Senin, 03 September 2012

Kamu, kata yang tak pernah ada habisnya....

Seandainya Ayah, Masih Disini…


Aku sering melamun, menerawang

Ingin yang telah hilang kembali lagi

Seperti anak gadis lainnya

Meski sudah sebesar ini, aku masih sangat ingin kau temani Yah..

Aku, merindukanmu. Dan kau pasti tau.



Sejujurnya, aku masih sangat ingin kau menemaniku

Menemaniku bermain, menemaniku bernyanyi

Mendengarkan keinginan keinginanku

Dan disaat saat ini pun, aku ingin mengenalkan pujaan hatiku kepadamu

Lelaki spesial kedua setelah Ayah

Seperti yang lain, aku juga ingin Ayah mengomentari bagaimana kekasihku itu, memujinya atau mungkin sedikit mengkritiknya

Dan disaat itu, mungkin aku sedang senyum tersipu dengan pipi merah meranum



Aku juga ingin, melihat wajah Ayah yang marah kepadaku

Dengan menungguku dibalik pintu rumah, karena aku pulang lebih dari jam sembilan malam pada hari sabtu

Aku juga ingin, berjalan berdua dengan Ayah, dan Ayah dengan bangga merangkulku, dan seperti ingin mengatakan kepada semua orang, bahwa aku adalah putri terbaiknya

Aku juga ingin, sekedar menghabiskan waktu dengan duduk bersantai, bercanda, atau bahkan menghabiskan waktu seharian di timezone pada hari minggu, seperti yang biasa dilakukan Ayah



Seandainya Ayah masih disini, mungkin Ayah bisa menjadi pelipurku disaat saat aku merasa tak bisa, senyuman Ayah selalu ajaib kurasakan



Ayah, seandainya kau masih disini, mungkin akan lebih banyak tawa untukku, dengan sedikit airmata haru, karena aku beruntung menjadi putrimu


Ayah..

Tenanglah, putrimu ini sedang tidak bersedih malam ini

Hanya saja, dia merindukanmu tiba tiba


Aku yakin, dalam keheningan,Ayah pasti ingin menemaniku

Dalam kerinduan, Ayah pasti ingin memelukku

Dalam kesedihan, Ayah pasti ingin menyenyumkanku

Dan satu hal, meskipun Ayah sudah tidak disini lagi

Ayah, akan selalu menemaniku, menjagaku, dimanapun aku


Seandainya Ayah masih disini…

Aku akan bilang, “Aku sayang Ayah”

Kata kata yang tertahan untuk ku ungkapkan untukmu..

Meski ku tau, kau pasti mengerti


Semoga Allah selalu memberimu kedamaian disana, untukmu, yang menyayangiku :*

Love You, Ayah :*

Minggu, 02 September 2012

Selamat malam. Sebentar, apa ini sudah terlalu larut?. Maksudku. Kamu jangan cepat cepat pergi dulu. Kamu belum menunjukkan reaksi penyembuhan, obatku. Aku juga belum ingin tidur cepat. Masih ingin lama lama mengejamu dalam kata...
Kita bernego saja ya. Maksudku, kamu harus benar benar menjengukku lewat mimpiku malam ini. Mungkin senyummu nanti, adalah obatku yang lain...
Nanti, kamu lagi aja ya. Mungkin mimpiku tentangmu adalah obatku yang lain...
Maksudku, Kau adalah obatnya. Disaat saat aku lemah begini..

Mimpi Malam(ku)

Mungkin mimpiku setiap malam yang selalu mengingatkanku betapa aku mencintai dan menginginkanmu.
Iya, setiap malam. Kamu selalu hadir di mimpiku, dengan cinta cintamu dan perlakuan manis kepadaku, atau kadang hanya untuk sekedar jadi figuran di mimpi itu. Mimpi memang wajar. Tapi bermimpi tentangmu setiap malam? Apa itu wajar? Apa karena aku selalu memikirkanmu? Apa karena kamu memantraiku? Atau hal hal tentangmu sudah menjadi pakem di setiap malam saat aku tidur.

Mungkin ucapan ucapan "selamat tidur" mu memang selalu membuat mimpiku menjadi lebih indah, memimpikanmu lagi. Aku tau. Aku harusnya bersyukur. Saat kau begitu jauh dari jangkauanku, aku masih bisa selalu menemuimu, memelukmu dimimpiku.

Menceritakan hal tentangmu selalu tak pernah ada habisnya. Aku senang. Walaupun terkadang merasa jengkel. Kenapa kamu dan aku ceritanya begini banget ya? Aku bukan drama queen, tapi kok gini banget sih? Aku ingin mencintaimu dengan sewajarnya. Tapi ceritanya sudah manis begini, hmmm, semoga saja kamu happy endingku :')