Kisah ini dimulai?Aku rasa tidak (akan)Belum, atau mungkin cukup?Aku kira sudah (menyenyumkan)Kisah yang tak ku beri awal dan akhiranAnggap saja berjalan, selayaknya pejalan lainKalau yang ingin dicapai adalah bahagia,Maka ditengah –tengah bukankah yang paling bahagia?Mencarinya tak akan berguna,Dia akan dengan ramah menyapamu jika kau yakin dia akan datang kepadamuSenyum itu, ringan ternyata.Tak semenyeramkan seperti sebelumnya,Asal darimu, itu bahagia.
Minggu, 12 Oktober 2014
Bahagia :)
Senin, 06 Oktober 2014
Seorang Sepi
Dia membuka pintu untukku,“Hei, masuklah dan kau akan nyaman”Hening, sepi, hanya suara nafas dan kecanggungan yang terdengarLalu tawa itu memecahkan hening yang hampir tumpah“Jangan disana, bising.Kemarilah duduk, diam saja menemaniku”. KatanyaAku adalah riuh yang dengan bijak terdiam disampingnyaHanya duduk dan menikmati heningnya yang angkuhTak terusik, dunianya.Walaupun rasanya aku sangat ingin menggodanya menjadi pengusiknya“Dunia tak sesempit itu, usik saja dunia yang lain”,Dia hendak menyuruhku pergi?Aku datang, dan dia menyambutku.Barangkali, saat aku pergi, dia akan mengantarkanku.
Selasa, 23 September 2014
Bertemu teman baru, lingkungan baru, tempat persembunyian yang baru
Menyenangkan, sekarang aku jadi tau sedikit rasanya
Begini,
Aku memahami, kenapa yang menurutku sulit dahulu nyatanya memang begitu mudah
Tenyata begini,
Lalu sejak kapan aku menjadi mudah akrab dengan keadaan yang bahkan tak pernah ku duga?
Barangkali, sejak ku mengenalmu
Semua keadaan setelah perkenalan itu tak pernah ku duga
Termasuk hari ini, aku yang sekarang ini
'Aku' yang tak pernah ku duga
Duniaku tak sepenuhnya baru
Masih ada jejakmu yang selamanya akan tertinggal tanpamu
Lalu apa yang lebih menyenangkan dari sekedar berputar-putar?
Kamis, 21 Agustus 2014
Pengelana
Perjalanan demi perjalananPersinggahan lalu persinggahanTak pernah benar-benar tinggalHanya meneruskan arah dari peta yang dibuatnyaMenemui banyak pemukim yang berbedaYang dijadikannya sahabat sementaraUntuk menemani, menemaninya sejenak dikala singgahKemudian pergi dengan salam perpisahanBerulang, akan selalu begitu selama pengelanaannyaBerteduh dari terik dan deras hujanDiantara pelukan sengat dan kedinginanBerhenti sejenak lalu pergi lagiSeakan perjalanannya belum akan selesai dalam jarak yang dekatDiburu waktu dan keinginannya untuk terus berjalanPengelana, apakah kau tidak lelah?Apa ujung dari arah petamu adalah sebuah rumah?Atau hanya sebuah bukit yang tinggi? Atau mungkin hanya hamparan rumput tak bertepi?Lalu, dimana rumahmu?
: tanya untuk pengelana
Minggu, 27 Juli 2014
Tanyamu
Kenapa bertanya?Apa kamu masih ingin mendengar jawabanku?Jawabanku masih menarik untukmu?Lalu untuk apalagi?Apa semuanya akan kau tinggalkan ketika ku menjawab ‘iya’?Atau aku yang akan sepenuhnya kau tinggalkan ketika ku menjawab ‘tidak’?Atau tidak akan ada yang berubah, sama seperti saat sebelum kau bertanya?“Tinggal menjawab saja susah,” katamu, mungkin.
“Kenapa aku harus menjawab?”
“Aku ingin tau,” lanjutmuBukan sekarang, aku sedang tidak ingin ditanyai.Bagiku, semuanya tidak sesederhana yang dibenakmuJangan dengar kata orang, dengarkan hatimuKau lebih tau aku daripada mereka, Kau lebih mengenalku daripada merekaMeski semuanya terlanjur dibatasi dengan kata ‘pernah’Dengan hatimu yang terlanjur luluh dengan nama yang lainDengan keraguanmu tentang teguhmu untukkuDengan ketidakberanianmu menghapus ‘batas-batas’Aku masih ingat,Ketika akhirnya kau menyebut sebuah nama itu, bukan namakuHingga akhirnya aku mengerti, bumi ini berputar terlalu cepatAtau hatimu yang berpindah terlalu cepat“Lebih lama lah bersamaku, sejenak.” kataku di waktu yang lainKau diam, memikirkannya, mungkin. Aku berlalu darimu .
“Aku takut membuatmu jatuh cinta.”, suaramu samar terdengar dari jarakku melangkah.Sejak kapan kamu jadi penakut?Sementara kau selalu mengajariku jadi pemberaniKenapa kau baru bertanya sekarang?Ketika aku sudah tak punya jawaban
‘iya’ atau ‘tidak’
"Aku tak pandai berbohong dan tak ingin menghianati kata-kata dalam hati. Tak sanggup menghindari pertemuan, namun tak bisa mengelak perpisahan. Apa aku sudah melakukan hal yang benar? Sementara tidak ada yang salah didunia ini untuk orang-orang yang belum mengerti." - Beku.
Sabtu, 19 Juli 2014
Kenapa Mendung Itu Abu-Abu?
Daun gugur,Hujan menderas,Teduh, mana teduh?Bentengku tidak rapuh, hanya tak bisa menghianati kata-kata dalam hatiKejujuran memang pahit, kata orang. Namun tak akan pernah menyesatkanDan aku, tak ingin tersesat lebih jauh dan semakin jauh dari iniSedangkan dengan diam saja, sudah bisa membuatku bahagia.Setiap waktu pengelihatan memang tak pernah sama,Manusia pun, dinamis, tak pernah sama di waktu yang juga tak samaKetika Tuhan, memberi celah dan berbagai alasanDan aku, tak bisa menghindar dan melewatkannyaKenapa waktu tak pernah lelah melaju?Sebuah pelukan tak selalu dalam dekapanDan kehangatan tak selalu dibutuhkan dalam sebuah kedinginanKedinginan mungkin lebih baik, agar pertemuan menjadi hal yang paling dirindukanPertemuan sebagai selimut terhangat, lebih dari pelukan manapun yang tak bisa mendekap.Kenapa mendung itu abu-abu?Kenapa padam itu belum sanggup datang?
-tulisan dari seorang wanita yang tak pandai berpuisi-
Minggu, 06 Juli 2014
Grey & Jingga, "A Romantic Indonesian Comic" :)
Bisa dibilang tulisan ini adalah tulisan lanjutan dari tulisanku
yang berjudul ‘ Deg’, beberapa bulan yang lalu. Sekali lagi, tentang Grey &
Jingga. Ini tulisanku yang dulu tentang perkenalanku dengan Grey & Jingga baca disini :)
Kalau sebelumnya komik ini cuma bisa dilihat di facebooknya
Sweta Kartika, sekarang sudah ada versi print nya di Gramedia. Dan meskipun aku
udah selesai baca versi onlinenya, tapi gak afdol kalau nggak punya versi
print-nya. Harganya terjangkau, cuma 35 ribu rupiah. Dan udah bisa bikin kamu
senyum-senyum pas baca komik ini, aku jamin. Komik romance model begini, bisa
dibuat moodbooster-lovebooster (halah) ahahaa. Kalau di Surabaya, cuma ada di
gramedia expo sama gramedia tunjungan plaza. Dan biar gak kecewa, sebelum ke
gramed telfon aja custumer service nya dulu, soalnya pas aku kapan hari beli,
udah tinggal sedikit. (untung belum kehabisan ehehe)
Dan kalau sebelumnya Cuma bisa denger soundtracknya di soundcloudnya
Sweta Kartika, sekarang udah ada versi cd nya. Kalau yang ini belinya via online,
karena kasetnya gak dijual di toko kaset. Harganya cuma 30 ribu. Dan karena
mungkin rumahku diujung bumi dan ditengah hutan, ongkirnya lebih mahal dari
harga kasetnya ahahaha. Tapi gapapa deh, untuk harta karun yang satu ini, sayang
untuk dilewatkan.
Dan untuk yang satu ini, aku pengen ngasih sedikit reviewku,
tentang soundtrack Grey & Jingga. (review ala ala aku ehehe). Sebelumnya
denger lagu-lagu ini dengan suara vocal Sweta Kartika beserta gitarannya. Dan
untuk album yang dijual ini, musiknya di arransement ulang sama anak ISI Yogyakarta.
Dan sangat tidak mengecewakan. Over all, lagunya jadi lebih drama. Kualitas
rekamnya juga udah bagus. (barangkali yang sebelumnya denger souncloudnya mas
Sweta yang masih banyak noise nya ehehe)
Pangeran Kesepian. Lumayan surprise denger arransement lagu
ini. Musiknya pake instrument piano dan nuansanya jadi kayak lagu-lagunya
Sherina. Cuma entah, hmmm mungkin cuma menurutku ada sesuatu yang kurang dilagu
ini,(kurang dalem galaunya kayaknya hehe) atau ekspektasiku yang mungkin
berlebihan. Tapi lagu ini tetep kece didengerin, khususnya buat yang lagi galau
ehehe.
Kisah Cinta Senja Termanis. Arransementnya jadi lain banget
dari aslinya. Entah ini jadi jazzy atau mungkin yang lainnya (maaf kalau
salah). Lagu ini jadi nyaman banget ditelinga. Dan suara vokalisnya enak banget
dilagu ini, vibra diujung-ujung sama cengkoknya itu hmmm (bukan cengkok dangdut
tapi hehe). Cocok banget didengerin sore-sore. Sambil nungguin senja sama…
(eaaa ehehehe)
Semenjak Ada. Fix, aku jadi suka banget sama lagu ini gegara
dengerin versi barunya. Easy listening, dan kalau ikut nyanyiin bisa jadi
senyum-senyum (hayoloh ahaha). Lagunya orang kangen yang malu-malu ini. Most
favorite song from this album. :)
Hati Tak Bertuan. Kalau yang ini baru pertama kali denger.
Lagu galau kedua di album ini, tapi untuk yang ini bisa berhasil bikin aku
ikutan galau beneran. Dan cukup terkesan sama suara violinnya, dibagian reff
sampai akhir bisa bikin hati ‘ter-iris’ dan diakhir lagu sampai netesin air
mata. (beneran gak alay, mungkin karena aku gampang terharu denger lagu yang
beginian, tapi suara violin diakhir lagu ini, bikin tumpah semua-muanya hihi :’))
Kisah Cinta Senja Termanis (Accoustic). Well, lagu ini aku
daulat jadi soundtrack utama komik ini. Soalnya kalau denger lagu ini, langsung
kebayang adegan-adegannya grey sama jingga. (adegan di komiknya ini ahahaha)
Over all, aku suka kesemuanya. Mas Sweta Kartika nya keren,
bisa bikin komik beserta quote’s dan soundtracknya (jarang yang paket komplit
gini). Buat anak ISI Yogya, keren juga nih musiknya jadi bagus dan sedikit
makin rumit ehehhe, tapi keren. Karena lagunya jadi lebih eksklusif lagi, jadi
limited edition. Buat kalian, terus berkarya ya, aku tunggu karya selanjutnya.
:)
Buat penikmatnya, terus mengapresiasi ya, punyai karyanya
yang asli. Anggep aja jadi bukti otentik kalau kamu suka/ngefans, atau mungkin
ini salah satu cara mengapresiasi mereka. :)
#Support Our Local Art Work!
Thanks for Read, Goodreaders :D
Langganan:
Postingan (Atom)



