Kamis, 04 Agustus 2016

Empat !




Hailo, Good Readers…
Sekian lamanya tidak mengetik cerita, jadi kikuk juga mengetiknya. Dan agar supaya tidak mager ngetik, jadinya ini pembukaan serupa spam juga diketik juga, itung-itung untuk pemanasan hihi.

Udah jarang pake banget nulis cerita di blog karena kesibukan, duh klise hha. Aslinya bisa disempetin, tapi apalah daya waktu-waktu belakangan ini, menyempatkan untuk sekedar nonton satu episode drama korea aja kudu nyuri-nyuri waktu banget, biar hidup ini seimbang hahaha (antara kenyataan dan setengah khayalan ala drama) oke lanjut.

Biasanya ritual update blog gini aku lakuin tepat seusai UAS atau pas setelah keluar KHS. Tapi karena ini udah out of date banget, jadi gapapa lah ya daripada ke skip ceritanya. Barangkali, segala momen keseharian kita ini berharga, diwaktu yang akan datang, karena waktu-waktu ini tidak bisa diulang.
Belum ada penemuan mesin waktu adanya penyesalan. Sejarah tidak bisa diubah,bisanya dipelajari. Kesalahan tidak bisa dihapus, bisanya dimaafkan. dan hal lain yang diakumulasikan akhirnya para ilmuwan dan para pujangga menyebut waktu itu mahal, karena hal hal serba ‘sekali berjalan’ tadi.
Alhamdulillah, semester 4 berakhir dengan happy ending. *yeiiiiyy* 

Setelah perjuangan yang dijalani, tugas demi tugas, begadang demi begadang, riweh demi riweh, pusing demi pusing, lelah demi lelah, hampir mutung demi hampir mutung, ya namanya juga perjuangan. (mmm tidak seperti cerita sebenarnya, ini hanyalah sekelumit deskripsi dari seorang yang berjuang, kira-kira seperti itu hehe)

Dibanding tiga semester sebelumnya, semester 4 ini lebih berat menurutku. (belum kebayang juga semester 5-6-7 nya gimana malahan) tapi segalanya hanya harus dijalani bukan? Yaps! Dan jujur, dari sederet mata kuliah di semester 4 ini, mata kuliah yang paling nano nano rame rasanya adalah mata kuliah ‘Fotografi’. Tapi sekaligus jadi mata kuliah dengan penutup paling epic, untukku :)

Setelah ekspektasiku tentang mata kuliah filsafat yang terjun bebas di tebing curam dari atas bukit, mmm maksudnya jauh dibawah ekspektasi, aku cukup terhibur dengan satu mata kuliah yang ‘sedikit membosankan’ tapi kudu dijalani setiap insan mahasiswa, iyaps ‘Metode Penelitian Sosial’. Fortunately, mereka yang dengan tabah menjalaninya, akan bisa menyelesaikan matkul ini dengan baik, dan ternyata tidak semenyeramkan itu kok, inshaAllah hehe. Seenggaknya, ada yang nyangkut buat bekal disemester depannya. Oke back to Fotografi.

Jadi ceritanya, awalnya kukira mata kuliah ini akan terlewati dengan mudah, karena pembukaannya terlihat begitu, namun karena ada musibah yang dialami dosen fotografiku, akhirnya datanglah dosen pengganti ‘yang tidak boleh disebutkan namanya’. Dan setelah itu, segalanya berubah.

Ini aku nggak tulis semuanya karena kalau diceritain detail, bakalan bosen bacanya, haha. Jadi kira-kira yang kualami begini..

  1.  Keliling kota Surabaya, buat ngerjain tugas hunting foto. Maksa adek buat nganter kemana-mana biar ada bodyguardnya+sopir. Kelilingnya malem-malem karena bisanya ngerjain tugasnya malem (paginya mencari nafkah demi….berkotak kotak eskrim concerto yang lebih enak dari eskrim di zangrandi hhh
  2. Ke pasar keputran malem-malem nemenin wiwid hunting tugas edfat. Itu pertama kalinya aku ke pasar keputran. Dan dengan perasaan takut luar biasa tapi kudu bisa akting seolah-olah ga terasa apa-apa. Tapi mau gimana lagi, udah terlanjur kesana dan dengan spirit bonekmania, wiwid tetep aja ambil foto. Aku yang nungguin dia, berusaha mengatur persepsi agar mengubah persepsiku terhadap orang lain dan sebaliknya, singkatnya, berusaha berfikir positif. Yang ternyata dikeadaan takut seperti itu, susaah juga, tapi Alhamdulillah aku pulang dengan seperti ini adanya. Dan dari sana aku juga belajar banyak hal. Tentang apa yang aku lihat, apa yang aku dengar, mengatasi ketakutan, menghargai pekerjaan, waspada, dan hal-hal lain yang secara tidak sengaja aku temui dan aku pelajari dari sana.
  3. Ke Bali, tapi nggak terasa liburan. Memang judulnya bukan liburan, tapi udah dipesenin dosen buat enjoy anggep ini kayak liburan..tapi tetep gabisa ternyata. Tetep rasa tugas. Ini juga pertama kalinya, aku nugas berasa ikutan acara variety show ‘mission x’ ! entah aku yang lebay atau terlalu serius ngerjain tugasnya, tapi aku ngerasanya begitu. Gimana enggak? Bangun tidur sebelum subuh, karena huntingnya jam segitu, kalau gak bangun, ditinggal rombongan. Ngejar-ngejar matahari terbit, nungguin lama, eh… ternyata mataharinya ketutup mendung, rasanya…kudu nangis. Lari-lari motret ibu-ibu yang tiba-tiba ke tepi pantai buat sembahyang pagi, ini motret tapi rasanya kayak lagi nodongin pistol ke ibunya hhhhduh. Panas-panasan di pantai yang superpanas menyengat kulit, dan berusaha menghadapi panasnya dengan wajah bahagia, karena pas ini ada outbond gitu. Dan yang terakhir lari-larian lagi di bedugul yang ternyata salah parkiran, jadi kudu jalan agak keatas dulu buat dapet spot yang kayak di uang pecahan 50 ribu itu. Namun aku rasain semuanya seruuu, meski lelah. Karena melewatinya bersama teman-teman super, eheheh *etciyee 
  4.  Diperjalanan ke bali dan pulangnya, itu pertama dan kedua kalinya aku sholat di kapal feri. Sekarang jadi tau rasanya dan punya cerita hehehe, Alhamdulillah.
  5. Keinginan kecilku untuk punya kontribusi di acara kampus terealisasikan tahun ini, Alhamdulillah. Awalnya aku merasa sudah cukup menjadi team kecil konseptor pameran foto #BaliInFrames, kemudian setelah itu dipercayai untuk jadi ketupelnya. Terimakasih untuk kesempatan ini ya teman-teman. Pengalaman pertamaku jadi ketupel. Dan Alhamdulillah, acaranya semarak :) – kalau yang ini sudah pasti atas andil banyak pihak , panitia super, teman-teman super, mc super, ambassador super, stand guide super dan segala pihak yang mendukung acara ini yang juga super. Terima kasih untuk karya-karya fotonya, terima kasih untuk apresiasinya. Semuanya saling bersinergi, akhirnya menjadi seperti itu. Untukku, itu jauh melebihi ekspektasi, dan membuat aku senyum-senyum kalau mengingat beberapa momen yang terjadi saat itu. (ini juga bisa disebabkan karena dhani agak konslet pemirsa hehe) dan semoga #BaliInFrames juga meninggalkan kesan untukmu ya :)


Well sekian cerita di semester 4, yang penuh dengan liku-liku, rapat-rapat, latihan-latihan. Semuanya benar-benar terlewati sekarang. Terbayarkan lelahnya :)
Dan sekarang sudah harus bersiap menuju semester 5… semester penuh perjuangan lainnya. Semoga bisa terjalani dengan baik, amin :) dan semoga lebih banyak cerita seru dipetualangan Dhani n The Explorer Season 5 mendatang hahaha…kayak Dora kalik hh…


Sekian ceritaku, mana ceritamu?

:p

Thanks for read, my Good Readers :)


Behind The Song - "Izinkan Aku"





Wajah payahmu, lesu rautmu
Izinkan aku hapus lelahmu
Guratkan senyum di bibirmu

Perhatikanmu dari tempatku
Terbesitkah kau tentang diriku
Yang dalam diam menaruh hati

Izinkanku didekatmu
Sebagai tempat tercurahnya keluhmu
Izinkanku bersamamu
Mendekap erat hilangkan keresahanmu
Izinkanlah aku…





Lagu ini menceritakan tentang seorang pengagum rahasia, istilah populernya seperti itu. Pengagum rahasia barangkali mereka yang paling sering memperhatikan orang yang dikaguminya diam-diam. Bukan karena dia pendiam atau ingin diam saja tanpa mengutarakan, terkadang seseorang itu tidak memiliki sarana, akses, alasan untuk mengubahnya menjadi tidak diam-diam. Untuk bisa bersama orang lain, menjadi dekat kemudian saling mengisi, dibutuhkan sebuah keadaan untuk membuat segalanya menjadi mungkin, orang-orang biasa menamainya, kesempatan.

Pengagum rahasia menurut penulis adalah mereka yang belum bertemu dengan kesempatan itu, atau mungkin mereka yang sedang mencari dan berusaha keras mendapatkan kesempatan itu. Pilihan yang tersisa lainnya, yaitu, diam. Mengaguminya dalam diam, mengaguminya diam-diam. Menyemogakannya diantara diam.
Dan sekali lagi, mereka diam, bukan karena pendiam. :)

Jadi untukmu yang sedang bersedih hatinya, jangan sedih lagi ya, siapa tau disekelilingmu ada mereka yang diam-diam memperhatikanmu, berdoa agar waktu berpihak padanya, menghiburmu, meredamkan sedihmu, mengganti laramu, memudarkan kecewamu, mengguratkan senyum- dikedua sudut bibirmu :)

Percayalah, selalu ada cerita seperti itu untukmu :)



Selasa, 05 April 2016

Jatuh Tanpa Luka

Memandang tanpa tatap
Menyentuh tanpa gerak
Merindu tanpa waktu

Jatuhkah aku dari langit
Sedangkan rindu menahanku satu sentimeter diatas bumi
Lalu adakah jatuh tanpa luka?

Minggu, 03 April 2016

Descendants Of The Sun - Kali Kedua



Here we go… malem ini pukul 00.36 WIB diperempatan pengerjaan beberapa tugas makalah sama tugas yang butuh bersemedi dulu. Nulis blog gini buat nge-refresh fikiran biar dapet penyegaran buat nulis dan ngejawab pertanyaan-pertanyaan di tugas essay biar jawabannya segar and not so boring…hehe bercanda.
Malem ini mau cerita tentang yang UP Coming! Hehe (yang lagi up coming di keseharianku, maaf kalau beda sama kamu hhaha)
Okay, we’ll see..

Yang pertama aku mulai dengan “Drama Korea” (duh diawali dengan drama nih, gapapa ya..)


Drama korea yang lagi heboh sekarang ini “Descendants Of The Sun” ! aku nggak berniat menceritakan secara detail sih (googling aja ya kalau belum tau, hukumnya wajib haha) tapi kayaknya udah pada tau juga sih. Singkatnya, dari sekian tema drama yang pernah aku tonton, ini sedikit berbeda tapi bwagus! Ceritanya tentang tentara korea yang jadi pasukan perdamaian gitu. And of course, tentaranya imut. Cuma satu sih yang imut haha. Dari sekian cast, entah kenapa aku suka second line nya. Peran ‘Sersan Seo Dae Young’ sama couple nya ‘Letnan Yoon Myung Joo. Meskipun tidak mengurangi rasa sukaku sama Kapten Yoo Si Jin – Dokter Kang Mo Yun


Kapten Yoo Shi Jin - Dokter Kang Mo Yun

Sersan Seo Dae Young - Letnan Yoon Myeong Joo (couple terlovi)


Mungkin ini bukan aku aja sih, setelah stalking artikel dimana-mana, banyak juga yang seperti aku. Sukanya sama second line couple. Menurutku, perjuangan cintanya itu lebih bikin terharu gimana gitu. Kena banget karakter Jin Goo disitu. Ini mungkin juga karena faktor penulis nya yang super keren, jadi masing-masing karakter punya kekuatannya. Pada kuat semua karakternya. Aku juga fans berat “The Alpha Team” yang berisi Big Boss, Wolf, Snoopy, Picollo, Harry Potter… (itu nama samaran kalau mereka lagi bertugas di misi “Black”) Pake baju hitam bersenjata lengkap, tapi tanpa identitas. Jadi kalau misal mati pas menjalankan misi, nggak bisa diidentifikasi jasadnya, gitu kata mereka. (duh baper)

Oh ya, suka tentara korea dicerita ini, bukan berarti nggak nasionalis ya. Sepengetahuanku, diindonesia belum ada film atau sinetron tentara-tentaraan tapi yang romance bromance gini… dan ada lucu-lucunya juga, tegangnya juga….banyak. complete! 

Dan ini ada dua OST Descendants Of The Sun paling kusuka! Satunya bikin inget scene sedih, satunya bikin inget scene lucu membahagiakan.. (dan memungkinkan aku bikin cover version nya nantinya hhhe)



Segitu dulu tentang Descendant Of The Sun, yang sekarang ini masih episode 12 dari 16 episode yang ada.

Yang kedua sekarang lagi boom banget lagu-lagu sedih bernada sedikit antimainstream. Tadaa… seperti biasanya datangnya dari Tulus dan Raisa..
Tulus dengan Pamit. Raisa dengan KalI Kedua (ini maksudnya bukan sungai kedua loh ya hahah) dua-duanya sama-sama sedih dan bikin baper. Mmmm,dari aku yang terbaper dari keduanya, lagunya Raisa sih yang bikin baper sejak pendengaran pertama. Lagu ini ciptaannya Dewi Lestari. Penulis novel sekaligus penulis lagu favorit aku. Lagu-lagunya dee selalu hadir dengan nada-nada dan lirik pilihan.


Kali Kedua – Raisa
Jika wangimu saja bisa
Memindahkan duniaku
Maka cinta mu pasti bisa
Mengubah jalan hidupku

Cukup sekali saja, aku pernah merasa
Betapa menyiksa kehilangan mu
Kau tak terganti, kau yang slalu ku nanti
Takkan ku lepas lagi

Pegang tangan ku, Bersama jatuh cinta
Kali kedua, pada yang sama

Jika senyummu saja bisa
Mencuri detak jantungku
Maka pelukanmu yang bisa
Menyapu sluruh hatiku
 Menyatukan hati, tanpa peduli
Kedua kali kita bersama lagi
Pegang tangan ku, Bersama jatuh cinta
Kali kedua, pada yang sama
Bersama indahnya



Karena ngena’ banget lagunya, jadi bikin covernya juga.. nih..



Okay, segitu aja sih untuk dini hari ini. Btw, sekarang udah pukul 2.03 WIB!!
Annyeong, Saranghaeyo.. (bisanya bilang itu doang haha) *laflaflaf Seo Dae Young!!