Sabtu, 13 April 2013

Sabtu Malam



Kita, bukan sepasang kekasih dengan sabtu malam
Melewatkan setiap sabtu malam dengan kerinduan kerinduan


Aku ingat satu sabtu malam
Dimana kita menyusuri jalanan kota ini bersama
Menikmati hentakan dari pertunjukan musik yang kita lihat
Dengan canda tawa lepas
Dan malam semakin malam
Bersama rintik hujan yang turun mendinginkan kita
Kamu sedikit menggigil. Aku kira ini air hujan,
Bukan, kala itu kau mengkhawatirkan sesuatu,
Aku tau kau gelisah, aku lebih gelisah
Namun biarlah hari ini bahagia saja,
Hapus gelisahmu, jangan khawatir, jangan takut
Aku disini, disampingmu


Kita, bukan sepasang kekasih dengan sabtu malam
Menghabiskan menit menitnya dengan doa, agar terus bersama


Aku ingat satu sabtu malam
Dimana kita menyusuri jalanan kota(mu) bersama
Menikmati sahaja dan teduh suasana kota(mu)
Dengan dialog dialog yang tertahan tak terucap
Aku terlarut haru
Sejauh ini kakiku melangkah mengikuti naluri a
Dan tanpa sempat terucap
Mungkin dialognya akan tersampaikan pagi esok
Kau tau aku gelisah, dan  kau tak suka gelisahku
Kau disana, berkata akan baik baik saja


Kita, bukan sepasang kekasih dengan sabtu malam
Bukan.
Semoga bertemu di sabtu malam lain,





Senin, 08 April 2013

Padahal, Rindu Ini... Ini Rinduku..




Padahal baru saja ku mulai rinduku lagi
Namun entah, terbuyarkan dengan yang nyata nyata ada
Padahal aku berusaha menghidupkan sendi kerinduanku lagi yang nyaris mengarat
Namun entah, pembuyarnya  datang disaat yang tepat takterlewatsedetikpun
Mungkin semacam pemburu momenku,
Padahal aku mulai percaya lagi, bahwa mencoba melayang lagi itu jangan takut jatuh
Lalu apa ini? Aku jatuh, bahkan sebelum melayang sejengkal dari bumi

Ini kacau. Semua rasa sedang kurasa.
Aku kebingungan menempatkannya dimana, mengatur frekuensi keluarnya, dan berapa daya yang perlu ku buang agar ruang ini tidak penuhberantakan atas rasa rasa
Padahal aku sudah berencana mempeti es kan rasa rasa itu, sebelum nantinya ada seorang yang datang mencairkan kebekuannya
Dan tentang rinduku ini, bagaimana?
Menelan dan memendamnya tak baik untuk kesehatan tenggorokan dan paru paruku
Karena begitu sesak dan meninggalkan noda noda rindu yang susah dinetralkan cepat
Padahal aku sedang belajar menghirup udara yang dinginnya nanti bisa melegakan ruang ini

Hei kamu,
Dengan kacau aku merindukanmu,
Sambil menata ruangku yang berantakan, aku memerhatikanmu dari sini, di tempatku
Sebelum semua yang mengganggu sistem rindu rinduku yang berbuku ini, datang dan membuyarkan segalanya,
Mengendapkannya lagi itu butuh waktu lagi, ah jika saja kau tau.
Padahal sudah kali ke berapa aku hampir berhasil mengendapkannya, sebelum semuanya terbias dari tempat paling sakral di hatiku,

Aku boleh membacanya berulang ulang kan? 
Kalau saja, kata katamu bernyawa seperti kala itu, aku pasti tidak ragu mengartikannya




Selasa, 02 April 2013

Untitled (Akan, Selalu)



Dari sekian waktu berlalu, ternyata hati masih beku.
Langkah kaki yang terus melaju, perlahan menyamakan derap kaki lain.

Nikmatilah semuanya, nikmati jalanmu

Aku berjanji akan terus berjalan

Meski tak sejalan, meski tak disampingmu

Aku sudah berjanji untuk selalu mengiringimu, meski tak menggenggam erat tanganmu

Bila sesekali kau mendapatiku hilang,
Sejenak.
Barangkali aku tak selamanya hilang, aku ada disetiap langkah kaki yang kau tempuh
Menyelinapkan doa dan impian di setiap udara yang kau hirup.

Bila nanti kau mendapatiku pergi,
Tak kembali.
Selalu ingatlah ini, "aku ada bersamamu, sebelum kau rindu, sebelum kau mengingat, sebelum kau menginginkan hadirku, sebelum pagi, sebelum aliran menggebu mimpi menjalari fikiranmu, sebelum kau membuka mata dan terbangun dari mimpi buruk, sebelum sempat kau membalas senyumku, sebelum semuanya menjadi sebuah (hanya) nama, namaku."


Barangkali, aku adalah sederet katamu yang hilang dari sekian deret kata yang (sedang) kau ucap suatu hari…


Senin, 01 April 2013

APRIL - FIERSA BESARI (LIRIK)



Coba tanya hatimu sekali lagi
Sebelum engkau benar benar pergi
Masihkah ada aku didalamnya
Karena hatiku masih menyimpannya

Kisah kita memang baru sebentar
Namun kesan terukir sangat indah
Ku memang bukan manusia sempurna
Tapi tak pernah berhenti mencoba

Membuatmu tersenyum, walau tak pernah berbalas
Bahagiamu juga bahagiaku

Saat kau terlalu rapuh
Pundak siapa yang tersandar
Tangan siapa yang tak melepas
Ku yakin aku

Bahkan saat kau memilih
Untuk meninggalkan aku
Tak pernah lelah menanti
Karena ku yakin, kau akan kembali

Ada engkau dalam setiap doaku
Sungguh aku rindu berbagi tawa
Kini kita tidak lagi menyapa
Biarlah hanya dari kejauhan

Melihatmu tersenyum, walau tak pernah berbalas
Bahagiamu juga bahagiaku

Saat kau terlalu rapuh
Pundak siapa yang tersandar
Tangan siapa yang tak melepas
Ku yakin aku

Bahkan saat kau memilih
Untuk meninggalkan aku
Tak pernah lelah menanti
Karena ku yakin, kau akan kembali

Masih berharap, karena ku yakin kau kan kembali

Kau, Misteri Yang Ku Kagumi


"Kenapa kau menyukaiku?" tanyanya
"Karena kau penuh misteri, misterius.." jawabku
"Lalu, bagaimana jika aku tak semisterius yang kau kira?"
"Emmm, aku...."
"Kau pasti tak mengagumiku lagi jika kau tau. Dan sekarang kau sudah tau semua kan?" katanya terdengar khawatir
"Aku memang sudah tau semua. Namun rasa kagumku tetap sama, dan ketakutanmu tentang ini, mungkin adalah misterimu yang lain." jawabku menenangkannya

Dia sembunyi, entah menjauhiku sejauh apa. Dan Dia hadir lagi dihadapanku, tanpa ketakutannya..

"Kau datang, seperti yang ku duga". kataku mengejeknya
"Iya, kau tau semuaku." nadanya begitu datar
"Emmm, aku.."
"Kau memang tau semua, semua yang ada dihatiku. Namun yang disini, dikepalaku, kau tak akan bisa menebaknya, mengetahuinya." kali ini dia bicara dengan nada meninggi seolah meyakinkanku atas ucapannya.

Aku terdiam. Sejenak ada sederet kalimat yang menghentak. Dalam hati aku menggumam.

"Begitu keras kau sembunyi, menjauhiku. Begitu lama kau hilang edar dari orbitku. Dan kini kau muncul mengatakan itu kepadaku. 

Apa sebegitu inginnya kau terlihat misterius untukku?
Agar kau tetap mendapat kagumku?
Atau kau hanya tak ingin berbagi tentang ceritamu?
Atau kau memang sudah kehabisan cerita untukku?
Atau kau sengaja menyimpannya untuk kau ceritakan berepisode kepadaku lain waktu?
Atau kau hanya ingin sembunyi agar aku terus mencarimu?
Atau kau hanya ingin diam agar aku menanyaimu?
Atau kau hanya ingin pergi agar aku tetap mengejarmu?
Atau kau hanya ingin jauh agar aku selalu berusaha mendekatimu?

Aku tak tau, mungkin kau tak mau menjawabnya jika aku menanyaimu lagi
Dan seperti katamu, kau berhasil melakukannya. 
Sekarang, kau menjadi misteri lagi
Misteri yang ku kagumi..."




Minggu, 24 Maret 2013



“Dengarkan curhatku, tentang dirinya..”


Yang masih sering ku pandangi lama lama
Yang ku kenang kenang saat aku mendengar nada nada
Yang ku rindu senyumannya untukku..


“Jujurlah padaku, jujurlah padaku..”


Sering menutupi celah hatinya untuk coba ku lihat
Karena takut aku akan mengerti
Hei, siapa yang sedang sembunyi?
Aku rasa selalu kamu


“Kau menyimpan rasa, kau menyimpan rasa, cinta…”

Yang ku tau darimu, cintamu penuh
Sepenuhnya kau beri jika kau mau
Akankah menjadi bagianku?
Simpan baik rasamu, simpan baik baik ya



“Betapa manisnya, senyum bibirnya…”


Untukmu yang punya senyum menular
Diwaktu manalagi aku bisa melihat senyum itu?

Atau pundak yang menyandariku
Semoga kesempatan memberiku saat untuk melihatnya lagi


“Dengarkan curhatku, tentang dirinya…” – yang entah disisi hati mana dia masih sembunyi




NB :

Sambil membaca dengarkan lagu ini..
Dengarkan Curhatku - Vierra covered by Ramadhani (Galau Version)
:')

Jumat, 22 Maret 2013

Surat Untuk 'Sang Pemberi Rasa'




Ter(untuk) Tuhan, Sang Pemberi Rasa
Semua rasa Kau cipta,
Mungkin rasa yang ada dalam dadaku ini
Salah satu rasa yang Kau beri untukku

Tuhan,
Kau Maha Tau,
Kenapa nyatanya aku (masih) merasa begini?
Ada sel dalam tubuhku yang masih (seperti) menginginkannya?
Aku tak ingin larut lagi Tuhan,
Bantu aku meredam rasa,
Beri aku rasa, tidak seperti yang kurasa malam  ini
Perih Tuhan, perih.

Waktu memang membuatku banyak belajar
Waktu juga mengajariku untuk terbi(a)sa
Tapi kenapa rasa itu selalu muncul tak terduga?
Tuhan, aku takut menginginkannya lagi

Tuhan, Sang Pemberi segala rasa
Beri aku rasa,
Rasa yang bahagiakanku, damaikanku, tenangkanku, senyumkanku

Ter(untuk) Tuhan yang ku sayang,
Terimakasi atas segala rasaMu :’)