngeliat bukunya JKT48 langsung aku liatin deh tuh buku. Ternyata isinya ya gitu gitu aja, wiwid juga ngeliat yang JB. Dan... tara... diatas sebelah bukunya JKT48 ada wajahnya Kevin! dalem hati bilang "Kemane aje neng?"

"Wid, lah ini bukunya..." nunjukin bukunya ke Wiwid.
"Hmmm.. dasar.."
"Jodoh itu gitu ya, kalau nggak dicari-cari malah ketemu." aku mendadak mellow -
"Ahaha..." - ketawa ngakak bareng :D

Okey, jadi buku ini bentuknya kotak, nggak seberapa tebel. Yang isinya sebenernya sih semacam biografinya si Kevin. (emmm masih muda tapi udah punya biografi loh, keren kan? hihi) Isinya tentang cerita kesehariannya, masa kecil, pemikirannya, cerita cintanya.. huhu, dan satu lagi, disini banyak foto-fotonya Kevin. Mulai dari yang ganteng imut, foto masa kecilnya yang unyu, rambutnya dari dulu udah gondrong ternyata, fotonya dia pas rambutnya ala harajuku style (dibukunya ditulis 'era kegelapan' pas Kevin pake style ini, dia emang freak difoto ini, anehh hihi piss) sampai yang difoto dia kelihatan cantik, duh hehe. Tapi tenang aja Mas Kev, aku tetep ngefans kamu, bagaimanapun. :*

Dibukunya juga diceritain, siapa aja orang-orang yang menginspirasi dia disetiap lagu-lagunya Vierratale, dan hmmmm Paola Tobing, kamu keren banget bisa bikin Mas Kevin bisa nulis lagu-lagu bagus, (maksudnya terinspirasi dari ceritanya mereka,..) mungkin Paola itu cinta pertamanya kali ya hehe, *kenapa jadi kepo kamu dhan?* Enggak kok, Mas Kevin sering ganti-ganti cewek. Tapi ya gimana, dia emang charming tingkat dewa. Masih muda, baik, suka ngingetin followers nya sholat, jago main piano, jago nulis lagu, pebisnis, romantis, ganteng imut, tinggi, putih, senyumnya ajaib, sayang keluarga, what a perfect guy? :')

Terus pernah Ismail nyeletuk gini, (emmm ini cuma perandaian ya Readers..hehe)
"Kalau mbak kenal Kevin, terus Kevin suka sama mbak, mbak mau nggak jadi pacarnya Kevin?" tanya Ismail dengan nada serius dan wajah serius ahaha

Sejenak diam. Terus aku nyaut,.
"Emmm, idola kita itu nggak selalu harus jadi pacar kita. Ada kalanya biarlah dia tetep jadi idola. Aku lebih seneng Kevin jadi idolaku daripada pacar, lagian Kevin kurang cowok tuh ehehe. Jadi ya mbak nggak mau ah jadi pacarnya, dia juga dikelilingi banyak banget cewek yang naksir dia juga......, trus ya mana mungkin Kevin ngajakin mbak pacaran? Ahahaha..." ketawa bareng :D. Ismail suka nanya aneh-aneh aja. Ehehe. Jadi inget kutipan drama korea, "Bintang akan terlihat indah dari jauh, bila dari dekat, dia tidak begitu indah" - Ri An, Dream High 2

Ya, biarlah dia jadi idolaku, inspirasiku, dan ladang senyumku. Terlepas dari segala kekurangannya, aku tetap dan akan mengagumi dan suka karya-karyanya. Karena album ketiga Vierra belum rilis, jadi ya beli buku ini dulu. Dan menurutku, "Membeli karya idola kita (yang asli, bukan bajakan) itu salah bukti nyata kita mengapresiasi karya mereka."

Karena menurutku juga, kita hidup itu prinsipnya 'give and take'. Kalau mau tulisanmu dibaca, baca dulu tulisan orang lain. Kalau mau suaramu didengar, dengar dulu banyak suara orang lain. Kalau mau karyamu diapresiasi, apresiasi dulu karya orang lain. Adil kan? Jadi aku selama ini, ya kayak gitu. Terus pas baca buku ini ternyata Mas Kevin juga menganut prinsip itu, tuh kan kita sehati.. *halah*

Well, buku ini recommended buat kamu yang ngefans sama Kevin Aprilio. Ada tanda tangannya juga loh :D. Buat yang belum ngefans nggak papa beli juga, meskipun nantinya kamu belum bisa senyum senyum kayak orang gila pas baca ini (kalau dibandingin sama yang ngefans dia..) It was nice book for you. :)

Ini teaser bukunya :D

Salah satu quote yang aku suka dan cukup mewakili..
"I'm not good at hating people. But I'm good at erasing memory of certain people. That's why I'm always happy. Cause I keep my head clean. :) " - Kevin Aprilio

Thanks for Read :D