Menjadi mudah menangis
Menjadi mudah tersentuh
Menjadi mudah marah
Menjadi mudah merasa
Menjadi mudah menyerah
Kenapa semua menjadi mudah?
Senin, 27 April 2020
Sensitive
Jumat, 24 April 2020
Cabin Fever
Kurasa semua orang di dunia sekarang lagi ngalamin fase
demam kabin itu, sebagai efek samping dari karantina mandiri, #dirumahaja.
Tentu aja termasuk aku, tanpa keraguan.
Aku jadi gampang ngantuk, sering insecure, resah,
demotivated, stress, gampang sedih, dan sering banget gatau mau ngapain.
Cabin fever adalah sebuah sindrom yang dialami orang-orang
yang terlalu lama ada di dalam ruangan. Walaupun bisa dibilang aku belum ada di
titik ngerasa ada di penjara sih, karena sejujurnya aku belum sefrustasi itu,
atau memang ada sebagian dari diriku yang bahagia karena aku bisa ngelakuin
semua hal dirumah aja, termasuk
kerjaanku.
Well, sekarang hari pertama bulan Ramadhan di tahun 2020.
Sedikit berbeda? Tentu banyak berbeda. Meski di masjid deket
rumahku masih diadain sholat berjamaah, ditengah himbauan pemerintah buat
beribadah dirumah aja. Aku sama Ibu sholat dirumah, Bapak sama adek, sholat di
masjid. Aku udah remind dengan segala cara, tapi yaudah, mereka punya hak untuk
milih pilihannya, dan aku dengan pilihanku.
Aku cuma berfikir aja, upayaku selama kurang lebih sebulan
ini untuk #dirumahaja bakal sia-sia, meski Cuma sehari aja aku misalnya ga
disiplin. Dan aku gamau ikhtiarku sia-sia. Allah Maha Mengetahui.
Sekarang nggak ada pilihan lain selain menerima keadaan ini.
Beradaptasi, lalu menghadapi. Nggak ada cara lain. Apapun yang terjadi sekarang
ini, hidup tetep harus berlanjut. Harapan bakal selalu ada kalau kita percaya.
Sekarang semua orang melakukan apapun buat bisa survive, dan
semoga yang udah bisa survive juga mau bantu orang lain buat bisa survive juga,
sampai semua ini berakhir.
Sebelumnya aku sempet juga ngerasain stress selama 1 – 2 minggu
awal aku WFH, my brain was stuck. Gabisa mikir apa-apa dan ga pengen
ngapa-ngapain. Nyoba ini itu buat mahamin diri sendiri maunya apa. Karena aku gamau
kayak gitu terus, aku gasuka diriku sendiri kalau gabisa produktif. Akhirnya aku nemuin ramuan ajaib buat bikin
moodku on, kalau aku butuh mood itu.
Dengerin ASMR.
Aku nggak nyangka-nyangka banget, kalau otakku bakal mudah
ditipu segampang ini. Buka youtube, cari nature sound, yang suaranya paling
kedengeran jernih dan alami. Dan bimsalabim. Aku bakal ngerasa auto seger kayak
lagi ada di alam aja gitu. Bisa milih juga mau dengerin apa (kalau ini sesuai
selera sih) tapi yang penting adalah suara alam. Soalnya ngerjain kerjaan sambil
dengerin lagu udah ga mempan lagi buat ngilangin stress dan balikin moodku pas
lagi kena cabin fever ini. And it’s work !
Thankyou teknologi. Thankyou suara alam, Thanks God.
It’s very healing me.
Dan di titik ini, aku masuk ke fase mulai bisa berkompromi.
Dan di titik ini, aku masuk ke fase mulai bisa berkompromi.
Rabu, 15 April 2020
Catatan Tahun 2020 : “Aku Harus Meninggalkan Jejak”
April 2020
Setengah
sebelas siang, segelas beng-beng drink hangat, dan backsound kicauan burung
lovebird yang cukup berisik tapi ga ganggu
Kali ini ga
perlu terlalu mengumpulkan effort buat nulis ini, karena ada tenaga endogen
dari dalam diriku yang membuatku tergerak untuk ‘mengabadikan’ apa yang yang
kurasakan di tahun ini. It will be random post maybe, I just wanna write what’s
on my mind right now.
Tahun 2020,
tahun yang beberapa tahun lalu dibayanganku, aku bakal menikah di tahun ini
karena ulang tahunku tahun ini ditanggal cantik, kece buat tanggal pernikahan.
Oke, itu bayanganku di beberapa tahun lalu. Kenyataannya, aku masih sibuk sama diri
sendiri dan perbaikan diri, udah mulai suka sama orang lagi, tapi orangnya
gatau suka sama aku apa enggak, tapi untuk sekarang kayaknya belum. Heu. Oke lanjut.
1 Januari
lalu, ada kabar duka di keluarga besar alm Ayah. Suami tanteku meninggal dunia,
tepat di malam tahun baru. Kegiatanku diawal tahun ini adalah takziyah, menangis
sekeluarga karena kehilangan saudara.
Aku nggak
menyangka bahwa setelah itu ada kabar-kabar buruk yang lain. Dan ini berlaku
untuk semua orang. Tahun ini, generasiku, merasakan yang namanya kedatangan ‘virus’.
Jika kamu ingin tahu gambaran singkat tentang bagaimana keadaan yang terjadi
sekarang, kamu bisa menonton film Contagion tahun 2011. Kurang lebih itu yang
terjadi, namun dalam versi filmnya lebih di dramatisir. Mengenai film itu sendiri,
aku baru nonton setelah banyak orang membicarakannya jadi efek kagetnya ga gimana-gimana.
Tapi cukup dibuat gedeg juga, kenapa, yap….. 10 tahun lalu, penulis film itu
sudah menulis ceritanya. Kemungkinannya, pertama, kebetulan. Kedua, dia peramal.
Ketiga, dia dapet data rahasia.
Entah
mengapa, aku percaya dengan kemungkinan ketiga. Karena film itu terlalu detail
untuk sebuah kebetulan dan terlalu saintis untuk seorang cenayang. Well balik
ke dunia nyata.
Ah, ya.
Virus ini dinamai COVID-19. Corona Virus Disease 2019. Karena pertama kali
muncul tahun 2019. Berbeda dengan di film yang penyebab awal virus bisa di tracking,
yang terjadi di dunia nyata, enggak semudah itu. Karena penyebaran virus ini
bertepatan dengan momen Tahun Baru Imlek, yang mana ya….orang-orang china pada
pulkam, terus pas balik ke negara rantauan, tanpa mereka sadari mereka membawa
virus itu. Tapi disini aku ga bermaksud nyalahin siapa-siapa, karena siapa juga
yang mau kena virus itu? Kurasa mereka pun ga mau. So, virus ini mungkin memang
udah ditakdirkan turun di tahun 2020 ini.
Meskipun
virus itu udah muncul 2019, tapi Indonesia masih santuy abis pas awal-awal
virus itu muncul. Banyak meme dan dagelan-dagelan yang pas itu masih lucu pas
aku baca. Sampai pada bulan Januari-Februari aku mulai ngerasa bahwa meme itu
udah mulai ga lucu lagi. Kerjaanku, yang bikin aku banyak baca ini itu, secara
ga langsung ngebuat aku baca banyak hal termasuk berita internasional ini, yang
makin lama makin mengkhawatirkan. Aku Cuma berfikir, kayaknya tinggal tunggu
waktu virus itu nyampe di negara ini.
Saat itu
aku juga udah mulai mempersiapkan diri, udah beli handsanitazer, bikin
disinfektan, makan ini dan itu, serta satu hal yang paling susah yaitu,
mengedukasi keluargaku sendiri supaya lebih aware sama diri sendiri. Jujur
awalnya berat banget, tapi karena aku ga pengen aku menyesal sama diri sendiri,
jadi aku rajin cerita ini itu ke ibu, ke adek-adekku, sampai akhirnya mereka
ngikutin apa yang omongin. Kamu pasti juga melakukannya kan, berusaha sekuat
tenaga jaga keluarga :)
Tulisan ini
pun dibuat saat aku ngerjain kerjaanku di rumah, alhamdulillah sekarang pekerjaanku
termasuk yang bisa dikerjain di rumah. Diluar sana, sekolah-sekolah dan kampus
diliburkan. Banyak juga orang yang kerja dirumah, juga banyak orang yang
kehilangan pekerjaannya karena dampak dari kebijakan yang mau gamau harus
dilakukan untuk menekan korban kematian karena virus ini, dan ya memang hanya
itu caranya.
Masih
banyak yang ingin aku ceritakan, akan aku lanjutkan di hari-hari setelah ini.
BERTAHANLAH,
teman-teman :)
Senin, 29 Januari 2018
Dua Tahun Ini
Hampir dua tahun lamanya tidak menulis di blog ini dan rasanya rindu sekali. Menceritakan apa yang ada didalam kepala dan hati(meski setelah dibaca-baca lagi blog ini dulunya kebanyakan ditulis dengan hati ehehe). Dan dua tahun berjalan tanpa meninggalkan jejak disini terasa sedikit menyesal karna aku kehilangan jejakku sendiri. Maka dari itu aku akan coba mengingat ingat apa saja yang telah aku lalui selama kurun waktu itu dan menulis rangkumannya disini, meski akan kurang rasanya (karena mungkin akan kurang detail) but let's write it down. (sambil ngecek album foto untuk membantu mengingat)
Bisa dibilang ini bukan kompetisi cipta lagu pertama yang aku ikuti. Sudah empat atau lima kompetisi di tahun-tahun sebelumnya pernah ikut namun belum tembus lagu-laguku. Dan yang ini, yang hopeless, Alhamdulillah dapet juara. Banyak hal yang aku dapetin dari ini. Dan ngerasa doa-doaku dikabulkan oleh Allah pada satu waktu sekaligus dan lebih dari itu. Mulai dari ngerasain naik pesawat pertama kalinya, naik kereta eksekutif pertama kalinya, ketemu Bemby Noor dan Gita Gutawa pertama kalinya, Laguku di arransement ulang purwacaraka dan dibawain Hanin Dhiya, muncul di TV Nasional, main-main ke Dahsyat, ikutan press conference, main ke Musica Studio, dan ketemu penulis-penulis lagu se Indonesia. Rasanya like my dreams come true :) bahkan kenyataannya lebih indah dari yang ku kira :) Masuk dua belas besar dan ke Jakarta aja udah seneng banget, ditambah bisa masuk tiga besar. Alhamdulillah. Semua berkat doa ibu, keluarga dan teman-teman yang sangat mendukungku. 80% nya itu. 20% nya aku terus belajar untuk memperbaiki dan meningkatkan kemampuan :) semoga kedepan aku terus semangat melaju dan terus upgrade, amiin.
Selain event, di waktu-waktu ini aku cukup aktif di salah satu organisasi di kampus dan saat ini dipercaya untuk mengemban tugas sebagai ketua. Dan jika kamu tau, bahwa hal-hal seperti ini itu sangat jauh dari zona nyamanku. Ini juga adalah organisasi pertamaku sepanjang hidup. Hal baru yang ku dapat saat kuliah. Dan aku belajar banyak, untuk memahami orang-orang. Membuat mereka percaya bahwa, kita semua punya potensi dan bisa berkembang bahkan maju. (ini karna aku berada di lingkungan yang mayoritasnya kurang percaya dengan apa yang mereka punya, entah didalam maupun diluar organisasi) then, let's make them believe that they are, something!
Tentu saja yang terjadi sungguhan lebih banyak dibanding itu, dan mungkin sedikit terjawab kenapa dalam kurun waktu itu aku tidak sempat menyentuh blog ini. Karena untuk tidur saja aku berhutang banyak. Saat aku semangat melakukan banyak hal tapi waktu luang yang kupunya saat itu tidak terlalu banyak untuk melakukan semuanya. Lalu sekarang? Aku sedang rehat sejenak, semoga tidak terlalu lama. Jadi punya pengalaman baru untuk merasa "Ternyata gini ya rasanya jadi mahasiswa yang cuma mahasiswa aja." Senengnya karna kepala rasanya ringan, meski nyatanya belum bisa bener-bener fokus, karena ide-ide dan want to do di kepala pengen running semua. Di luar itu, jujur, kalau kamu cuma jadi mahasiswa yang cuma kuliah doang terus pulang dan repeat. Kamu harus tau, kalau itu RUGI besar. Percaya deh! Tapi kalau nggak percaya dan kamu senang menikmati kelonggaranmu, it's okay itu pilihanmu. Cuma bayangin aja kalau setiap waktumu bisa kau jadikan saat-saat yang berharga dalam hidupmu. Entah merencanakan sesuatu, menambah 'makanan' untuk
kepalamu berfikir atau untuk menciptakan sebuah karya. Di masa depan, tak akan ada penyesalan karena kamu telah menggunakan masa mudamu dengan baik dan produktif. (Ini bukan kata-kataku sendiri anw, tapi nasihat ini adalah akumulasi dari orang-orang terdahulu yang pemikirannya pernah aku baca, lihat dan dengar, dan itu cocok untukku)
Termasuk untuk menulis blog ini. Mungkin sebagian dari kamu akan berkata, "ngapain gitu aja diceritain? males banget ah nulis nggak penting. Kok cerita yang dulu-dulu nggak di hapus?" dan tentu aku membebaskan kamu berfikir seperti itu karena memang berfikir seperti itu tidaklah salah. Hanya saja disini yang ingin aku bagi adalah semangat untuk meninggalkan sejarah atau dongeng untuk 'hari-hari yang akan datang'. Melalui tulisan, aku bisa terlempar kembali pada suatu masa, saat aku bahagia, seneng, sedih, patah hati, bahkan saat-saat aku bangkit setelah terjun bebas di jurang kenestapaan pun (ini kenapa gini banget bahasanya hh) aku bisa rasain lagi dan kadang aku kagum dengan diriku di masa lalu yang barangkali lebih kuat dan lebih bijaksana saat mengalami sesuatu yang berat saat itu. Dengan menulis aku jadi tau proses belajarku selama aku hidup. Bagaimana aku yang dulunya adalah seorang yang begitu diliputi kesedihan dan pemalu (hiks sedih banget) sekarang jadi seseorang yang bisa dibilang berbanding terbalik dari itu. Dan tentunya tidak semudah dan secepat itu. Ditambah dengan keinginan yang kuat untuk belajar dan membuat diri jadi lebih baik dari sebelumnya. Well aku tau tulisan ini sangat random, tapi nggak papa in ya. Karena ini adalah awal aku menulis di blog ini lagi, sebagai pemanasan. Pemanasan nulis blog dan menganalisa penelitian a.k.a skripsian ku yang sedang coba ku kebut mengerjakannya. Semoga selesai tepat waktu, amiin.
- Juara 3 Acila (Ajang Cipta Lagu Anak Indonesia 2016)
Bisa dibilang ini bukan kompetisi cipta lagu pertama yang aku ikuti. Sudah empat atau lima kompetisi di tahun-tahun sebelumnya pernah ikut namun belum tembus lagu-laguku. Dan yang ini, yang hopeless, Alhamdulillah dapet juara. Banyak hal yang aku dapetin dari ini. Dan ngerasa doa-doaku dikabulkan oleh Allah pada satu waktu sekaligus dan lebih dari itu. Mulai dari ngerasain naik pesawat pertama kalinya, naik kereta eksekutif pertama kalinya, ketemu Bemby Noor dan Gita Gutawa pertama kalinya, Laguku di arransement ulang purwacaraka dan dibawain Hanin Dhiya, muncul di TV Nasional, main-main ke Dahsyat, ikutan press conference, main ke Musica Studio, dan ketemu penulis-penulis lagu se Indonesia. Rasanya like my dreams come true :) bahkan kenyataannya lebih indah dari yang ku kira :) Masuk dua belas besar dan ke Jakarta aja udah seneng banget, ditambah bisa masuk tiga besar. Alhamdulillah. Semua berkat doa ibu, keluarga dan teman-teman yang sangat mendukungku. 80% nya itu. 20% nya aku terus belajar untuk memperbaiki dan meningkatkan kemampuan :) semoga kedepan aku terus semangat melaju dan terus upgrade, amiin.- Jadi Youtuber
Mmmm ini sebenernya entah mau ditulis atau enggak. Karna ku yakin banyak juga yang jadi youtuber. Cuma disini aku mau ninggalin jejak kalau aku lagi seneng-senengnya untuk isi content youtube-ku. Alhamdulillah bisa diterima. Dan respon dari viewers terkadang yang jadi semangat buat terus bikin lagi yang lebih baik lagi dan terus produktif. Selain orang-orang disekelilingku yang nyemangatin aku, mereka di dunia maya, seorang yang nggak kenal aku dan sebaliknya, baik-baik banget ngasi aku semangat dan doa-doa baik. Terima kasih banyak :)- Jadi Keyboardist + Bikin Wedding Band
Di waktu-waktu ini juga tanpa direncanakan (mmm pernah berdoa sih hehe) aku jadi keyboardist, meski masi belum mahir main pianonya. Tentu semua itu nggak mungkin terjadi kalau aku belum dapet kesempatan. Dan terima kasih untuk orang-orang yang percaya dan memberiku kesempatan untuk melakukan ini. Aku akan terus berlatih, inshaAllah. Bismillah.- Jadi Presenter TV
Bulan Ramadhan 2017 kemarin dapet tawaran buat jadi presenter program musik di TV9. Jadi presenter dan aku perform nyanyi dan main piano juga. Rasanya excited! Ilmu pas sekolah SMK dulu berguna banget. Dan tentunya satu challenge tersendiri nyanyi sambil main piano, yang sampai sekarang aku masih berusaha dan berlatih keras untuk itu :'D but I'm very happy to doing that!- Jadi Anak Event
Semasa kuliah ini aku cukup belajar banyak hal. Salah satunya yang paling banyak adalah belajar event and organize people. Ada beberapa event yang menyita tenaga dan fikiranku. Hectic tapi seru. Seru nya capek tapi ngangenin. Mulai dari Event pameran foto, event tugas kuliah manajemen event, sampai event terbesar dalam hidupku saat itu, "Dacsafest 2017" yang amaze untuk aku. Aku sangat belajar banyak hal. Dan kali ini sangat mahal. Tapi kembali lagi, aku belajar banyak hal. Dan pengalaman di beberapa event ini, aku menemukan diriku yang lain. Bahwa aku bisa bekerja dalam kerja tim. (karena menurutku nggak semua orang bisa melakukan hal ini)
- Jadi Ketua Himpunan Mahasiswa (Belajar Organisasi)
Selain event, di waktu-waktu ini aku cukup aktif di salah satu organisasi di kampus dan saat ini dipercaya untuk mengemban tugas sebagai ketua. Dan jika kamu tau, bahwa hal-hal seperti ini itu sangat jauh dari zona nyamanku. Ini juga adalah organisasi pertamaku sepanjang hidup. Hal baru yang ku dapat saat kuliah. Dan aku belajar banyak, untuk memahami orang-orang. Membuat mereka percaya bahwa, kita semua punya potensi dan bisa berkembang bahkan maju. (ini karna aku berada di lingkungan yang mayoritasnya kurang percaya dengan apa yang mereka punya, entah didalam maupun diluar organisasi) then, let's make them believe that they are, something!- Jadi Voice Over Talent
Di waktu-waktu ini juga dapet kesempatan buat menyalurkan hobi "berbicara" dan bercerita. Sekarang jadi voice over talent untuk salah satu channel youtube yang lagi viral. Belajar juga buat vocalizing juga agar lebih bisa me-manage waktu. Dan sering-sering nge-review hasil VO an diri sendiri, dan ini cukup challenging menurutku :)) Alhamdulillah.- Ikut banyak lomba dan belum menang xixi
Yapsss di waktu-waktu kemarin aku juga tetep ngikutin beberapa kompetisi, meski belum rejeki. But it's okayyyy, I'll try it again!! Karena aku percaya bahwa kalau kita pengen sesuatu, tidak cukup hanya ingin dan berdoa saja. Tapi berusaha dan berani mencoba (ini yang biasanya susah, berani mencoba tanpa takut kalah) Setelah udah berusaha sekuat tenaga dan berdoa penuh keyakinan, sisanya tinggal rezeki atau belum. Kalau itu rezeki buat kita, kita pasti dapet. Kalau belum, ya belum dapet, coba lagi. Dan itu beneran, karena aku sudah membuktikannya. Karena rasanya jarang sekali aku langsung menang di 'yang pertama kali ku lakukan'. Kalau boleh flashback, seringnya aku menang setelah partisipasi ke tiga, ke empat. Dan lebih sering kalah di banding menangnya hehe. Tapi dengan sering ikut kompetisi, kita jadi tau kita itu "seberapa" dibanding orang lain. Untuk mengukur kemampuan kita. Bisa jadi kita merasa sudah cukup hebat padahal bukan apa-apa, atau sebaliknya, kita merasa kemampuan kita gini- gini aja padahal kita nggak kalah bersaing dengan orang lain diluar sana. Kita nggak akan pernah tau itu, kalau cuma nyimpen itu atau menunggu ditemukan. We must show it to the world! Kalaupun kita masih kalah jauh dengan yang lain, it's okay nggak papa. Nggak perlu minder, Kita bisa belajar dan memperbaiki kekurangan kita :) semangaaaattttt!!Tentu saja yang terjadi sungguhan lebih banyak dibanding itu, dan mungkin sedikit terjawab kenapa dalam kurun waktu itu aku tidak sempat menyentuh blog ini. Karena untuk tidur saja aku berhutang banyak. Saat aku semangat melakukan banyak hal tapi waktu luang yang kupunya saat itu tidak terlalu banyak untuk melakukan semuanya. Lalu sekarang? Aku sedang rehat sejenak, semoga tidak terlalu lama. Jadi punya pengalaman baru untuk merasa "Ternyata gini ya rasanya jadi mahasiswa yang cuma mahasiswa aja." Senengnya karna kepala rasanya ringan, meski nyatanya belum bisa bener-bener fokus, karena ide-ide dan want to do di kepala pengen running semua. Di luar itu, jujur, kalau kamu cuma jadi mahasiswa yang cuma kuliah doang terus pulang dan repeat. Kamu harus tau, kalau itu RUGI besar. Percaya deh! Tapi kalau nggak percaya dan kamu senang menikmati kelonggaranmu, it's okay itu pilihanmu. Cuma bayangin aja kalau setiap waktumu bisa kau jadikan saat-saat yang berharga dalam hidupmu. Entah merencanakan sesuatu, menambah 'makanan' untuk
kepalamu berfikir atau untuk menciptakan sebuah karya. Di masa depan, tak akan ada penyesalan karena kamu telah menggunakan masa mudamu dengan baik dan produktif. (Ini bukan kata-kataku sendiri anw, tapi nasihat ini adalah akumulasi dari orang-orang terdahulu yang pemikirannya pernah aku baca, lihat dan dengar, dan itu cocok untukku)
Termasuk untuk menulis blog ini. Mungkin sebagian dari kamu akan berkata, "ngapain gitu aja diceritain? males banget ah nulis nggak penting. Kok cerita yang dulu-dulu nggak di hapus?" dan tentu aku membebaskan kamu berfikir seperti itu karena memang berfikir seperti itu tidaklah salah. Hanya saja disini yang ingin aku bagi adalah semangat untuk meninggalkan sejarah atau dongeng untuk 'hari-hari yang akan datang'. Melalui tulisan, aku bisa terlempar kembali pada suatu masa, saat aku bahagia, seneng, sedih, patah hati, bahkan saat-saat aku bangkit setelah terjun bebas di jurang kenestapaan pun (ini kenapa gini banget bahasanya hh) aku bisa rasain lagi dan kadang aku kagum dengan diriku di masa lalu yang barangkali lebih kuat dan lebih bijaksana saat mengalami sesuatu yang berat saat itu. Dengan menulis aku jadi tau proses belajarku selama aku hidup. Bagaimana aku yang dulunya adalah seorang yang begitu diliputi kesedihan dan pemalu (hiks sedih banget) sekarang jadi seseorang yang bisa dibilang berbanding terbalik dari itu. Dan tentunya tidak semudah dan secepat itu. Ditambah dengan keinginan yang kuat untuk belajar dan membuat diri jadi lebih baik dari sebelumnya. Well aku tau tulisan ini sangat random, tapi nggak papa in ya. Karena ini adalah awal aku menulis di blog ini lagi, sebagai pemanasan. Pemanasan nulis blog dan menganalisa penelitian a.k.a skripsian ku yang sedang coba ku kebut mengerjakannya. Semoga selesai tepat waktu, amiin.
Kamis, 17 November 2016
UPROG Terkenang :)
Seperti janji yang
sudah ku sebarkan hhh, aku akan
menuliskan perjalanan mmm cerita tiga hari ku bersama teman-teman Dacsakom
(sebutan Himpunan Mahasiwa Komunikasi) di kampusku.
UPROG – UPGRADING ORGANIZATION
Claket, Mojokerto – 11-13
November 2016.
Day 1- Jumat, 11
November 2016.
Hari pemberangkatan ke
Claket. Aku terpisah dari rombongan. Karena masih kudu kerja dulu hari itu dan
baru bisa berangkat seusai maghrib. Beruntung ada sepasang teman yang baik
hatinya yang nebengin aku , Isbat dan Dhito.
(eh btw mereka bukan sepasang hhh) Tapi sebelum berangkat, dikerjain dulu sama
panitia yang udah di TKP, buat beli pisang sebelum berangkat. Alhamdulillahnya,
masih ada bakul pisang yang tersedia. (dan ternyata ini nantinya bakal jadi
makanan mewah pas disana)
Baru bener-bener otw jam
20.15 an, setelah Isbat dan Dhito menemukanku disuatu Indomaret di negeri anta
berantah hhh. Berangkat dengan selow karena jalanan basah. Diiringi dengan
playlist lagunya Dhito yang oke juga, cocok buat musik yang didengerin dijalan,
tapi pas sore-sore hh. Singkat cerita kami sampai di villa asri sekitar pukul
22.15.
Sampai di villa, yang
aku lihat hanyalah villa yang sepi karena peserta udah pada tidur dan panitia
evaluasi. Jadi yang menyambut kami hanyalah Deby sang sie keamanan. Oh iya, di
kepanitiaan kali ini aku dapet tugas yang antimainstream. Yaps, aku ditugaskan
menjadi sie konsumsi! Skill masakku yang ala kadarnya ini akan diuji sebentar
lagi.
Tugas pertamaku malam
itu adalah menggoreng ayam-ayam jumbo! Ayam-ayam yang besok bakalan dimakan
untuk sarapan bermenu soto ayam, yang ternyata enaakkk. Well, meskipun sie
konsumsi ini isinya cewek-cewek tapi karena skill memasak kami masih ala
kadarnya (dan nggak mau meracuni peserta nantinya, karena entah nanti rasanya
gimana kalau kami yang masak hh) akhirnya kami mendatangkan masterchef yang
berbakat, you know who? Yaps, Fathur Rahman sang Ketua Hima. Terpujilah kan, punya
ketum yang jadi penyelamat lidah dan perut kita semua.
Ayam selesai semua
digoreng, dan aku pun tertidur diantara panitia lain. Seingatku itu pukul 01.00
WIB … - take off to dreamland.
Day 2 – Sabtu, 12
November 2016
Aku terbangun pukul
04.15 WIB gegara alarmku bunyi, terus ada Rima yang dateng dan mengajakku
berangkat. Yaps! Tugas menyenangkan pertamaku hari ini adalah “Ke Pasar”!
sebenernya ke pasar ini adalah tugas paling biasa didunia. Tapi karna
perjalanannya kudu turun bukit dulu, ngelihat gunung pagi-pagi, kabut tipis,
udara supersejuk, pohon-pohon ijo, jalanan lengang, nggak ada polusi, matahari
mau terbit…itulah yang bikin menyenangkan :D
Belanjanya cuma 15
menit, padahal perjalanannya hampir setengah jam hhh lamaan perjalanannya. Habis
belanja, masak, dan mereka sarapan. Ini yang aku ceritain pure pakai sudut
pandang sebagai assisten chef yang nggabisa ikut senam pagi (padahal pengen)
dan nggabisa ikut jelajah dan berpetualang (padahal pengen) hhh, tapi karena
kami kalian berenergi! Haha(devilaugh)
Karena penasaran juga,
akhirnya aku menculik diriku sendiri buat nengokin adek-adek yang lagi
berpetualang dan untung ada Derry yang mau nganterin aku keliling. Gamsahamnida.
Keliling di rute yang bakal dilewati adek-adek, dan berhenti di beberapa pos
juga. Total ada lima pos, yang mewakili enam divisi yang ada. Dan ketahuilah
wahai para adek-adek, aku iri banget sama kalian karena kalau jelajahnya
begini, aku juga pengennnnnn ikut sebagai peserta. Memang harus jalan kaki yang
lumayan jauh dan agak panas.
Tapi bisa melaluinya sama temen-temen bareng,
dapet challenge yang menyenangkan ditambah pemandangan yang manjain mata
sepanjang perjalanan…aku pengen punya pengalaman kayak gitu hikss. (haha ini
kakak mellow macam apa coba) *abaikanlah, lanjut!
Aku kembali lagi ke
basecamp (baca: kitchenroom a.k.a dapur) buat nyiapin makan siang. Tenang pemirsa,
yang masak tetep Chef Fathur, aku cuma assisten kok. Setelah masak buat makan
siang pun aku ketiduran…
Sorenya kudu bangun
lagi nyiapin buat makan malem. Kegiatanku cuma gitu aja, hhaha nggak juga ding.
Tapi hikmahnya, jadi termotivasi buat belajar masak lebih giat lagi ke Ibu,
nggak cuma tinggal makan aja bisanya hh. Iya kalik, masa’ kalah sama Fathur
yang cowok tapi jago masak. Suatu hari nanti aku juga pasti bisa jago masak,
amin. Aminin juga ya hehe.
![]() |
| my yellowmellow id card (foto itu dipilih secara random oleh sang pembuat id card hiks - pas hidung berhansaplast) |
![]() |
| with the masterchef |
![]() |
| kalau dilihat secara langsung ini bwagus |
![]() |
| semangatlah adek-adekku yang super :* |
![]() |
| Pos 2 |
![]() |
| Pos 5, btw atribut tiap kelompok beda-beda. bebas! mau dikreasikan gimana :D |
Malam Inagurasi
Agenda setelah makan
malam yaitu, Malam Inagurasi. That make my night so yellow-mellow. Eitss sebelum
itu, aku dipesenin sama sie acara dan mc, buat bikin kata-kata untuk renungan
malam nanti. Iya, dadakan. Terusan aku minta Anggi buat ngasih aku instrument
musik yang bakal jadi backsound nantinya, dan terpilihlah instrumentnya Yiruma
yang berjudul Dreams. Yang pas aku dengerin instrument itu, banyak kata-kata
terbang-terbang dikepalaku. Dan jadilah sederet kata-kata yang sebenarnya cukup
tak beraturan, karena yang aku tulis adalah apapun yang lewat dikepala saat
itu, dan pas ku baca lagi sambil dengerin musiknya yiruma itu, ini kenapa jadi
baper baper sendiri, nangis-nangis sendiri (ini apa banget hahaha :’D) sebelum
akhirnya Anggi tiba-tiba masuk ke kamar, “Dhan kamu kenapa?” “Aku baper nggik.”
“Ayuk makan dulu.” …. (“nggik aku baper bukan laper” hhhh)
Setelah makan malem
(dan akunya finish terakhir makannya) sampailah kita di acara menyenangkan
lainnya. Iyaps, “Malam Inagurasi”. Jadi karya-karya adek-adeknya selama
petualangan tadi ditampilkan disini, ditambah dengan penampilan drama musikal
dari tiap kelompok. Sangat kreatif dan menghibur! Kalian bikin aku ngakak sampe
sakit perut hhh. Gamsahamnida ya dek. Setelah itu siapa coba yang perform?
Iyaaapsss Chayra on the stage. Yang menchayrakan harimu, hhhhduh. Disuruh perform
dadakan. Dan ini pertama kalinya aku perform pake kacamata.(karena mata sebelah
kiriku lagi sakit) dan seneng juga bisa mengisi malam yang menyenangkan ini,
dan nyanyi bareng sama semuanya. Terus ngajakin adeknya juga yang dari tadi
mencuri perhatian hhh, grup vocal dari kelompok Creation kalo ga salah. Dan akhirnya
mereka lah juga yang bikin suasana jadi semakin menyenangkan, karena kami semua
bernyanyi dan menari bersama. Setelah itu ada surprise spontan buat Anggi yang
pas itu ulang tahun, dan ada juga Harris (adek kelas) yang ulang tahunnya barengan
sama Anggi. Dan jadilah kami semua nyanyiin lagu ulang tahun buat mereka berdua.
Ditambah episode tiup lilin yang diganti tiup obor haha. Semoga ulang tahun
kalian edisi tahun ini, bakal jadi cerita ulang tahun terbahagia kalian ya :**
Seusai bernyanyi kami
semua duduk melingkar, saling menggenggam teman yang ada disebelah kami
masing-masing. Lampu dimatikan, instrument musik dinyalakan. Dan Anggik pun mulai
berkata-kata. Jangan tanya aku gimana, karena udah pasti tau aku bakal gimana. Hahahikss.
Anggi paling oke kalau urusan beginian, dan berhasil juga bikin suasana makin
baper. Dan sampai sekarang kalau aku inget beberapa kata itu, masih haru juga. Bahkan
pas nulis ini dan ceritain ini ke Ibu, Ibuku juga ikutan nangis hhhh. (eh
sumpah ini beneran, aku juga gatau kenapa Ibuku baper gitu). Abis haru-haruan,
kami nerbangin lampion harapan. Sumpah moment ini mirip banget kayak drama
korea “Moonlight Drawn by Clouds” pas scene pangeran nulis keinginannya buat
nemuin Ibunya pacarnya. Sebelum… ada lampion yang terbakar, ada yang nyasar ke
aula di lantai 2, ada yang nabrak tiang, ada yang nyangkut di pohon, ada yang ga
bisa terbang-terbang dan segala ekspektasi kemudahan dan keindahan pas
nerbangin lampion di film-film romance lainnya. Gagal hhh.
Jadinya malah film
comedy karena bukannya terharu pas nerbangin, malah dibikin ngakak sama
ngejar-ngejar lampion yang nyasar sama nyangkut tadi. Karena takut malah jadi
kebakaran hhh. Tapi tetep tidak mengurangi misi malam ini, banyak juga kok
lampion yang take off dengan sempurna, sampai diangkasa menghias langit malam
yang bertaburan bintang dan terangnya bulan (duh jadi laper hh) Alhamdulillah,
malam itu terang benderang padahal sebelumnya sempat gerimis dan
mengkhawatirkan juga.
Seusai nerbangin
lampion, jam bebas untuk semua. Dan sebelum aku mengambil jam bebasku, aku kudu
memastikan bahwa sudah nggak ada lagi yang mau dimasakkin. Dan disaat-saat
inilah pisang keju menjadi makanan mewah.. soalnya rasanya jadi enak banget
kalau disini. Setelah masak untuk beberapa orang. Kami membuat forum galau hhh,
ketawa ngakak sampai nangis buat ngedramatisir korban kami kali ini “Icha”.
Tapi dia cukup strong melebihi apa yang dibayangkan, dari sekian lagu sedih
galau melau yang kami nyanyiin buat dia, dianya tetep tangguh. Love you cha! Kamu
udah lulus tempa-an. You are strong and life must go on. With or without him. :*
dan karena icha nya nggak baper-baper akhirnya kami capek sendiri terus tepar –
dan itu sudah pukul 02.30 WIB.
Day 3 – Minggu 13
November 2016
Seperti dugaan, aku
bangun kesiangan. Mataku terbuka tapi dalemnya masih tidur. Akhirnya aku nekat
mandi, dengan air es ituu. Dan akhirnya aku bener-bener bangun, soalnya
kedinginan hh. Bikin sarapan dan sarapan bareng. Unfortunately, kursi yang
dudukin ternyata rapuh, jadinya aku terjatuh dan sarapanku jatuh juga. Nggak sakit
sih, tapi kaget, malu juga hhh. Nah habis sarapan ini lah cebur-ceburantime
sambil ngakak karena menghibur juga sih…. Aku kira aku nggak bakal kena, karena
siapa yang bakal cuciin piring mereka kalau aku diceburin. Hoho. Dan setelah
cukup berkilah, aku diceburin juga akhirnya. It was so fun, meski kedinginan. Kedinginan
bareng sampe mulut jadi kebiruan. Tapi masih bisa ketawa bahagia. Dan sebagai
hukumannya, mereka yang nyeburin tadi yang nyuci piring hahaha. Foto-foto
sebentar, dan aku mentas duluan karna gak kuat dinginnya, dan mandi untuk yang
kedua kalinya.
Setelah itu upacara pengukuhan,
foto session dan kita pulang ke Surabaya…
![]() |
| Keluarga Besar Dacsakom 2016-1017 |
![]() |
| Keluarga Besar Dacsakom 2016-2017 |
![]() |
| Cobalah abaikan Gerry (1) |
![]() |
| Cobalah abaikan Gerry (2) hhhh |
Well, terimakasih
banyak untuk Isbat sama Dhito yang udah nebengin aku dan mengantarku kembali
pulang dengan cepat dan selamat hhe. Terimakasih untuk koor-ku Rima yang ngasih
aku tugas yang menyenangkan, maaf kalau jarang ikut rapat. Terimakasih untuk
masterchef Fathur yang udah masak-masakan yang enak-enak meski ini hanyalah PO
yang identik dengan masakan rasa ala kadarnya, dan kamu mematahkan statement
itu hehe. Terimakasih buat semua panitia yang udah bikin konsep acara sekece
ini, ah kalian selalu kece :* dan terakhir terimakasih untuk semua Keluarga
Dacsa baik yang lama maupun yang baru, you’re all awesome! Cause we are DAC!
Different, Action, Creation!
"Bersamamu kuhabiskan waktu, senang bisa mengenal dirimu. Rasanya semua begitu sempurna, sayang untuk mengakhirinya. Janganlah berganti, janganlah berganti. Tetaplah seperti ini.. " - Sahabat Kecil, Ipank.
Terimakasih untuk
cerita ini :)
Ini cerita dariku, mana
cerita darimu?
:p
#uprogvol1
#uprogterkenang
Jumat, 04 November 2016
4 November 2016 - Politik, Agama dan Hukum ?
![]() | ||||
| sumber : okezone.com |
Basuki Cahaya Purnama atau Ahok yang dikenal tegas dan berani, kali ini harus mau dan bertanggung jawab atas perkataannya yang entah sengaja maupun tidak, dilaporkan telah melakukan penistaan agama. Saya sendiri juga melihat video rekamannya dan sangat menyayangkan, karena menurut saya, meskipun konteksnya pada saat itu adalah tidak sengaja dan tidak bermaksud apapun, tapi tentu saja hal seperti ini adalah hal yang sensitif bahkan sangat sensitif karena menyangkut agama - keyakinan - ideologi dasar.
Ahok yang kita ketahui elektabilitasnya cukup tinggi di pilkada mendatang ini tentu saja akan dihadang apa saja oleh lawan politiknya. Ahok yang dari kaum minoritas di Jakarta bahkan di Indonesia tentunya sangat mengejutkan bisa berada diposisinya saat ini. Isu SARA pun dilempar ke masyarakat mulai dari masalah ras dan lagi-lagi, agama. Namun tentu saja tidak semudah itu mengubah opini dan pendapat masyarakat Jakarta yang semakin cerdas dalam menggunakan hak pilihnya. Dan benar saja, isu SARA itu tidak terlalu berdampak dengan elektabilitas Ahok yang masih tinggi.
Hal ini pasti cukup membuat lawan politiknya harus memutar otak lagi dan mengatur strategi perang di pilkada nanti, mulai dari pencalonan AHY yang bagi saya sangat mengejutkan, ditambah pencalonan Anies di kubu lawannya dulu yang lebih membuat saya terkejut. Dan dalam hati berkata "politik bisa mengubah apapun" . Dari ketiga calon tersebut tentu hanyalah Ahok yang memiliki pengalaman untuk memimpin masyarakat. AHY yang belum berpengalaman di politik, begitupun Anies yang tiba-tiba saja dicalonkan menjadi gubernur.
Dan lalu, Ahok membuat kesalahan yang fatal. "Mulutmu Harimaumu" . Perkataan Ahok kala itu seakan menjadi bumerang untuk dirinya sendiri. Terlebih kejadian ini terjadi tepat saat musim pilkada, sungguh menjadi kartu as bagi kedua lawan politiknya untuk 'menyingkirkannya'. Timing yang sangat pas, dan seperti blunder yang dilakukan Ahok. Ditambah blow up dari media nasional baik cetak, elektronik maupun media online. Dengan pemberitaan yang intens dan provokatif.
Hingga terjadilah Aksi Demo 4 November hari ini. Ribuan massa berdemo ke Jakarta mengatasnamakan jihad membela Islam. Ribuan massa. Dan tidak hanya dari Jakarta, namun dari seluruh Indonesia. Hal ini menunjukan bahwa betapa krusialnya isu agama di negeri ini, negeri yang dimata negara lain terlihat luar biasa karena Bhinneka Tunggal Ika-nya, perbedaannya, ragamnya, tenggang rasanya dan toleransi beragamanya. Katakanlah Ahok memang bersalah dan dia telah meminta maaf dan akan diperiksa oleh aparat hukum, lalu apa sebenarnya tujuan dari aksi demo hari ini? Apakah agar Ahok mempertanggungjawabkan ucapannya? Atau agar orang non islam tidak jadi pemimpin? atau agar Ahok mundur dari pencalonannya? Allahualam.
Dan ada beberapa pemikiran dan pertanyaan-pertanyaan liar dikepala saya. Apa aksi demo hari ini murni karena jihad dan bukan karena ada kepentingan-kepentingan? mengingat dalam aksi demo hari ini juga diikuti oleh tokoh-tokoh politik dan bahkan mantan Presiden RI pun angkat bicara. Apakah kira-kira yang terjadi seandainya Ahok mendapat hidayah dan lalu memeluk agama Islam, apakah iya bisa membungkam opini-opini tentang dia yang disebut 'kafir' dan sebagainya dan lalu dia bisa menjadi calon gubernur dengan mudah? Saya rasa tidak. Karena menurut saya bukan agama masalah pokok dari kejadian ini. Bukan agama, tapi Ahoknya. Ahok yang dikenal tidak pandang bulu menegakkan birokrasi dan peraturan di DKI, tentu saja sangat berbahaya, menakutkan, penghalang bagi mereka yang bekerjanya tidak sesuai dengan aturan dan undang-undang yang ada.
Tulisan ini adalah opini pribadi saya, melihat permasalahan yang ada. Saya sendiri adalah orang Islam, hanya barangkali saya tidak mempunyai kapasitas tentang menghukum orang lain dengan ayat-ayat kitab suci saya, atas keyakinannya yang berbeda dengan keyakinan saya. Saya tidak sehebat itu, saya sendiri juga masih banyak dosa. Biarlah itu menjadi urusan Tuhan. Yang saya yakini adalah agama saya mengajarkan kedamaian. Ini Indonesia, yang katanya seperti surga oleh saudara kita di palestina sana. Bisa hidup rukun berdampingan meski berbeda-beda agama. Kita bisa hidup damai dan merdeka karena rasa tenggang rasa yang kita jaga bersama selama ini, meski juga tidak bisa dipungkiri bahwa ada pasang surutnya. Saya juga bukan memihak Ahok dan nantinya dibilang menyetujui akan dipimpin oleh orang non-islam (karena saya warga Surabaya yang tidak perlu memilih diantara mereka bertiga)
Selebihnya, biarlah proses hukum yang akan menyelesaikan dan membuktikan kasus ini. Bagaimanapun hasilnya nanti, kita percayakan saja pada pihak yang berwenang. Kalaupun seandainya Ahok lolos dari kasus ini dan tetap jadi cagub dan Anda tidak suka dan tidak ridho Ahok jadi pemimpin. Ya jangan dipilih saat pemilu nanti. Sederhana kan? Toh juga kalau difikir-fikir, ini masih pencalonan, dan belum tentu juga Ahok yang menang.
Tapi kalau mereka sudah berkata 'bahwa mereka tidak mau Ahok jadi pemimpin mereka" hingga hal ini terjadi, bukannya itu justru mengaminkan bahwa yang akan menang di laga pilkada nanti adalah Ahok?
Allahualam.
- 4 November 2016 -
Ramadhani Syah Fitri
Mahasiswa Ilmu Komunikasi
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Bhayangkara Surabaya.
Jumat, 09 September 2016
Mengagumimu Dengan Anggun
Aku ingin mengagumimu dengan anggunTak mudah terlihat namun terlihat olehmuTersamar namun kau merasakan adakuTanpa menggebu aku didekatmuLalu, masih anggunkah Aku?Ketika diam-diam aku mengamatimuMenghafal nada suara, pandangan mata, langkah kakimuMenunggu kesempatan untuk sekedar menyenyumimuAtau berharap kau tiba-tiba muncul dan memanggil namakuLalu mampukah Aku, tetap anggun didepanmu?Ketika wajah payahmu membuatku ingin menghiburmuKetika aturan yang ku buat tak berarti apapun selain senyummuDan ketika senyummu memeluk segala rindukuTersenyumlah, meski senyummu bukan hanya untukku.Meski salah satunya, kuharap karenaku :)
Langganan:
Postingan (Atom)
















