Minggu, 28 September 2025

Tiba-Tiba Merantau

*I’ve never thought, kembali menulis jejak di sini setelah 5 tahun, dan sebenernya bukan ini tulisan yang mau aku post untuk comeback, but yeah, I just wanna write this now.

And here I am now, mengetik tulisan ini dari sebuah apartemen di Jakarta Selatan. Dari sekian episode skenario halu di kepalaku (cause I’m a daydreamer, pisces and infp hehe) aku nggak yakin aku pernah halu tentang cerita ini. Well, ini pertama kalinya aku ‘merantau’ ke kota lain, meski cuma untuk sementara waktu. Tapi bahkan sampai hari ini, hampir satu bulan aku di sini, aku masih dalam proses mencerna semua yang terjadi.


Oh, aku pernah berandai-andai tentang kemungkinan apa yang akan membuatku merantau atau pindah ke kota lain, yaitu menikah, dan aku ikut kemanapun suamiku tinggal (hehe). Cuma itu kemungkinannya. Karena sampai sebelum beberapa bulan lalu pun, aku nggak punya keinginan bahkan alasan buat pindah dari rumahku, kotaku saat ini. 


Kemudian, entah bagaimana Allah mengatur ceritanya, aku diberi kesempatan untuk merasakannya. Aku harus pindah ke Jakarta beberapa saat untuk bekerja, sebuah kesempatan berharga yang aku menganggapnya sebuah hadiah dari Allah. Karena meski konteksnya adalah aku disini untuk bekerja, namun semua fasilitas yang aku dapatkan di sini, sebaik itu aku diperlakukan di sini, serupa hadiah, yang bahkan mungkin nggak pernah terpikirkan untuk aku minta. Atau mungkin aku pernah meminta, tapi aku lupa, namun Allah enggak pernah lupa. :’)


Di hari-hari awal kepindahanku, rasanya hidupku nge-switch 180 derajat secara tiba-tiba, dalam semalam. Dan sejujurnya, awalnya membuatku takut. Hariku yang biasanya ramai suasana rumah, berasa otomatis dan berjalan lambat, berubah jadi sunyi, mode manual, dan berjalan cepat. Kombinasi aneh yang bikin aku merasakan sepi, tapi nggak bisa banyak memprosesnya karena banyak hal lain yang aku harus pikirkan dan aku kerjakan. Sangat kontras, dengan hidup normalku biasanya.


Banyak pikiran yang terbesit di kepalaku setiap makan malam sendirian di sini sepulang kerja, questioning everything, termasuk bertanya ke diri sendiri, kehidupan yang bagaimana yang sebenarnya ingin aku jalani? Is it a worth living? Have a life like this? 


Well, aku nggak akan menulis jawabannya di sini, hehe. Yang jelas, sebercampuraduk apapun perasaanku saat ini, aku nggak bisa mengeluh. Bahkan nggak layak mengeluh. Banyak bersyukur, berterima kasih, kepada Allah, kepada orang-orang yang selalu mendukungku, mendoakanku, dan bahagia melihatku bahagia, adalah hal yang hanya itu yang ingin ku lakukan sekarang.




sofa lobby tempat nunggu gojek


My fav spot di apart ini, kolam renang ^^

Depan (entah pintu berapa) GBK :D



Senin, 10 Agustus 2020

Hari Yang Biasa

Konsisten itu susah, sejauh ini itu masih belum terbantahkan bagiku. Beberapa bulan lalu aku udah bertekad buat rajin nulis blog ini, tapi nyatanya nothing hhh. Soal apa yang mau aku tulis sebenernya ada-ada aja kalau dicari, tapi ngelawan magernya itu emang butuh effort lebih.

Well, perkenalkan aku yang kini perlahan berubah. Pandemi ini sedikit banyak mengubahku. Yang paling kentara banget sih, dulunya tiap tes MBTI aku selalu termasuk manusia ekstrovert, kali ini setelah 5 bulan mendekam di rumah, jadilah aku manusia introvert versi MBTI.


Hari-hari ku selama lima bulan ini biasa-biasa aja.


Aku baru siap memulai hari jam 9 pagi. Kalaupun subuh bangun, tidur lagi, bangun jam 9 hhe. Ngajarin adek belajar online bisa sejam dua jam, lalu sarapan, dan mulai buka laptop buat kerja. Tapi aku nggak kerja sepanjang waktu. Karena seringnya aku juga tidur lagi di siang harinya hhh, tidur mulu ya? Oh tentu tidak. Habis maghrib, kadang juga ngajar adek ngaji, dan aku sendiri juga. Kehidupan kerjaku baru mulai setelah isya’ sampai bisa sampe jam 1 bisa sampe jam 2 pagi. Bisa cuma ngerekam audio doang, bisa juga ngerekam sama video juga. Btw, ini se ngeditnya juga. Jadi kalau dijabarin bisa agak panjang sebenernya, tapi mari kita buat ini keliatan mudah aja oke? Hh. Kalau kerjaanku selesai, aku biasanya nyempetin buat isi konten di youtube pribadiku, karena apa? Konsistensi itu susah. Dan sekarang masih mentok di isi konten 2 minggu sekali. Tapi gapapa, yang penting konsisten kan? 


Aku sekarang juga udah jarang banget nonton drakor, meski ku yakin orang-orang nganggep aku anak drakor banget. Padahal enggak. Sekarang cuma berminat nonton drakor on going pas weekend, dan satu drakor lama rekomendasi temen-temen buat di tonton sambil makan. Aku gatau persisnya kenapa, tapi mungkin karena mulai realize aja atau lagi bosen aja nonton drakor. Meski aku juga masih nyimak sih yang lagi hype apa, yang lagi ngetrend apa, meski aku ga selalu mengikuti, tapi yaaa I’m a content creator, mau ga mau harus ngerti yang lagi happening apa kan ya? Hehe.


Aku sekarang jadi orang yang lebih sensitif, kalau ini sih kayaknya karena efek aku dirumah aja, dan sering denger kabar buruk di tahun ini. Kalau dipikir-pikir ga semua yang terjadi buruk, tapi ngerasa ada aja kabar buruk di sekitarku. Entah jauh, entah dekat. Sampai self diagnose diri sendiri, aku ini kenapa kok jadi gini? Apa aku depresi? Apa aku kenapa? Apa aku frustasi? Apa aku stress? Ya mungkin sedikit, tapi karena aku jadinya kepo sama hal-hal itu dan I want to fix my problem, jadinya banyak baca tentang hal-hal untuk healing, self healing.


Aku sekarang jadi males ketemu orang, antara parno sama virus sama mulai terbiasa gak ketemu orang. Ya walaupun kalaupun harus ketemu orang, I’m fine. Di titik ini, aku sebenernya gak mau terlalu menjiwai. Sisi ekstrovert dalam diriku berontak sedikit, jadinya palingan aku membiasakan juga buat telfon atau vidcall temen-temenku, atau ngelakuin live di instagram (yang ini jwarang banget) ya pokoknya kegiatan yang membuatku berinteraksi sama dunia luar, meski virtual.


Karena itu lama-lama mungkin aku kelihatan jadi sedikit aneh di mata temen-temenku, karena mungkin aku yang terlalu parno (?) But I have a reason, mungkin terdengar klise, korban konspirasi WHO dan lalala. Tapi aku benci menyesal. Fakta bahwa aku masih tinggal sama orang tua, ditambah sebulan ini ada mbahkung yang lagi sakit tinggal di rumahku, membuat aku jadi berpikir ini itu. Aku tahu bahwa semua manusia itu pasti akan mati, bahwa mati itu takdir Tuhan yang harus kita jalani. Tapi aku benci kalau aku hanya pasrah nerima itu, tanpa melakukan yang terbaik. Dan aku berusaha melatih diri sekuat tenaga buat jadi orang yang konsisten, dengan apa yang aku lakukan, dengan apa yang aku ucapkan, dengan apa yang tulis, dengan apa yang aku tulis. Kalau dalam teori, rumus itu mudah diingat, tapi sungguh sangat sulit dipraktekkan. Tapi aku mau menchallege diriku sendiri, untuk jadi orang seperti itu. Aku ingin hidup seperti itu, seseorang yang memegang kata-katanya. Mungkin tidak sempurna, tapi aku akan mengusahakan yang terbaik.


Hari yang biasaku kini ditambah dengan mulai berolahraga, karena nginget lagi kalau aku gamau jadi semakin ringkih pas usiaku bertambah tua (sekarang aku ringkih bgt soalnya TT) dan mulai membiasakan nyiram taneman, dan pengen nambah taneman di depan rumah. Ternyata ngeliat bunga-bunga mekar di depan rumah bisa ngademin hati juga. 


Ngerasa jadi orang yang lebih sabar lagi, tapi kalau pengen marah, aku juga ga nahan, dan marah aja. Abis gitu minta maaf abis marah-marah. Kalau pengen nangis, nangis aja. Ya kayak orang gila jatuhnya, tapi as long as I can control it, aku merasa masih normal. 


Well, sejauh ini hidup itu jadi seru karena ga pernah ada yang tau apa yang terjadi hari esok. Tomorrow is mistery. Then, orang-orang akan melakukan yang terbaik hari ini.


Jumat, 01 Mei 2020

Tersenyum Tanpa Tersenyum


Source: Pinterest


*Tulisan kali ini mungkin agak sedikit dramatis (?) tapi kejadian hari ini membuat aku kefikiran. Haha, kefikiran as always.

Di masa karantina ini, hal-hal yang membuat aku keluar rumah hanya karena urusan laper. Kalau ga pergi ke indomaret, ya ke pasar. Kalau ga gitu beli buah atau bungkus makanan, karena di daerah rumahku masih banyak yang jual, jadi ya meski ga pengen-pengen amat tapi tiap keluar rumah sekalian bungkus makanan apa gitu, itung-itung bantuin penjualnya juga, dan yeah agar perekonomian negara ini tetap berputar.

Well,

Entah karena efek dari kuliah komunikasi atau ya karena emang dari dulu suka aja liat orang senyum atau nyenyumin orang (karena kalo aku nggak senyum aku keliatan jutek banget hh), fenomena yang terjadi sekarang bikin kita ga bisa liat senyum orang. Nih terutama pas aku beli apa-apa, satu aktivitas yang aku sukai adalah ya pas ngobrol sama bakulnya terus pas udah selesai, momen pas penjual ngasih jualannya ke aku, terus aku ngasih uang buat bayar yang ku beli. Terus sama-sama bilang “Makasih” pake senyum. Ya Allah, ini aku ngetik sambil berkaca-kaca alias aku kangen momen itu, atau aku lagi dramatis aja huhu.

Lebih dari itu, aku cukup terbantu mengenali seseorang dari senyumnya. Seperti yang kita tahu, senyuman itu tanda keramahan. Tanda kalau seseorang itu mudah didekati, diajak ngobrol, ya karena ramah itu tadi sih. Terus kalau sekarang semua orang pakai masker, gimana cara nunjukin diri kalau kita ramah atau buat tahu orang lain ramah sama kita atau enggak.

Aku jadi mikir tentang hal ini sambil terus observasi kecil-kecilan sambil beli makanan. Ya karena keadaan kayak gini, jadi punya banyak waktu buat ngobrol dan nanya ini itu ke diri sendiri.
Terus aku nemu jawaban singkat.

Ketika seseorang nggak bisa liat mulut orang lain tersenyum karena tertutup masker, masih ada mata yang bisa dilihat, dan suara yang bisa di dengar. Ini susah-susah gampang, sebenernya. Why? Akan susah kalau kamu senyum cuma buat tata krama doang, tapi akan gampang kalau kamu memang senyum dari hati.

Aku pernah baca, bahwa “Tatapan mata seseorang itu nggak bisa berbohong”.

PRku selanjutnya adalah gimana caranya aku bisa nunjukin ‘mataku yang tersenyum’ juga, kalau biasanya nyapa orang atau segala bentuk komunikasi yang bisa diselesaikan dengan senyuman, sekarang mulai diganti dengan ucapan, lewat gimana suara kita ngucapinnya.

Disini aku jadi tau, kalau senyuman itu salah satu bentuk komunikasi paling penting buat kehidupan ini. Jadi, tetap tersenyum ya teman-teman :)





Selasa, 28 April 2020

The New Normal


#dirumaaja hari ke-35

Kalau difikir-fikir, untuk orang-orang yang termasuk kaum millenial sepertiku, banyak sekali hal yang aku alami sepanjang hidup. Dalam artian, perubahan peradaban (?) meski disini aku sangat bersyukur aku nggak terlahir pas jaman kerajaan, penjajahan atau peperangan. Pasti bakal berat banget hidupku, (ya kecuali aku terlahir dengan sendok emas dimulutku) tapi meskipun begitu, ngeliat banyak ketidakadilan di depan mata, juga merupakan bentuk lain dari penderitaan, ya seenggaknya buatku. (oke btw, ini percakapan dengan diriku sendiri yang lagi berandai-andai)

Next,

Seingatku (dibantu dengan cerita Ibu) sepanjang hidupku banyak kejadian yang mengubah perilaku manusia. Well, orang-orang di generasiku jadi saksi hidup perubahan ini. Mari kita fast flashback. Meski aku ga punya ingatan tentang krisis moneter 98, karena aku masih damai-damai aja sama kehidupan masa kanak-kanak ku, tapi Ibu pernah cerita betapa mengerikannya yang terjadi kala itu. Dari yang mata uang rupiah bernilai berapa sampai jadi bernilai berapa. Mungkin di tahun-tahun itu berat juga melewatinya, tapi orang-orang dewasa saat itu nyatanya bisa beradaptasi dan tetap hidup sampai sekarang.

Kalau yang ini aku masih ingat, tentang kepingan memori-memoriku saat masih kecil. Tentang aku yang tiap siang sampe sore main sama temen-temen sekampung. Iya literally sekampung. Ada kali 15-20 anak-anak yang main bareng, outdoor. Main gobak sodor, engkle, boy-boy-an, patil lele, cari jejak, benteng-bentengan, petak umpet (tapi ngumpetnya jauh banget hh) sama permainan tradisional yang super asik saat itu. (Ya Allah kok aku kangen hehe) tapi yang jelas, seru banget main tiap hari sampe kulit gosong tapi gapapa, main sama temen-temen cewe cowo ga ada tuh ciye-ciye an, ya main aja. Dan serame itu. Lalu perlahan waktu berlalu, ada Nintendo, Play Station, Game konsol, makin hari makin ada handphone, game online sampai makin kesini makin anak-anak jaman sekarang nge game nya pake smartphone doang. Ga ngerti main-mainan yang aku sebutin tadi. Sejujurnya pengen bilang kasihan sama anak-anak jaman sekarang haha, tapi, yeah, jaman berubah.

Terus aku juga masih inget, betapa isengnya aku mencet-mencet nomer telfon random di telfon umum, terus nyamar jadi host who want’s to be a millioner. Eh yang aku telfon percaya-percaya aja dan ngejawab beberapa pertanyaan2ku dengan semangat. Pas udah di pertanyaan ke tiga, aku tutup telfonnya. Kesian ya orangnya, maafkan aku bapak-bapak yang pada saat itu mengangkat telfonku. Hhhh mianhe. Trus kalo dulu nanya PR aku kudu jalan ke wartel dulu, milih wartel yang tarifnya paling murah, tapi gabisa lama-lama soalnya ntar mahal banget abisnya. Waktu berlalu, aku dikasih hp sama budhe, terus dibeliin sama Ibu, makin kesini orang udah lupa telfon umum, pengusaha wartel udah pada tutup soalnya semua orang udah punya handphone, tapi, yeah, jaman berubah.

Garis besar perubahan itu adalah teknologi yang namanya internet.

Aku gabisa bilang berubahnya jaman ini semakin buruk ya, aku masih ingat aku dulu termasuk salah satu orang yang paling anti belanja online karena ga percaya takut penipuan hhhh. Tapi liat sekarang, aku malah jadi orang yang males banget pergi ke mall buat belanja yang sekarang apapun udah bisa beli di e-commerce aku tinggal pilih, bayar sama duduk manis dirumah.

Semua hal yang aku sebutin tadi yang sekarang kelihatan ‘normal’ sebelumnya mungkin bisa dibilang ‘gak mungkin’ ‘gak terbayang’ tapi ya…..terjadi.

Dan di tahun 2020 ini sepertinya generasiku bakal jadi saksi hidup lagi atas sebuah perubahan. Yang sekarang sedang kita saksikan bersama. Meski sebenernya ini hal-hal remeh (?) kayak kebiasaan cuci tangan tiap mau masuk rumah, pakai masker kalau keluar rumah, kalau batuk ditutup pake siku, jaga jarak aman. Sampai hal-hal yang lebih serius kayak ibadah dirumah aja, aktifitas cuma boleh sampai jam 9 malem aja, kalau ga penting-penting banget mending dirumah aja, mending gausah jabat tangan-namaste aja, yang semakin kesini, yang awalnya mager banget lah nurut sama anjuran …tapi perlahan kita udah mulai terbiasa sama semua itu, perlahan semua itu akan jadi sesuatu yang ‘normal’. Meskipun untuk yang satu ini, kita dipaksa mengubah kebiasaan kita dengan sangat tiba-tiba, dalam waktu singkat.

Mengutip dari kata-kata Mbak Najwa di salah satu videonya, kurang lebih bunyinya kayak gini
“Sejak hari ini, hidup umat manusia memang tidak akan pernah sama lagi dengan sebelumnya. Sulit, pasti. Berat, sangat. Tapi kita manusia punya modal untuk menghadapi situasi ini. Apa itu? Kemampuan beradaptasi. Tidak ada spesies lain di muka bumi yang kemampuan adaptasinya melebihi manusia. Dengan perlengkapan akal, manusia pernah, sedang dan akan bisa menyesuaikan diri, lebih cepat dibandingkan spesies lain, seekstrem dan sesulit apapun kondisinya. Dan dengan iman, kita percaya bahwa Tuhan mempersiapkan manusia dengan amat sangat sempurna untuk membangun dunia apapun kondisinya.”

Serangkaian kata-kata itu cukup menggugah hatiku. Untuk lebih bisa menerima keadaan sekarang ini, untuk dengan ringan mempersiapkan kemungkinan yang tidak ideal. Dan ya, untuk menghadapi apapun yang akan terjadi. Karena Allah bilang, Dia tidak akan memberi cobaan melebihi kemampuan makhluknya. Di ayat lain Allah bilang, “Sesudah kesulitan, pasti ada kemudahan.”

The New Normal is okay, bukankah memang, manusia itu selalu berubah?

Gapapa gapapa.




Senin, 27 April 2020

Sensitive


Menjadi mudah menangis
Menjadi mudah tersentuh
Menjadi mudah marah
Menjadi mudah merasa
Menjadi mudah menyerah
Kenapa semua menjadi mudah?

Jumat, 24 April 2020

Cabin Fever


Kurasa semua orang di dunia sekarang lagi ngalamin fase demam kabin itu, sebagai efek samping dari karantina mandiri, #dirumahaja. Tentu aja termasuk aku, tanpa keraguan.

Aku jadi gampang ngantuk, sering insecure, resah, demotivated, stress, gampang sedih, dan sering banget gatau mau ngapain.

Cabin fever adalah sebuah sindrom yang dialami orang-orang yang terlalu lama ada di dalam ruangan. Walaupun bisa dibilang aku belum ada di titik ngerasa ada di penjara sih, karena sejujurnya aku belum sefrustasi itu, atau memang ada sebagian dari diriku yang bahagia karena aku bisa ngelakuin semua hal  dirumah aja, termasuk kerjaanku.

Well, sekarang hari pertama bulan Ramadhan di tahun 2020.

Sedikit berbeda? Tentu banyak berbeda. Meski di masjid deket rumahku masih diadain sholat berjamaah, ditengah himbauan pemerintah buat beribadah dirumah aja. Aku sama Ibu sholat dirumah, Bapak sama adek, sholat di masjid. Aku udah remind dengan segala cara, tapi yaudah, mereka punya hak untuk milih pilihannya, dan aku dengan pilihanku.

Aku cuma berfikir aja, upayaku selama kurang lebih sebulan ini untuk #dirumahaja bakal sia-sia, meski Cuma sehari aja aku misalnya ga disiplin. Dan aku gamau ikhtiarku sia-sia. Allah Maha Mengetahui.

Sekarang nggak ada pilihan lain selain menerima keadaan ini. Beradaptasi, lalu menghadapi. Nggak ada cara lain. Apapun yang terjadi sekarang ini, hidup tetep harus berlanjut. Harapan bakal selalu ada kalau kita percaya.

Sekarang semua orang melakukan apapun buat bisa survive, dan semoga yang udah bisa survive juga mau bantu orang lain buat bisa survive juga, sampai semua ini berakhir.

Sebelumnya aku sempet juga ngerasain stress selama 1 – 2 minggu awal aku WFH, my brain was stuck. Gabisa mikir apa-apa dan ga pengen ngapa-ngapain. Nyoba ini itu buat mahamin diri sendiri maunya apa. Karena aku gamau kayak gitu terus, aku gasuka diriku sendiri kalau gabisa produktif.  Akhirnya aku nemuin ramuan ajaib buat bikin moodku on, kalau aku butuh mood itu.

Dengerin ASMR.

Aku nggak nyangka-nyangka banget, kalau otakku bakal mudah ditipu segampang ini. Buka youtube, cari nature sound, yang suaranya paling kedengeran jernih dan alami. Dan bimsalabim. Aku bakal ngerasa auto seger kayak lagi ada di alam aja gitu. Bisa milih juga mau dengerin apa (kalau ini sesuai selera sih) tapi yang penting adalah suara alam. Soalnya ngerjain kerjaan sambil dengerin lagu udah ga mempan lagi buat ngilangin stress dan balikin moodku pas lagi kena cabin fever ini. And it’s work !
Thankyou teknologi. Thankyou suara alam, Thanks God.

It’s very healing me.
Dan di titik ini, aku masuk ke fase mulai bisa berkompromi.

Rabu, 15 April 2020

Catatan Tahun 2020 : “Aku Harus Meninggalkan Jejak”


April 2020

Setengah sebelas siang, segelas beng-beng drink hangat, dan backsound kicauan burung lovebird yang cukup berisik tapi ga ganggu

Kali ini ga perlu terlalu mengumpulkan effort buat nulis ini, karena ada tenaga endogen dari dalam diriku yang membuatku tergerak untuk ‘mengabadikan’ apa yang yang kurasakan di tahun ini. It will be random post maybe, I just wanna write what’s on my mind right now.

Tahun 2020, tahun yang beberapa tahun lalu dibayanganku, aku bakal menikah di tahun ini karena ulang tahunku tahun ini ditanggal cantik, kece buat tanggal pernikahan. Oke, itu bayanganku di beberapa tahun lalu. Kenyataannya, aku masih sibuk sama diri sendiri dan perbaikan diri, udah mulai suka sama orang lagi, tapi orangnya gatau suka sama aku apa enggak, tapi untuk sekarang kayaknya belum. Heu. Oke lanjut.

1 Januari lalu, ada kabar duka di keluarga besar alm Ayah. Suami tanteku meninggal dunia, tepat di malam tahun baru. Kegiatanku diawal tahun ini adalah takziyah, menangis sekeluarga karena kehilangan saudara.

Aku nggak menyangka bahwa setelah itu ada kabar-kabar buruk yang lain. Dan ini berlaku untuk semua orang. Tahun ini, generasiku, merasakan yang namanya kedatangan ‘virus’. Jika kamu ingin tahu gambaran singkat tentang bagaimana keadaan yang terjadi sekarang, kamu bisa menonton film Contagion tahun 2011. Kurang lebih itu yang terjadi, namun dalam versi filmnya lebih di dramatisir. Mengenai film itu sendiri, aku baru nonton setelah banyak orang membicarakannya jadi efek kagetnya ga gimana-gimana. Tapi cukup dibuat gedeg juga, kenapa, yap….. 10 tahun lalu, penulis film itu sudah menulis ceritanya. Kemungkinannya, pertama, kebetulan. Kedua, dia peramal. Ketiga, dia dapet data rahasia.

Entah mengapa, aku percaya dengan kemungkinan ketiga. Karena film itu terlalu detail untuk sebuah kebetulan dan terlalu saintis untuk seorang cenayang. Well balik ke dunia nyata.

Ah, ya. Virus ini dinamai COVID-19. Corona Virus Disease 2019. Karena pertama kali muncul tahun 2019. Berbeda dengan di film yang penyebab awal virus bisa di tracking, yang terjadi di dunia nyata, enggak semudah itu. Karena penyebaran virus ini bertepatan dengan momen Tahun Baru Imlek, yang mana ya….orang-orang china pada pulkam, terus pas balik ke negara rantauan, tanpa mereka sadari mereka membawa virus itu. Tapi disini aku ga bermaksud nyalahin siapa-siapa, karena siapa juga yang mau kena virus itu? Kurasa mereka pun ga mau. So, virus ini mungkin memang udah ditakdirkan turun di tahun 2020 ini.

Meskipun virus itu udah muncul 2019, tapi Indonesia masih santuy abis pas awal-awal virus itu muncul. Banyak meme dan dagelan-dagelan yang pas itu masih lucu pas aku baca. Sampai pada bulan Januari-Februari aku mulai ngerasa bahwa meme itu udah mulai ga lucu lagi. Kerjaanku, yang bikin aku banyak baca ini itu, secara ga langsung ngebuat aku baca banyak hal termasuk berita internasional ini, yang makin lama makin mengkhawatirkan. Aku Cuma berfikir, kayaknya tinggal tunggu waktu virus itu nyampe di negara ini.

Saat itu aku juga udah mulai mempersiapkan diri, udah beli handsanitazer, bikin disinfektan, makan ini dan itu, serta satu hal yang paling susah yaitu, mengedukasi keluargaku sendiri supaya lebih aware sama diri sendiri. Jujur awalnya berat banget, tapi karena aku ga pengen aku menyesal sama diri sendiri, jadi aku rajin cerita ini itu ke ibu, ke adek-adekku, sampai akhirnya mereka ngikutin apa yang omongin. Kamu pasti juga melakukannya kan, berusaha sekuat tenaga jaga keluarga :)

Tulisan ini pun dibuat saat aku ngerjain kerjaanku di rumah, alhamdulillah sekarang pekerjaanku termasuk yang bisa dikerjain di rumah. Diluar sana, sekolah-sekolah dan kampus diliburkan. Banyak juga orang yang kerja dirumah, juga banyak orang yang kehilangan pekerjaannya karena dampak dari kebijakan yang mau gamau harus dilakukan untuk menekan korban kematian karena virus ini, dan ya memang hanya itu caranya.

Masih banyak yang ingin aku ceritakan, akan aku lanjutkan di hari-hari setelah ini.
BERTAHANLAH, teman-teman :)

Senin, 29 Januari 2018

Dua Tahun Ini

Hampir dua tahun lamanya tidak menulis di blog ini dan rasanya rindu sekali. Menceritakan apa yang ada didalam kepala dan hati(meski setelah dibaca-baca lagi blog ini dulunya kebanyakan ditulis dengan hati ehehe). Dan dua tahun berjalan tanpa meninggalkan jejak disini terasa sedikit menyesal karna aku kehilangan jejakku sendiri. Maka dari itu aku akan coba mengingat ingat apa saja yang telah aku lalui selama kurun waktu itu dan menulis rangkumannya disini, meski akan kurang rasanya (karena mungkin akan kurang detail) but let's write it down. (sambil ngecek album foto untuk membantu mengingat)


- Juara 3 Acila (Ajang Cipta Lagu Anak Indonesia 2016)

Bisa dibilang ini bukan kompetisi cipta lagu pertama yang aku ikuti. Sudah empat atau lima kompetisi di tahun-tahun sebelumnya pernah ikut namun belum tembus lagu-laguku. Dan yang ini, yang hopeless, Alhamdulillah dapet juara. Banyak hal yang aku dapetin dari ini. Dan ngerasa doa-doaku dikabulkan oleh Allah pada satu waktu sekaligus dan lebih dari itu. Mulai dari ngerasain naik pesawat pertama kalinya, naik kereta eksekutif pertama kalinya, ketemu Bemby Noor dan Gita Gutawa pertama kalinya, Laguku di arransement ulang purwacaraka dan dibawain Hanin Dhiya, muncul di TV Nasional, main-main ke Dahsyat, ikutan press conference, main ke Musica Studio, dan ketemu penulis-penulis lagu se Indonesia. Rasanya like my dreams come true :) bahkan kenyataannya lebih indah dari yang ku kira :) Masuk dua belas besar dan ke Jakarta aja udah seneng banget, ditambah bisa masuk tiga besar. Alhamdulillah. Semua berkat doa ibu, keluarga dan teman-teman yang sangat mendukungku. 80% nya itu. 20% nya aku terus belajar untuk memperbaiki dan meningkatkan kemampuan :) semoga kedepan aku terus semangat melaju dan terus upgrade, amiin.

- Jadi Youtuber

Mmmm ini sebenernya entah mau ditulis atau enggak. Karna ku yakin banyak juga yang jadi youtuber. Cuma disini aku mau ninggalin jejak kalau aku lagi seneng-senengnya untuk isi content youtube-ku. Alhamdulillah bisa diterima. Dan respon dari viewers terkadang yang jadi semangat buat terus bikin lagi yang lebih baik lagi dan terus produktif. Selain orang-orang disekelilingku yang nyemangatin aku, mereka di dunia maya, seorang yang nggak kenal aku dan sebaliknya, baik-baik banget ngasi aku semangat dan doa-doa baik. Terima kasih banyak :)


- Jadi Keyboardist + Bikin Wedding Band

Di waktu-waktu ini juga tanpa direncanakan (mmm pernah berdoa sih hehe) aku jadi keyboardist, meski masi belum mahir main pianonya. Tentu semua itu nggak mungkin terjadi kalau aku belum dapet kesempatan. Dan terima kasih untuk orang-orang yang percaya dan memberiku kesempatan untuk melakukan ini. Aku akan terus berlatih, inshaAllah. Bismillah.


- Jadi Presenter TV

Bulan Ramadhan 2017 kemarin dapet tawaran buat jadi presenter program musik di TV9. Jadi presenter dan aku perform nyanyi dan main piano juga. Rasanya excited! Ilmu pas sekolah SMK dulu berguna banget. Dan tentunya satu challenge tersendiri nyanyi sambil main piano, yang sampai sekarang aku masih berusaha dan berlatih keras untuk itu :'D but I'm very happy to doing that!


- Jadi Anak Event

Semasa kuliah ini aku cukup belajar banyak hal. Salah satunya yang paling banyak adalah belajar event and organize people. Ada beberapa event yang menyita tenaga dan fikiranku. Hectic tapi seru. Seru nya capek tapi ngangenin. Mulai dari Event pameran foto, event tugas kuliah manajemen event, sampai event terbesar dalam hidupku saat itu, "Dacsafest 2017" yang amaze untuk aku. Aku sangat belajar banyak hal. Dan kali ini sangat mahal. Tapi kembali lagi, aku belajar banyak hal. Dan pengalaman di beberapa event ini, aku menemukan diriku yang lain. Bahwa aku bisa bekerja dalam kerja tim. (karena menurutku nggak semua orang bisa melakukan hal ini)


- Jadi Ketua Himpunan Mahasiswa (Belajar Organisasi)

Selain event, di waktu-waktu ini aku cukup aktif di salah satu organisasi di kampus dan saat ini dipercaya untuk mengemban tugas sebagai ketua. Dan jika kamu tau, bahwa hal-hal seperti ini itu sangat jauh dari zona nyamanku. Ini juga adalah organisasi pertamaku sepanjang hidup. Hal baru yang ku dapat saat kuliah. Dan aku belajar banyak, untuk memahami orang-orang. Membuat mereka percaya bahwa, kita semua punya potensi dan bisa berkembang bahkan maju. (ini karna aku berada di lingkungan yang mayoritasnya kurang percaya dengan apa yang mereka punya, entah didalam maupun diluar organisasi) then, let's make them believe that they are, something!


- Jadi Voice Over Talent

Di waktu-waktu ini juga dapet kesempatan buat menyalurkan hobi "berbicara" dan bercerita. Sekarang jadi voice over talent untuk salah satu channel youtube yang lagi viral. Belajar juga buat vocalizing juga agar lebih bisa me-manage waktu. Dan sering-sering nge-review hasil VO an diri sendiri, dan ini cukup challenging menurutku :)) Alhamdulillah.

- Ikut banyak lomba dan belum menang xixi

Yapsss di waktu-waktu kemarin aku juga tetep ngikutin beberapa kompetisi, meski belum rejeki. But it's okayyyy, I'll try it again!! Karena aku percaya bahwa kalau kita pengen sesuatu, tidak cukup hanya ingin dan berdoa saja. Tapi berusaha dan berani mencoba (ini yang biasanya susah, berani mencoba tanpa takut kalah) Setelah udah berusaha sekuat tenaga dan berdoa penuh keyakinan, sisanya tinggal rezeki atau belum. Kalau itu rezeki buat kita, kita pasti dapet. Kalau belum, ya belum dapet, coba lagi. Dan itu beneran, karena aku sudah membuktikannya. Karena rasanya jarang sekali aku langsung menang di 'yang pertama kali ku lakukan'. Kalau boleh flashback, seringnya aku menang setelah partisipasi ke tiga, ke empat. Dan lebih sering kalah di banding menangnya hehe. Tapi dengan sering ikut kompetisi, kita jadi tau kita itu "seberapa" dibanding orang lain. Untuk mengukur kemampuan kita. Bisa jadi kita merasa sudah cukup hebat padahal bukan apa-apa, atau sebaliknya, kita merasa kemampuan kita gini- gini aja padahal kita nggak kalah bersaing dengan orang lain diluar sana. Kita nggak akan pernah tau itu, kalau cuma nyimpen itu atau menunggu ditemukan. We must show it to the world! Kalaupun kita masih kalah jauh dengan yang lain, it's okay nggak papa. Nggak perlu minder, Kita bisa belajar dan memperbaiki kekurangan kita :) semangaaaattttt!!


Tentu saja yang terjadi sungguhan lebih banyak dibanding itu, dan mungkin sedikit terjawab kenapa dalam kurun waktu itu aku tidak sempat menyentuh blog ini. Karena untuk tidur saja aku berhutang banyak. Saat aku semangat melakukan banyak hal tapi waktu luang yang kupunya saat itu tidak terlalu banyak untuk melakukan semuanya. Lalu sekarang? Aku sedang rehat sejenak, semoga tidak terlalu lama. Jadi punya pengalaman baru untuk merasa "Ternyata gini ya rasanya jadi mahasiswa yang cuma mahasiswa aja." Senengnya karna kepala rasanya ringan, meski nyatanya belum bisa bener-bener fokus, karena ide-ide dan want to do di kepala pengen running semua. Di luar itu, jujur, kalau kamu cuma jadi mahasiswa yang cuma kuliah doang terus pulang dan repeat. Kamu harus tau, kalau itu RUGI besar. Percaya deh! Tapi kalau nggak percaya dan kamu senang menikmati kelonggaranmu, it's okay itu pilihanmu. Cuma bayangin aja kalau setiap waktumu bisa kau jadikan saat-saat yang berharga dalam hidupmu. Entah merencanakan sesuatu, menambah 'makanan' untuk
kepalamu berfikir atau untuk menciptakan sebuah karya. Di masa depan, tak akan ada penyesalan karena kamu telah menggunakan masa mudamu dengan baik dan produktif. (Ini bukan kata-kataku sendiri anw, tapi nasihat ini adalah akumulasi dari orang-orang terdahulu yang pemikirannya pernah aku baca, lihat dan dengar, dan itu cocok untukku)

Termasuk untuk menulis blog ini. Mungkin sebagian dari kamu akan berkata, "ngapain gitu aja diceritain? males banget ah nulis nggak penting. Kok cerita yang dulu-dulu nggak di hapus?" dan tentu aku membebaskan kamu berfikir seperti itu karena memang berfikir seperti itu tidaklah salah. Hanya saja disini yang ingin aku bagi adalah semangat untuk meninggalkan sejarah atau dongeng untuk 'hari-hari yang akan datang'. Melalui tulisan, aku bisa terlempar kembali pada suatu masa, saat aku bahagia, seneng, sedih, patah hati, bahkan saat-saat aku bangkit setelah terjun bebas di jurang kenestapaan pun (ini kenapa gini banget bahasanya hh) aku bisa rasain lagi dan kadang aku kagum dengan diriku di masa lalu yang barangkali lebih kuat dan lebih bijaksana saat mengalami sesuatu yang berat saat itu. Dengan menulis aku jadi tau proses belajarku selama aku hidup. Bagaimana aku yang dulunya adalah seorang yang begitu diliputi kesedihan dan pemalu (hiks sedih banget) sekarang jadi seseorang yang bisa dibilang berbanding terbalik dari itu. Dan tentunya tidak semudah dan secepat itu. Ditambah dengan keinginan yang kuat untuk belajar dan membuat diri jadi lebih baik dari sebelumnya. Well aku tau tulisan ini sangat random, tapi nggak papa in ya. Karena ini adalah awal aku menulis di blog ini lagi, sebagai pemanasan. Pemanasan nulis blog dan menganalisa penelitian a.k.a skripsian ku yang sedang coba ku kebut mengerjakannya. Semoga selesai tepat waktu, amiin.

Kamis, 17 November 2016

UPROG Terkenang :)




Seperti janji yang sudah ku sebarkan hhh, aku  akan menuliskan perjalanan mmm cerita tiga hari ku bersama teman-teman Dacsakom (sebutan Himpunan Mahasiwa Komunikasi) di kampusku.

UPROG – UPGRADING ORGANIZATION
Claket, Mojokerto – 11-13 November  2016.


Day 1- Jumat, 11 November 2016.

Hari pemberangkatan ke Claket. Aku terpisah dari rombongan. Karena masih kudu kerja dulu hari itu dan baru bisa berangkat seusai maghrib. Beruntung ada sepasang teman yang baik hatinya yang  nebengin aku , Isbat dan Dhito. (eh btw mereka bukan sepasang hhh) Tapi sebelum berangkat, dikerjain dulu sama panitia yang udah di TKP, buat beli pisang sebelum berangkat. Alhamdulillahnya, masih ada bakul pisang yang tersedia. (dan ternyata ini nantinya bakal jadi makanan mewah pas disana)

Baru bener-bener otw jam 20.15 an, setelah Isbat dan Dhito menemukanku disuatu Indomaret di negeri anta berantah hhh. Berangkat dengan selow karena jalanan basah. Diiringi dengan playlist lagunya Dhito yang oke juga, cocok buat musik yang didengerin dijalan, tapi pas sore-sore hh. Singkat cerita kami sampai di villa asri sekitar pukul 22.15.

Sampai di villa, yang aku lihat hanyalah villa yang sepi karena peserta udah pada tidur dan panitia evaluasi. Jadi yang menyambut kami hanyalah Deby sang sie keamanan. Oh iya, di kepanitiaan kali ini aku dapet tugas yang antimainstream. Yaps, aku ditugaskan menjadi sie konsumsi! Skill masakku yang ala kadarnya ini akan diuji sebentar lagi.

Tugas pertamaku malam itu adalah menggoreng ayam-ayam jumbo! Ayam-ayam yang besok bakalan dimakan untuk sarapan bermenu soto ayam, yang ternyata enaakkk. Well, meskipun sie konsumsi ini isinya cewek-cewek tapi karena skill memasak kami masih ala kadarnya (dan nggak mau meracuni peserta nantinya, karena entah nanti rasanya gimana kalau kami yang masak hh) akhirnya kami mendatangkan masterchef yang berbakat, you know who? Yaps, Fathur Rahman sang Ketua Hima. Terpujilah kan, punya ketum yang jadi penyelamat lidah dan perut kita semua.

Ayam selesai semua digoreng, dan aku pun tertidur diantara panitia lain. Seingatku itu pukul 01.00 WIB … - take off to dreamland.


Day 2 – Sabtu, 12 November 2016

Aku terbangun pukul 04.15 WIB gegara alarmku bunyi, terus ada Rima yang dateng dan mengajakku berangkat. Yaps! Tugas menyenangkan pertamaku hari ini adalah “Ke Pasar”! sebenernya ke pasar ini adalah tugas paling biasa didunia. Tapi karna perjalanannya kudu turun bukit dulu, ngelihat gunung pagi-pagi, kabut tipis, udara supersejuk, pohon-pohon ijo, jalanan lengang, nggak ada polusi, matahari mau terbit…itulah yang bikin menyenangkan :D

Belanjanya cuma 15 menit, padahal perjalanannya hampir setengah jam hhh lamaan perjalanannya. Habis belanja, masak, dan mereka sarapan. Ini yang aku ceritain pure pakai sudut pandang sebagai assisten chef yang nggabisa ikut senam pagi (padahal pengen) dan nggabisa ikut jelajah dan berpetualang (padahal pengen) hhh, tapi karena kami kalian berenergi! Haha(devilaugh)

Karena penasaran juga, akhirnya aku menculik diriku sendiri buat nengokin adek-adek yang lagi berpetualang dan untung ada Derry yang mau nganterin aku keliling. Gamsahamnida. Keliling di rute yang bakal dilewati adek-adek, dan berhenti di beberapa pos juga. Total ada lima pos, yang mewakili enam divisi yang ada. Dan ketahuilah wahai para adek-adek, aku iri banget sama kalian karena kalau jelajahnya begini, aku juga pengennnnnn ikut sebagai peserta. Memang harus jalan kaki yang lumayan jauh dan agak panas. 

Tapi bisa melaluinya sama temen-temen bareng, dapet challenge yang menyenangkan ditambah pemandangan yang manjain mata sepanjang perjalanan…aku pengen punya pengalaman kayak gitu hikss. (haha ini kakak mellow macam apa coba) *abaikanlah, lanjut!

Aku kembali lagi ke basecamp (baca: kitchenroom a.k.a dapur) buat nyiapin makan siang. Tenang pemirsa, yang masak tetep Chef Fathur, aku cuma assisten kok. Setelah masak buat makan siang pun aku ketiduran…

Sorenya kudu bangun lagi nyiapin buat makan malem. Kegiatanku cuma gitu aja, hhaha nggak juga ding. Tapi hikmahnya, jadi termotivasi buat belajar masak lebih giat lagi ke Ibu, nggak cuma tinggal makan aja bisanya hh. Iya kalik, masa’ kalah sama Fathur yang cowok tapi jago masak. Suatu hari nanti aku juga pasti bisa jago masak, amin. Aminin juga ya hehe.


my yellowmellow id card (foto itu dipilih secara random oleh sang pembuat id card hiks - pas hidung berhansaplast)


with the masterchef

kalau dilihat secara langsung ini bwagus

semangatlah adek-adekku yang super :*


Pos 2

Pos 5, btw atribut tiap kelompok beda-beda. bebas! mau dikreasikan gimana :D


Malam Inagurasi

Agenda setelah makan malam yaitu, Malam Inagurasi. That make my night so yellow-mellow. Eitss sebelum itu, aku dipesenin sama sie acara dan mc, buat bikin kata-kata untuk renungan malam nanti. Iya, dadakan. Terusan aku minta Anggi buat ngasih aku instrument musik yang bakal jadi backsound nantinya, dan terpilihlah instrumentnya Yiruma yang berjudul Dreams. Yang pas aku dengerin instrument itu, banyak kata-kata terbang-terbang dikepalaku. Dan jadilah sederet kata-kata yang sebenarnya cukup tak beraturan, karena yang aku tulis adalah apapun yang lewat dikepala saat itu, dan pas ku baca lagi sambil dengerin musiknya yiruma itu, ini kenapa jadi baper baper sendiri, nangis-nangis sendiri (ini apa banget hahaha :’D) sebelum akhirnya Anggi tiba-tiba masuk ke kamar, “Dhan kamu kenapa?” “Aku baper nggik.” “Ayuk makan dulu.” …. (“nggik aku baper bukan laper” hhhh)

Setelah makan malem (dan akunya finish terakhir makannya) sampailah kita di acara menyenangkan lainnya. Iyaps, “Malam Inagurasi”. Jadi karya-karya adek-adeknya selama petualangan tadi ditampilkan disini, ditambah dengan penampilan drama musikal dari tiap kelompok. Sangat kreatif dan menghibur! Kalian bikin aku ngakak sampe sakit perut hhh. Gamsahamnida ya dek. Setelah itu siapa coba yang perform? Iyaaapsss Chayra on the stage. Yang menchayrakan harimu, hhhhduh. Disuruh perform dadakan. Dan ini pertama kalinya aku perform pake kacamata.(karena mata sebelah kiriku lagi sakit) dan seneng juga bisa mengisi malam yang menyenangkan ini, dan nyanyi bareng sama semuanya. Terus ngajakin adeknya juga yang dari tadi mencuri perhatian hhh, grup vocal dari kelompok Creation kalo ga salah. Dan akhirnya mereka lah juga yang bikin suasana jadi semakin menyenangkan, karena kami semua bernyanyi dan menari bersama. Setelah itu ada surprise spontan buat Anggi yang pas itu ulang tahun, dan ada juga Harris (adek kelas) yang ulang tahunnya barengan sama Anggi. Dan jadilah kami semua nyanyiin lagu ulang tahun buat mereka berdua. Ditambah episode tiup lilin yang diganti tiup obor haha. Semoga ulang tahun kalian edisi tahun ini, bakal jadi cerita ulang tahun terbahagia kalian ya :**

ta-raa

Seusai bernyanyi kami semua duduk melingkar, saling menggenggam teman yang ada disebelah kami masing-masing. Lampu dimatikan, instrument musik dinyalakan. Dan Anggik pun mulai berkata-kata. Jangan tanya aku gimana, karena udah pasti tau aku bakal gimana. Hahahikss. Anggi paling oke kalau urusan beginian, dan berhasil juga bikin suasana makin baper. Dan sampai sekarang kalau aku inget beberapa kata itu, masih haru juga. Bahkan pas nulis ini dan ceritain ini ke Ibu, Ibuku juga ikutan nangis hhhh. (eh sumpah ini beneran, aku juga gatau kenapa Ibuku baper gitu). Abis haru-haruan, kami nerbangin lampion harapan. Sumpah moment ini mirip banget kayak drama korea “Moonlight Drawn by Clouds” pas scene pangeran nulis keinginannya buat nemuin Ibunya pacarnya. Sebelum… ada lampion yang terbakar, ada yang nyasar ke aula di lantai 2, ada yang nabrak tiang, ada yang nyangkut di pohon, ada yang ga bisa terbang-terbang dan segala ekspektasi kemudahan dan keindahan pas nerbangin lampion di film-film romance lainnya. Gagal hhh. 

Jadinya malah film comedy karena bukannya terharu pas nerbangin, malah dibikin ngakak sama ngejar-ngejar lampion yang nyasar sama nyangkut tadi. Karena takut malah jadi kebakaran hhh. Tapi tetep tidak mengurangi misi malam ini, banyak juga kok lampion yang take off dengan sempurna, sampai diangkasa menghias langit malam yang bertaburan bintang dan terangnya bulan (duh jadi laper hh) Alhamdulillah, malam itu terang benderang padahal sebelumnya sempat gerimis dan mengkhawatirkan juga.

Seusai nerbangin lampion, jam bebas untuk semua. Dan sebelum aku mengambil jam bebasku, aku kudu memastikan bahwa sudah nggak ada lagi yang mau dimasakkin. Dan disaat-saat inilah pisang keju menjadi makanan mewah.. soalnya rasanya jadi enak banget kalau disini. Setelah masak untuk beberapa orang. Kami membuat forum galau hhh, ketawa ngakak sampai nangis buat ngedramatisir korban kami kali ini “Icha”. Tapi dia cukup strong melebihi apa yang dibayangkan, dari sekian lagu sedih galau melau yang kami nyanyiin buat dia, dianya tetep tangguh. Love you cha! Kamu udah lulus tempa-an. You are strong and life must go on. With or without him. :* dan karena icha nya nggak baper-baper akhirnya kami capek sendiri terus tepar – dan itu sudah pukul 02.30 WIB.


Day 3 – Minggu 13 November 2016

Seperti dugaan, aku bangun kesiangan. Mataku terbuka tapi dalemnya masih tidur. Akhirnya aku nekat mandi, dengan air es ituu. Dan akhirnya aku bener-bener bangun, soalnya kedinginan hh. Bikin sarapan dan sarapan bareng. Unfortunately, kursi yang dudukin ternyata rapuh, jadinya aku terjatuh dan sarapanku jatuh juga. Nggak sakit sih, tapi kaget, malu juga hhh. Nah habis sarapan ini lah cebur-ceburantime sambil ngakak karena menghibur juga sih…. Aku kira aku nggak bakal kena, karena siapa yang bakal cuciin piring mereka kalau aku diceburin. Hoho. Dan setelah cukup berkilah, aku diceburin juga akhirnya. It was so fun, meski kedinginan. Kedinginan bareng sampe mulut jadi kebiruan. Tapi masih bisa ketawa bahagia. Dan sebagai hukumannya, mereka yang nyeburin tadi yang nyuci piring hahaha. Foto-foto sebentar, dan aku mentas duluan karna gak kuat dinginnya, dan mandi untuk yang kedua kalinya. 



Setelah itu upacara pengukuhan, foto session dan kita pulang ke Surabaya…

Keluarga Besar Dacsakom 2016-1017

Keluarga Besar Dacsakom 2016-2017


Cobalah abaikan Gerry (1)

Cobalah abaikan Gerry (2) hhhh


Well, terimakasih banyak untuk Isbat sama Dhito yang udah nebengin aku dan mengantarku kembali pulang dengan cepat dan selamat hhe. Terimakasih untuk koor-ku Rima yang ngasih aku tugas yang menyenangkan, maaf kalau jarang ikut rapat. Terimakasih untuk masterchef Fathur yang udah masak-masakan yang enak-enak meski ini hanyalah PO yang identik dengan masakan rasa ala kadarnya, dan kamu mematahkan statement itu hehe. Terimakasih buat semua panitia yang udah bikin konsep acara sekece ini, ah kalian selalu kece :* dan terakhir terimakasih untuk semua Keluarga Dacsa baik yang lama maupun yang baru, you’re all awesome! Cause we are DAC! Different, Action, Creation!


"Bersamamu kuhabiskan waktu, senang bisa mengenal dirimu. Rasanya semua begitu sempurna, sayang untuk mengakhirinya. Janganlah berganti, janganlah berganti. Tetaplah seperti ini.. " - Sahabat Kecil, Ipank.

Terimakasih untuk cerita ini :)
Ini cerita dariku, mana cerita darimu?
:p
#uprogvol1 #uprogterkenang



Jumat, 04 November 2016

4 November 2016 - Politik, Agama dan Hukum ?




sumber : okezone.com



Rasanya tergelitik juga untuk ikut memberi opini terhadap berita yang sedang ramai sekarang. Pencalonan Gubernur DKI yang setiap periodenya tidak pernah tidak ramai. Meski itu termasuk pilkada, tapi beritanya seperti berita nasional. Karena memang, kata orang, Gubernur DKI adalah orang ketiga paling penting di negara ini setelah Presiden dan Wakilnya.

Basuki Cahaya Purnama atau Ahok yang dikenal tegas dan berani, kali ini harus mau dan bertanggung jawab atas perkataannya yang entah sengaja maupun tidak, dilaporkan telah melakukan penistaan agama. Saya sendiri juga melihat video rekamannya dan sangat menyayangkan, karena menurut saya, meskipun konteksnya pada saat itu adalah tidak sengaja dan tidak bermaksud apapun, tapi tentu saja hal seperti ini adalah hal yang sensitif bahkan sangat sensitif karena menyangkut agama - keyakinan - ideologi dasar.

Ahok yang kita ketahui elektabilitasnya cukup tinggi di pilkada mendatang ini tentu saja akan dihadang apa saja oleh lawan politiknya. Ahok yang dari kaum minoritas di Jakarta bahkan di Indonesia tentunya sangat mengejutkan bisa berada diposisinya saat ini. Isu SARA pun dilempar ke masyarakat mulai dari masalah ras dan lagi-lagi, agama. Namun tentu saja tidak semudah itu mengubah opini dan pendapat masyarakat Jakarta yang semakin cerdas dalam menggunakan hak pilihnya. Dan benar saja, isu SARA itu tidak terlalu berdampak dengan elektabilitas Ahok yang masih tinggi.

Hal ini pasti cukup membuat lawan politiknya harus memutar otak lagi dan mengatur strategi perang di pilkada nanti, mulai dari pencalonan AHY yang bagi saya sangat mengejutkan, ditambah pencalonan Anies di kubu lawannya dulu yang lebih membuat saya terkejut. Dan dalam hati berkata "politik bisa mengubah apapun" . Dari ketiga calon tersebut tentu hanyalah Ahok yang memiliki pengalaman untuk memimpin masyarakat. AHY yang belum berpengalaman di politik, begitupun Anies yang tiba-tiba saja dicalonkan menjadi gubernur.

Dan lalu, Ahok membuat kesalahan yang fatal. "Mulutmu Harimaumu" . Perkataan Ahok kala itu seakan menjadi bumerang untuk dirinya sendiri. Terlebih kejadian ini terjadi tepat saat musim pilkada, sungguh menjadi kartu as bagi kedua lawan politiknya untuk 'menyingkirkannya'. Timing yang sangat pas, dan seperti blunder yang dilakukan Ahok. Ditambah blow up dari media nasional baik cetak, elektronik maupun media online. Dengan pemberitaan yang intens dan provokatif.

Hingga terjadilah Aksi Demo 4 November hari ini. Ribuan massa berdemo ke Jakarta mengatasnamakan jihad membela Islam. Ribuan massa. Dan tidak hanya dari Jakarta, namun dari seluruh Indonesia. Hal ini menunjukan bahwa betapa krusialnya isu agama di negeri ini, negeri yang dimata negara lain terlihat luar biasa karena Bhinneka Tunggal Ika-nya, perbedaannya, ragamnya, tenggang rasanya dan toleransi beragamanya. Katakanlah Ahok memang bersalah dan dia telah meminta maaf dan akan diperiksa oleh aparat hukum, lalu apa sebenarnya tujuan dari aksi demo hari ini? Apakah agar Ahok mempertanggungjawabkan ucapannya? Atau agar orang non islam tidak jadi pemimpin? atau agar Ahok mundur dari pencalonannya? Allahualam.

Dan ada beberapa pemikiran dan pertanyaan-pertanyaan liar dikepala saya. Apa aksi demo hari ini murni karena jihad dan bukan karena ada kepentingan-kepentingan? mengingat dalam aksi demo hari ini juga diikuti oleh tokoh-tokoh politik dan bahkan mantan Presiden RI pun angkat bicara. Apakah kira-kira yang terjadi seandainya Ahok mendapat hidayah dan lalu memeluk agama Islam, apakah iya bisa membungkam opini-opini tentang dia yang disebut 'kafir' dan sebagainya dan lalu dia bisa menjadi calon gubernur dengan mudah? Saya rasa tidak. Karena menurut saya bukan agama masalah pokok dari kejadian ini. Bukan agama, tapi Ahoknya. Ahok yang dikenal tidak pandang bulu menegakkan birokrasi dan peraturan di DKI, tentu saja sangat berbahaya, menakutkan, penghalang bagi mereka yang bekerjanya tidak sesuai dengan aturan dan undang-undang yang ada.

Tulisan ini adalah opini pribadi saya, melihat permasalahan yang ada. Saya sendiri adalah orang Islam, hanya barangkali saya tidak mempunyai kapasitas tentang menghukum orang lain dengan ayat-ayat kitab suci saya, atas keyakinannya yang berbeda dengan keyakinan saya. Saya tidak sehebat itu, saya sendiri juga masih  banyak dosa. Biarlah itu menjadi urusan Tuhan. Yang saya yakini adalah agama saya mengajarkan kedamaian. Ini Indonesia, yang katanya seperti surga oleh saudara kita di palestina sana. Bisa hidup rukun berdampingan meski berbeda-beda agama. Kita bisa hidup damai dan merdeka karena rasa tenggang rasa yang kita jaga bersama selama ini, meski juga tidak bisa dipungkiri bahwa ada pasang surutnya. Saya juga bukan memihak Ahok dan nantinya dibilang menyetujui akan dipimpin oleh orang non-islam (karena saya warga Surabaya yang tidak perlu memilih diantara mereka bertiga)

Selebihnya, biarlah proses hukum yang akan menyelesaikan dan membuktikan kasus ini. Bagaimanapun hasilnya nanti, kita percayakan saja pada pihak yang berwenang. Kalaupun seandainya Ahok lolos dari kasus ini dan tetap jadi cagub dan Anda tidak suka dan tidak ridho Ahok jadi pemimpin. Ya jangan dipilih saat pemilu nanti. Sederhana kan? Toh juga kalau difikir-fikir, ini masih pencalonan, dan belum tentu juga Ahok yang menang.

Tapi kalau mereka sudah berkata 'bahwa mereka tidak mau Ahok jadi pemimpin mereka" hingga hal ini terjadi, bukannya itu justru mengaminkan bahwa yang akan menang di laga pilkada nanti adalah Ahok?

Allahualam.


- 4 November 2016 -

Ramadhani Syah Fitri
Mahasiswa Ilmu Komunikasi
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Bhayangkara Surabaya.

Jumat, 09 September 2016

Mengagumimu Dengan Anggun



Aku ingin mengagumimu dengan anggun
Tak mudah terlihat namun terlihat olehmu
Tersamar namun kau merasakan adaku
Tanpa menggebu aku didekatmu

Lalu, masih anggunkah Aku?
Ketika diam-diam aku mengamatimu
Menghafal nada suara, pandangan mata, langkah kakimu
Menunggu kesempatan untuk sekedar menyenyumimu
Atau berharap kau tiba-tiba muncul dan memanggil namaku

Lalu mampukah Aku, tetap anggun didepanmu?
Ketika wajah payahmu membuatku ingin menghiburmu
Ketika aturan yang ku buat tak berarti apapun selain senyummu
Dan ketika senyummu memeluk segala rinduku

Tersenyumlah, meski senyummu bukan hanya untukku.
Meski salah satunya, kuharap karenaku :)