Yang ku ingat tuturnya ketika aku sedang mengetikkan sesuatu di notebookkuYang ku ingat senyumnya ketika aku sedang menulis lagu di sore hariYang ku ingat lakunya ketika aku sedang berjalan dijalanan kotaYang ku ingat ketenangannya ketika aku merasa sangat ramaiYang ku Ingat sendunya ketika aku sedang melamunYang ku ingat candanya ketika aku sedang bersedihYang ku ingat minuman kesukaannya ketika aku sedang hausYang ku ingat makanan kesukaannya ketika aku sedang laparYang ku ingat suaranya ketika aku sedang memikirkannyaBegitu banyak yang ku ingat, meski tak pernah berusaha ku ingatKatanya, Aku adalah wanita yang kuatKatanya, Aku pasti bisa mendapat yang terbaikKatanya, Aku adalah orang tersendu, setelah dia.Bagaimana caraku agar tidak mengingatnya?Bila ketidakbiasaanku bersamanya sudah menjadi kebiasaankuBila usahaku melupakannya sudah menjadi sesuatu yang paling kuingat
Minggu, 27 Maret 2016
Yang Ku Ingat
Pelukis Senyum Ibu
Bismillahirrahmanirrahim..Hari ini aku melukis senyum Ibu. Aku pelukis amatiran. Maka dari itu aku belajar keras menjadi pelukis, pelukis senyum Ibu.Kali ini Tuhan mengijinkanku. Aku sangat berterimakasih kepadaNya. Aku ingin menghadiahi Ibu sesuatu, sesuatu yang sebelumnya pun tak pernah aku fikirkan. Dan Tuhan menjadikannya nyata. Sekarang, aku tak lagi takut memikirkan sesuatu-sesuatu itu, Tuhan selalu mendengar, lalu mengabulkannya. Tuhan Maha Baik kan? :)Senyum Ibu hari ini, sebenarnya atas bantuan Tuhan yang membantuku membuat lengkungan senyum itu menjadi indah dilihat. Tepat dihari ulang tahun Ibu. Serba kebetulan yang indah. (Tapi jangan bilang-bilang Ibu ya kalau kali ini aku dibantu Tuhan, sstttt)Aku tau, tulisan ini tidak akan dibaca Ibu, kecuali kau menunjukkannya. Biar saja, ini rahasia kita.Dan sekarang aku kecanduan, kecanduan melukis.Aku mungkin tak bisa berjanji, namun aku akan mengusahakan menjadi pelukis yang pandai nantinya,….Pelukis Senyum Ibu :)Dengan ridhoNya, 26 Maret 2016Terimakasih, Allah :)
Jumat, 26 Februari 2016
Minggu, 24 Januari 2016
3
Semester Tiga berakhir dengan bahagia, inshaAllah. Walaupun
khs nya belum keluar, tapi hasilnya semoga menyenyumkan, amin.
Agak kikuk juga rasanya mulai menulis untuk mengisi blog ini
lagi, sudah sekian lamanya tidak menulis. Sebenernya menulis, tapi di tempat
lain. Ditugas-tugas yang berhamburan, hehe biar dramatis.
Semester tiga ini kuliahnya cukup menyenangkan dan lebih
santai dari semester sebelumnya, menurutku. Dengan dosen-dosen yang nggak kalah
asik sama semester sebelumnya. Di semester ini, aku dipertemukan dengan
dosen-dosen muda yang ngasih spirit-spirit baru. Mata kuliah public speaking
dan dasar-dasar jurnalistik, jadi yang paling menarik diantara kesemuanya.
(walaupun nanti aku akan ngambil konsentrasi public relations di semester lima,
tapi dunia journalist tetep menarik ehehe).
Dan ada satu yang berkesan banget, di semester ini aku
diajarin sama Professor. Nama lengkapnya, Prof.Dr.Tondowidjojo. Dosen mata
kuliah Human Relations. It was cool, for me seriously! Bukan underestimate atau
lain-lainnya sih, tapi ngerasa surprise aja, jadi bisa ngerasain nyapa dosen
dengan “Professa..professa..” ala-ala film Harry Potter hihi. Dan yang bikin
aku salut dan kagum sama Professorku ini adalah di usianya yang kurang lebih 82
tahun, dia masih produktif. Baik mengajar, menulis paper, dan masih aktif dalam
kegiatan-kegiatan pelestarian budaya Indonesia. Pengalaman beliau yang sangat
panjang dan banyak sekali, dari cerita-cerita yang pernah dibaginya, sangat
menginspirasi aku banget. Dan memang aku menganggap mata kuliah beliau, mata
kuliah inspirasi, lebih sesuai rasanya.
And my favorite class, still my favorite. Kalau yang ini,
sudah pernah aku jelasin di postingan-postingan terdahulu kenapa ‘favorite’? :)
Dan di semester ini aku merasa harus bisa bener-bener
mengatur prioritas. Karena sebenernya banyak banget yang ingin aku lakukan tapi
waktunya sangat terbatas. Kegiatan wajib dan hobi yang pengen diturutin. Dan
akhirnya harus mengorbankan bergantian, nggak bisa kayak sebelumnya yang bisa
melakukan 3-4 kegiatan ditempat yang beda-beda dalam satu hari bahkan. Bukan
sudah nggak se-total itu lagi, tapi sekarang mungkin lebih memperhitungkan
efisiensi antara waktu dan tenagaku yang ternyata terbatas ini.
Mumpung lagi musim libur kuliah (meskipun kerja tetep masuk
hehe) aku pengen ngisi dengan menulis kali ini, inshaAllah. Lagi banyak yang
berputar-putar di kepala, dan biar kepalanya nggak penuh, jadi harus dituang. Ada
beberapa yang ingin aku bagi. Mulai dari cerita-cerita pendek yang mulai pengen
aku tulis lagi sampai pandangan politikku tentang hal-hal yang terjadi diluar
sana. Semoga terpenuhi semuanya, amin.
Overall, terimakasih udah mau membaca sedikit curhat berbau
keluhan ini. Hehe.
Semoga tidak menyesal terdampar disini.
Thanks for read, Goodreaders :)
Jumat, 02 Oktober 2015
Pray
Beberapa waktu yang lalu, barangkali kau sedang dihujani doa-doa, doa-doa baik.
Yang diberi orang-orang secara cuma-cuma diharimu.
Mungkin doa ini kutujukan untukmu, milikilah jika kau suka.
Untukmu yang sedang mencari, semoga lekas menemukan.
Untukmu yang sedang memilih, semoga pilihanmu tepat nantinya.
"Jika tak ada lagi yang bisa kau lakukan untuk seseorang, barangkali kau bisa mendoakannya." - someone said.
Younha – Pray (기도) Romanization
geudaega gireul ilheosseul ttae
bicceuro bichwo juri
barame maeum heundeullil ttae
na geudaeui son jaba juri
geudaereul wihae gidohapnida
jikyeo dallago gidohapnida
naui baraemi daheul su issge
dathyeojin muni seoseohi yeollyeo
sangcheoe ulgo ttaeron jichyeoseo
jeolmange gathyeo apeuji anhgil
maeumeul dahae geudaeui wiroga doegil
oneuldo naneun gidohapnida
geudaereul wihae gidohapnida
jikyeo dallago gidohapnida
geochireun bada godoen i sesang
hanghaereul tteonan geudaereul wihae
sangcheoe ulgo ttaeron jichyeoseo
jeolmange gathyeo apeuji anhge
maeumeul dahae geudaeui wiroga doegil
oneuldo naneun gidohapnida
bicceuro bichwo juri
barame maeum heundeullil ttae
na geudaeui son jaba juri
geudaereul wihae gidohapnida
jikyeo dallago gidohapnida
naui baraemi daheul su issge
dathyeojin muni seoseohi yeollyeo
sangcheoe ulgo ttaeron jichyeoseo
jeolmange gathyeo apeuji anhgil
maeumeul dahae geudaeui wiroga doegil
oneuldo naneun gidohapnida
geudaereul wihae gidohapnida
jikyeo dallago gidohapnida
geochireun bada godoen i sesang
hanghaereul tteonan geudaereul wihae
sangcheoe ulgo ttaeron jichyeoseo
jeolmange gathyeo apeuji anhge
maeumeul dahae geudaeui wiroga doegil
oneuldo naneun gidohapnida
Younha – Pray (기도) Indonesian Translate
Ketika kau terjatuhaku akan datang menyinarimu
ketika hati mu berdetak di hembuskan oleh angin
aku kan datang memegangi tangan mu
ku berdoa kepadamu
berdoa agar dirimu dilindungi-Nya
sehingga harapan ku bisa akan berhubungan denganmu
dan pintu yang tertutup perlahan-lahan kan terbuka
ku berharap engkau tidak mengisi hatimu yang terluka
atau terjebak dalam keputusan yang sesaat
dengan segenap hatiku, ku berharap mendapat terhibur
aku berdoa dan berdoa untuk hari ini
aku berdoa untukmu
berdoa bahwa engkau kan selalu di lindungi
dunia telah menjadi lautan yang sangat kejam
bagimu, engkau telah meninggalkanya untuk tidak berlayar
ku berharap engkau tidak mengisi hatimu yang terluka
atau terjebak dalam keputusan yang sesaat
dengan segenap hatiku, ku berharap mendapat terhibur
aku berdoa dan berdoa untuk hari ini
(sorry for bad transalation)
Rabu, 16 September 2015
Dari Jauh
Seperti mata kamera yang menangkapmu, Aku mencoba melihatmu secara long shot bahkan extreme long shot. Agar segalanya lebih terlihat luas, apa yang ada disekitarmu, disekelilingmu dan apa yang sedang kau perhatikan. Dari sedekat close up senyummu nampak untukku, namun tidak dari sisi ini. Senyummu kulihat lebih luas jangkauannya.Aku masih melihatmu dari sini, untuk memastikan beberapa hal lagi yang menjadi tanya-tanyaku. Apakah yang kulihat hanya kebenaran yang maya? Atau peka inderaku yang tak terasah tajam? atau hanyalah kejadian salah menduga? Walau terkadang Aku ingin menyimpan senyummu dengan mem-freeze-nya, tapi apa jadinya ketika setelah itu nyatanya arah senyummu itu bukan untukku. Beku.Dari jauh, Aku tau apa yang sebelumnya belum ku tau. Dari letak yang berjarak, kini Aku tau apa yang sebenarnya sedang kulakukan.Mencarimu.Dari sisi frame mana kau muncul, entah hanya lewat atau sekedar berdialog tegur sapa. Sudah. Kucukupkan merekammu dari sini, jika kurasa aku telah cukup mengerti, mungkin yang selanjutnya adalah cut.
Senin, 14 September 2015
Aku ingin menyelinap didalam mimpimu, yang pelan-pelan ku masuki tanpa kau tau. Apa kau sudah tau tempat persembunyianku? Aku tidak yakin bisa terus bersembunyi, menyembunyikanya. Aku hanya berdoa agar ketika Aku tertangkap nanti, Kau adalah satu-satunya yang paling mengerti semua ini sebelum semua. Agar ku tak malu mengaku, karena Kau mengakuiku.
Langganan:
Postingan (Atom)