Selasa, 26 April 2016
Selasa, 05 April 2016
Jatuh Tanpa Luka
Memandang tanpa tatap
Menyentuh tanpa gerak
Merindu tanpa waktu
Jatuhkah aku dari langit
Sedangkan rindu menahanku satu sentimeter diatas bumi
Lalu adakah jatuh tanpa luka?
Minggu, 03 April 2016
Descendants Of The Sun - Kali Kedua
Here we go… malem ini pukul 00.36 WIB diperempatan
pengerjaan beberapa tugas makalah sama tugas yang butuh bersemedi dulu. Nulis blog
gini buat nge-refresh fikiran biar dapet penyegaran buat nulis dan ngejawab
pertanyaan-pertanyaan di tugas essay biar jawabannya segar and not so boring…hehe
bercanda.
Malem ini mau cerita tentang yang UP Coming! Hehe (yang lagi
up coming di keseharianku, maaf kalau beda sama kamu hhaha)
Okay, we’ll see..
Yang pertama aku mulai dengan “Drama Korea” (duh diawali
dengan drama nih, gapapa ya..)
Drama korea yang lagi heboh sekarang ini “Descendants Of The
Sun” ! aku nggak berniat menceritakan secara detail sih (googling aja ya kalau
belum tau, hukumnya wajib haha) tapi kayaknya udah pada tau juga sih. Singkatnya,
dari sekian tema drama yang pernah aku tonton, ini sedikit berbeda tapi bwagus!
Ceritanya tentang tentara korea yang jadi pasukan perdamaian gitu. And of
course, tentaranya imut. Cuma satu sih yang imut haha. Dari sekian cast, entah
kenapa aku suka second line nya. Peran ‘Sersan Seo Dae Young’ sama couple nya ‘Letnan
Yoon Myung Joo. Meskipun tidak mengurangi rasa sukaku sama Kapten Yoo Si Jin –
Dokter Kang Mo Yun
![]() |
| Kapten Yoo Shi Jin - Dokter Kang Mo Yun |
![]() |
| Sersan Seo Dae Young - Letnan Yoon Myeong Joo (couple terlovi) |
Mungkin ini bukan aku aja sih, setelah stalking artikel
dimana-mana, banyak juga yang seperti aku. Sukanya sama second line couple. Menurutku,
perjuangan cintanya itu lebih bikin terharu gimana gitu. Kena banget karakter
Jin Goo disitu. Ini mungkin juga karena faktor penulis nya yang super keren,
jadi masing-masing karakter punya kekuatannya. Pada kuat semua karakternya. Aku
juga fans berat “The Alpha Team” yang berisi Big Boss, Wolf, Snoopy, Picollo,
Harry Potter… (itu nama samaran kalau mereka lagi bertugas di misi “Black”) Pake
baju hitam bersenjata lengkap, tapi tanpa identitas. Jadi kalau misal mati pas
menjalankan misi, nggak bisa diidentifikasi jasadnya, gitu kata mereka. (duh
baper)
Oh ya, suka tentara korea dicerita ini, bukan berarti nggak
nasionalis ya. Sepengetahuanku, diindonesia belum ada film atau sinetron
tentara-tentaraan tapi yang romance bromance gini… dan ada lucu-lucunya juga,
tegangnya juga….banyak. complete!
Dan ini ada dua OST Descendants Of The Sun paling kusuka!
Satunya bikin inget scene sedih, satunya bikin inget scene lucu membahagiakan..
(dan memungkinkan aku bikin cover version nya nantinya hhhe)
Segitu dulu tentang Descendant Of The Sun, yang sekarang ini
masih episode 12 dari 16 episode yang ada.
Yang kedua sekarang lagi boom banget lagu-lagu sedih bernada
sedikit antimainstream. Tadaa… seperti biasanya datangnya dari Tulus dan
Raisa..
Tulus dengan Pamit. Raisa dengan KalI Kedua (ini maksudnya
bukan sungai kedua loh ya hahah) dua-duanya sama-sama sedih dan bikin baper. Mmmm,dari
aku yang terbaper dari keduanya, lagunya Raisa sih yang bikin baper sejak
pendengaran pertama. Lagu ini ciptaannya Dewi Lestari. Penulis novel sekaligus
penulis lagu favorit aku. Lagu-lagunya dee selalu hadir dengan nada-nada dan
lirik pilihan.
Kali Kedua – RaisaJika wangimu saja bisa
Memindahkan duniaku
Maka cinta mu pasti bisa
Mengubah jalan hidupku
Cukup sekali saja, aku pernah merasa
Betapa menyiksa kehilangan mu
Kau tak terganti, kau yang slalu ku nanti
Takkan ku lepas lagi
Pegang tangan ku, Bersama jatuh cinta
Kali kedua, pada yang sama
Jika senyummu saja bisa
Mencuri detak jantungku
Maka pelukanmu yang bisa
Menyapu sluruh hatiku
Menyatukan hati, tanpa peduli
Kedua kali kita bersama lagi
Pegang tangan ku, Bersama jatuh cinta
Kali kedua, pada yang sama
Bersama indahnya
Karena ngena’ banget lagunya, jadi bikin covernya juga..
nih..
Okay, segitu aja sih untuk dini hari ini. Btw, sekarang udah
pukul 2.03 WIB!!
Annyeong, Saranghaeyo.. (bisanya bilang itu doang haha)
*laflaflaf Seo Dae Young!!
Minggu, 27 Maret 2016
Warming... UP !
Antara terasa atau tidak, sekarang aku udah kuliah semester
4. Entah benar atau enggak mitos yang dibilang sama orang-orang, kalau semakin
tua semesternya niscaya kuliah akan terasa semakin membosankan atau mungkin
karena kadar kemalasan yang semakin membumbung tinggi.
Dan kali ini, entah habis liburan semester tiga yang
kelamaan, atau emang bawaan mitos, aku mulai merasakannya. Astaghfirullah. Huhu.
Mulai dari yang mager ke kampus, mager ngerjain tugas, mager nulis, mager
dengerin dosen, mager… (stop!udahan dhannnnn)
Mager atau males gerak ini entah karena apa. Alasan paling
mendekati benar mungkin karena masih bawaan liburan kuliah (padahal kerja tetep
masuk terus huwoo). Entah kurang piknik atau kepala yang masih penuh membuat
mager ini berkuasa. Mulai berfikir yang serba praktis agar cepat saji kalau
tiba-tiba ada tugas dari dosen. Dan tiap kali ngerjain tugas, ada aja gitu
halangannya (yang sebenernya bukan alasan juga sih) mulai dari yang sambungan
internet lemah (soalnya rumah diujung bumi), keenakan dengerin musik, keenakan
browsing, keenakan nonton drama korea, keenakan maen soundcloud, keenakan maen,
dan keenakan-keenakan laiinya yang bikin lama ngerjain tugas. Hingga sampai
sekarang pun, masih aja nerapin sistem belajar kebut semalam.
I think, that is really my style!
Setiap orang emang punya cara belajarnya masing-masing. Ada yang
paling nggak bisa kalau buru-buru. Ada yang paling bisa kalau keburu-buru. Aku sering
bercanda sama temen-temen kalau aku bakal ngerjain tugas H-1 dikumpulkan. Bercandaan
yang beneran. Dan kebanyakan temenku juga tau kalau aku orangnya begitu. Kadang
kalau aku lagi bener (tugas selesai jauh sebelum deadline) aku malah diketawain
dikira bercanda, haha, image sbks sudah melekat rasanya.
Untuk tugas kelompok sbks sangat tidak dianjurkan, karena
bakal super ribet (ada diskusinya kan). Tapi
kalau untuk tugas individu, it’s ok. Oke, buat kamu yang suka memacu adrenalin
dan punya mantra “the power of kepepet”. Semester-semester sebelumnya pun sama
kayak gini, baru bener-bener ngerjain tugas diatas jam 9 malem, ditemenin
segelas es kopi (biar kayak penulis keren lainnya haha),ngadep laptop, eh tapi
malah belum ngerjain tugas. Malah nulis ini, buat posting di blog. Karena lagi
mood nulis berisi curhatan keluh kesah kayak gini. (kurang-kurangin dhan…)
Sebenernya, bukan tanpa tujuan sih nulis ini. Selalu ada
maksud dibalik setiap posting di blogku hahaha. Semoga ini tujuan yang mulia. Tujuannya,
“HEI KAMU JANGAN MAGER LAGI, UDAHAN WARMING UP NYA, AYO UP LAGI! MASIH PENGEN
JADI PELUKIS SENYUM KAN KAMU?” – (ngomong didepan cermin)
Tujuan kuliahku memang bukan untuk menjadi peraih nilai
tertinggi, karena nyatanya aku belum mampu. Dan aku sangat tau, bahkan semua
orang juga tau, bahwa nilai tertinggi tidak menjamin apapun, meskipun tak ada
salahnya juga memiliki nilai tertinggi :)
Dalam fikirku, aku semangat melakukan ini adalah karena aku
sedang mencari ini itu. Semoga diujung kuliah ini, aku lulus karena aku telah
menemukan ini itu. Semangathap! Ada yang sudah ku temukan, namun banyak hal
yang masih kucari. Semoga mission completed sampai akhir!
For the last, “JANGAN MAGER, KESAYANGAN(NYA)” :)
Hehe.
AIYO SEMANGART!
Yang Ku Ingat
Yang ku ingat tuturnya ketika aku sedang mengetikkan sesuatu di notebookkuYang ku ingat senyumnya ketika aku sedang menulis lagu di sore hariYang ku ingat lakunya ketika aku sedang berjalan dijalanan kotaYang ku ingat ketenangannya ketika aku merasa sangat ramaiYang ku Ingat sendunya ketika aku sedang melamunYang ku ingat candanya ketika aku sedang bersedihYang ku ingat minuman kesukaannya ketika aku sedang hausYang ku ingat makanan kesukaannya ketika aku sedang laparYang ku ingat suaranya ketika aku sedang memikirkannyaBegitu banyak yang ku ingat, meski tak pernah berusaha ku ingatKatanya, Aku adalah wanita yang kuatKatanya, Aku pasti bisa mendapat yang terbaikKatanya, Aku adalah orang tersendu, setelah dia.Bagaimana caraku agar tidak mengingatnya?Bila ketidakbiasaanku bersamanya sudah menjadi kebiasaankuBila usahaku melupakannya sudah menjadi sesuatu yang paling kuingat
Pelukis Senyum Ibu
Bismillahirrahmanirrahim..Hari ini aku melukis senyum Ibu. Aku pelukis amatiran. Maka dari itu aku belajar keras menjadi pelukis, pelukis senyum Ibu.Kali ini Tuhan mengijinkanku. Aku sangat berterimakasih kepadaNya. Aku ingin menghadiahi Ibu sesuatu, sesuatu yang sebelumnya pun tak pernah aku fikirkan. Dan Tuhan menjadikannya nyata. Sekarang, aku tak lagi takut memikirkan sesuatu-sesuatu itu, Tuhan selalu mendengar, lalu mengabulkannya. Tuhan Maha Baik kan? :)Senyum Ibu hari ini, sebenarnya atas bantuan Tuhan yang membantuku membuat lengkungan senyum itu menjadi indah dilihat. Tepat dihari ulang tahun Ibu. Serba kebetulan yang indah. (Tapi jangan bilang-bilang Ibu ya kalau kali ini aku dibantu Tuhan, sstttt)Aku tau, tulisan ini tidak akan dibaca Ibu, kecuali kau menunjukkannya. Biar saja, ini rahasia kita.Dan sekarang aku kecanduan, kecanduan melukis.Aku mungkin tak bisa berjanji, namun aku akan mengusahakan menjadi pelukis yang pandai nantinya,….Pelukis Senyum Ibu :)Dengan ridhoNya, 26 Maret 2016Terimakasih, Allah :)
Jumat, 26 Februari 2016
Langganan:
Postingan (Atom)

