Sabtu, 19 Juli 2014

Kenapa Mendung Itu Abu-Abu?




Daun gugur,
Hujan menderas,
Teduh, mana teduh?
Bentengku tidak rapuh, hanya tak bisa menghianati kata-kata dalam hati
Kejujuran memang pahit, kata orang. Namun tak akan pernah menyesatkan
Dan aku, tak ingin tersesat lebih jauh dan semakin jauh dari ini
Sedangkan dengan diam saja, sudah bisa membuatku bahagia.

Setiap waktu pengelihatan memang tak pernah sama,
Manusia pun, dinamis, tak pernah sama di waktu yang juga tak sama
Ketika Tuhan, memberi celah dan berbagai alasan
Dan aku, tak bisa menghindar dan melewatkannya
Kenapa waktu tak pernah lelah melaju?

Sebuah pelukan tak selalu dalam dekapan
Dan kehangatan tak selalu dibutuhkan dalam sebuah kedinginan
Kedinginan mungkin lebih baik, agar pertemuan menjadi hal yang paling dirindukan
Pertemuan sebagai selimut terhangat, lebih dari pelukan manapun yang tak bisa mendekap.
Kenapa mendung itu abu-abu?
Kenapa padam itu belum sanggup datang?


-tulisan dari seorang wanita yang tak pandai berpuisi-



Minggu, 06 Juli 2014

Grey & Jingga, "A Romantic Indonesian Comic" :)




Bisa dibilang tulisan ini adalah tulisan lanjutan dari tulisanku yang berjudul ‘ Deg’, beberapa bulan yang lalu. Sekali lagi, tentang Grey & Jingga. Ini tulisanku yang dulu tentang perkenalanku dengan Grey & Jingga baca disini :)

Kalau sebelumnya komik ini cuma bisa dilihat di facebooknya Sweta Kartika, sekarang sudah ada versi print nya di Gramedia. Dan meskipun aku udah selesai baca versi onlinenya, tapi gak afdol kalau nggak punya versi print-nya. Harganya terjangkau, cuma 35 ribu rupiah. Dan udah bisa bikin kamu senyum-senyum pas baca komik ini, aku jamin. Komik romance model begini, bisa dibuat moodbooster-lovebooster (halah) ahahaa. Kalau di Surabaya, cuma ada di gramedia expo sama gramedia tunjungan plaza. Dan biar gak kecewa, sebelum ke gramed telfon aja custumer service nya dulu, soalnya pas aku kapan hari beli, udah tinggal sedikit. (untung belum kehabisan ehehe)




Dan kalau sebelumnya Cuma bisa denger soundtracknya di soundcloudnya Sweta Kartika, sekarang udah ada versi cd nya. Kalau yang ini belinya via online, karena kasetnya gak dijual di toko kaset. Harganya cuma 30 ribu. Dan karena mungkin rumahku diujung bumi dan ditengah hutan, ongkirnya lebih mahal dari harga kasetnya ahahaha. Tapi gapapa deh, untuk harta karun yang satu ini, sayang untuk dilewatkan.



Dan untuk yang satu ini, aku pengen ngasih sedikit reviewku, tentang soundtrack Grey & Jingga. (review ala ala aku ehehe). Sebelumnya denger lagu-lagu ini dengan suara vocal Sweta Kartika beserta gitarannya. Dan untuk album yang dijual ini, musiknya di arransement ulang sama anak ISI Yogyakarta. Dan sangat tidak mengecewakan. Over all, lagunya jadi lebih drama. Kualitas rekamnya juga udah bagus. (barangkali yang sebelumnya denger souncloudnya mas Sweta yang masih banyak noise nya ehehe) 

Pangeran Kesepian. Lumayan surprise denger arransement lagu ini. Musiknya pake instrument piano dan nuansanya jadi kayak lagu-lagunya Sherina. Cuma entah, hmmm mungkin cuma menurutku ada sesuatu yang kurang dilagu ini,(kurang dalem galaunya kayaknya hehe) atau ekspektasiku yang mungkin berlebihan. Tapi lagu ini tetep kece didengerin, khususnya buat yang lagi galau ehehe.

Kisah Cinta Senja Termanis. Arransementnya jadi lain banget dari aslinya. Entah ini jadi jazzy atau mungkin yang lainnya (maaf kalau salah). Lagu ini jadi nyaman banget ditelinga. Dan suara vokalisnya enak banget dilagu ini, vibra diujung-ujung sama cengkoknya itu hmmm (bukan cengkok dangdut tapi hehe). Cocok banget didengerin sore-sore. Sambil nungguin senja sama… (eaaa ehehehe)

Semenjak Ada. Fix, aku jadi suka banget sama lagu ini gegara dengerin versi barunya. Easy listening, dan kalau ikut nyanyiin bisa jadi senyum-senyum (hayoloh ahaha). Lagunya orang kangen yang malu-malu ini. Most favorite song from this album. :)

Hati Tak Bertuan. Kalau yang ini baru pertama kali denger. Lagu galau kedua di album ini, tapi untuk yang ini bisa berhasil bikin aku ikutan galau beneran. Dan cukup terkesan sama suara violinnya, dibagian reff sampai akhir bisa bikin hati ‘ter-iris’ dan diakhir lagu sampai netesin air mata. (beneran gak alay, mungkin karena aku gampang terharu denger lagu yang beginian, tapi suara violin diakhir lagu ini, bikin tumpah semua-muanya hihi :’))

Kisah Cinta Senja Termanis (Accoustic). Well, lagu ini aku daulat jadi soundtrack utama komik ini. Soalnya kalau denger lagu ini, langsung kebayang adegan-adegannya grey sama jingga. (adegan di komiknya ini ahahaha)

Over all, aku suka kesemuanya. Mas Sweta Kartika nya keren, bisa bikin komik beserta quote’s dan soundtracknya (jarang yang paket komplit gini). Buat anak ISI Yogya, keren juga nih musiknya jadi bagus dan sedikit makin rumit ehehhe, tapi keren. Karena lagunya jadi lebih eksklusif lagi, jadi limited edition. Buat kalian, terus berkarya ya, aku tunggu karya selanjutnya. :)
Buat penikmatnya, terus mengapresiasi ya, punyai karyanya yang asli. Anggep aja jadi bukti otentik kalau kamu suka/ngefans, atau mungkin ini salah satu cara mengapresiasi mereka. :)

#Support Our Local Art Work!


Thanks for Read, Goodreaders :D

Minggu, 08 Juni 2014

Yogyakarta season 2 :)




Holaa Readers…
Kali ini mau berbagi cerita ajaib. Cerita yang sampai hari ini juga masih kayak mimpi. Aku main ke Jogja lagi :). Akhir tahun 2012 lalu sepulang dari Jogja, aku menulis ingin main ke Jogja lagi dan bukan untuk main biasa, barangkali Allah telah mengabulkannya. :)

Kerja libur 5 hari, sedangkan orang-orang nggak pada libur itu rasanya nggak enak. Sebelumnya nggak ada fikiran sama sekali buat pergi ke Jogja. Dan spontan aku mengutarakan keinginanku buat datang ke Soundcloud Meet Up Yogyakarta ke Ibu. Dan tanpa disangka, Ibu menyetujuinya. Setelah proses birokrasi yang berbelit-belit dan mengajukan proposal perijinan ini itu ke Ibu (halah ahaha), akhirnya berangkatlah aku ke Jogja, sendirian. :) Jujur ini pertamakalinya aku pergi jauh sendirian, ada perasaan takut dan kawan-kawan, tapi antusiasku ratusan kali lebih besar dari rasa takutku.


27 Mei 2014

Tidur 4 jam-an karena kemaren malem harus ngurusin acara Soundcloud Meet Up Surabaya dulu. Paginya baru packing dan langsung berangkat ke bungurasih. Tepat jam 7 pagi, bisnya jalan, melaju ke Yogyakarta. Atas rekomendasi seorang teman, Dzulkifli aka Kipli, aku naik bis patas EK*. ( karena kalo naik kereta nggak keburu) tiketnya 82 ribu, ya masih boleh lah buat backpacker yang sendirian ehehe, kalau rame-rame aku nggak papa naik yang ekonomi, harganya 41 ribu.

9 jam perjalanan darat, yang menurutku lebih mirip perjalanan laut (soalnya entahlah sopirnya ini kenapa..) akhirnya aku sampai di terminal Giwangan, Yogyakarta. (ampun, ini kalimatnya jadi pendek begini, padahal 9 jam itu lama banget dengan perut mual dan rasa takut luar biasa heheduh). Sampai sana, dijemput Dona, sahabat baikku sejak smp dulu. Kebetulan tahun lalu dia diterima di ISI, jadi kalau ke Jogja sekarang bisa menuju tempatnya hihi. Sebenernya kedatanganku ke Jogja kali ini, merepotkan banyak orang. Gimana enggak, mereka lagi hectic sama tugas-tugasnya. Tapi yang aku suka dari mereka adalah selalu bilang, “Udah selo wae..” ehehee, jadi gimana nggak gemes buat ngerepotin mereka terus ahahaha *bercanda*

Sampai di kontrakannya Dona, dikenalin sama temen-temennya. Ada mbak Erni, mbak Diaz, mbak Salma. Mereka ramah, jadi aku nggak sungkan nanya ini itu pas ditinggal Dona ke kampus. Habis rehat, menyegarkan diri dan sholat maghrib, Dona dateng dan siap mengantarku ke Soundcloud Meet Up YK, eitss, tapi sebelum itu, aku diajakin dulu ke ISI buat ngeliat dekorannya dia sama temen-temennya ehehehduh, sungkan juga hehe, dan akhirnya kenalan sama semua temen sekelasnya. (ini serius hehe) 

Dekorannya Dona :)


Dari situ lanjut ke meet up yang pas itu diadain di Kalui, jalan gejayan. Dan ternyata jauh banget dari Sewon, sekitar sejam-an kemudian dengan bantuan googlemaps, sampailah kami di Kalui, udah ada kak eki yang menyambutku hihi, Dona balik ke kampus dan dengan ditemani kak eki, akhirnya aku masuk dan diperkenalkanlah aku dengan temen-temen soundcloud yogya. :)

Percaya atau enggak, aku belum pernah ketemu sama satupun orang disini. Tapi berasa udah kayak keluarga sendiri, mereka, sahabat dunia mayaku :). Jadi disini aku kesampaian ketemu Jogja Harmony @kanyasaurus @eckiemon @BagusSuprayitno. Dan beberapa teman yang sering ku dengar soundcloudnya @rirazahrotul, Mas @StoryAboutMars, Mbak @DeschaVyana, Kak @harliakartika dan beberapa teman lagi. jangan tanya rasanya, aku ngerasa ajaib banget. Dulu aku pernah punya keinginan buat bisa dateng ke meet up jogja, dan sekarang kesampaian juga. Dan memang acaranya keren banget, ramee!! Dan anak-anak Jogja nih, asik-asik.!!

Add caption


dikasi light stick :D

sticker ID :D


Oh ya, hari ini sebenernya sahabatku, Risanggalih. Mau datang meliput acara ini, tapi karena dia sibuk nugas jadi cuma sekedar hadir diacara ini pula. Udah sekitar pukul setengah sepuluh malam, dengan perut lapar, akhirnya aku memutuskan untuk balik, dan kali ini di anterin Risanggalih (tadi aku udah bilang kan, bakal ngrepotin banyak orang hehe). Entah karena galau atau apa, sopir satu ini muter-muterin jalanan Jogja sejam-an buat nyari tempat makan. Iya, muter-muter. Bayangin aja, ngelewatin jalan yang sama sampai tiga kali, endingnya, makan ditempat yang daritadi udah dilewatin dua kali. Duh. Tapi ya gimana lagi, akunya kan tinggal nurut aja. Hmmmm.

Menu makan malam itu. Itu coklat panas, tapi nggak ada bedanya sama kopi -__- (mungkin faktor keadaan)
Makan sembari ngobrol kesibukan masing-masing. Jangan berfikir obrolannya enak malem ini, mungkin karena dia capek seharian ini, jadi ya, aku mencoba untuk memakluminya saja. Sebelum kemudian ada seorang temannya yang lebih mirip wartawan paparazzi menyapanya, ngelihat aku kayak hantu -__-. Entahlah apa yang membuat aku dikenal disana (mungkin media social) dan kalau ada sesuatu, mesti aku yang kena. Huffft, capek. Tapi biarin ajalah, mulai terbiasa, udah mulai kebal. Aku hanya nggak pengen semua yang sudah baik jadi nggak baik, itu aja. Pas itu belum sempet bilang juga, kalau kedatanganku waktu itu untuk menagih janji, tapi yasudahlah, janji ada masa berlakunya, Dhan. Lelah. Karena sama sama capek, akhirnya pulang. Aku dianter kerumah Dona.

Masuk ke kamar Dona, dianya udah tidur. Disitu dia muter lagu korea lewat lapotpnya dan demi apa, aku nangis terharu denger lagu itu.. (asem banget lagunya, padahal nggak ngerti artinya..hihi)

Ini nih lagunya.. 


28 Mei 2014

Hari ini janjian jalan-jalan sama kak eki jam 10. Dona kuliah jam 8. Dan yaa, aku di kontrakan sendirian. Awalnya mau nunggu Dona balik sambil nonton drama korea, sebelum akhirnya ada sms masuk dari alien yang mau nyulik aku diajakin nonton film-filmnya di Bulan. Haha bercanda. Risanggalih aka oppa, mau ngeliatin aku film-filmnya (padahal seingatku tadi malem bilang hari ini mau syuting seharian, hmmm entahhh). Akhirnya nonton juga film yang pakai soundtrackku. Btw, kapan itu dirilis gaes? Hihi. Dan sisanya adalah film-film fiksi fantasi entah haha. Jam 10, dianterin ketempatnya Dona di Galeri ISI, naik motor. Padahal bisa jalan kaki haha. Oppa kuliah, dan aku sekarang sama Dona. Dan percaya atau enggak, aku jadi kayak mahasiswa selundupan sekarang haha. Pas itu kebetulan lagi ada dies natalis disana, masuklah aku disitu. Menikmati karya-karya seni, dari calon-calon seniman hebat.

kursi kursi lucu :)


Beberapa lama kemudian, kak Eki dateng, jemput aku dan kita muter-muter. Ke stasiun mau beli tiket pulang, udah habis. Jadi yaa pulang naik bis deh. Di ajak jalan-jalan ke museum Affandi. Jangan ditanya lukisannya ya, legendaris :)




with kak eki :)


meninggalkan jejak di museum Affandi :)



Sehabis itu makan di “Raminten”. Tempat makan yang nuansanya jawa banget. Disitu juga ketemuan sama kak kanya dan mas bagas. Jadi buat kamu yang pengen ke Jogja, kalau cari makan di daerah Kotabaru aja, tempat makannya kece kece :D *ini kayak tau banget aja hehe*

Ini bibirnya gini banget yak ehehe

Ayam koteka featuring es klamud :D

Habis makan, sholat maghrib, kita karaokean :D. Yeiy akhirnya kesampaian nyanyi bareng mereka live :* walaupun aku banyak failednya pas nyanyi huhu. Selepas itu foto bareng buat kenang-kenangan :’)

with Jogja Harmony :)


Besoknya aku balik ke Surabaya. Dan malem ini, dianter pulang sama kak eki. Mampir kerumahnya adeknya, dan surprise banget nih sama Laily, makasih udah suka laguku hihi :) maaf pas itu aku malu-malu banget hehe :*

29 Mei 2014

Last day for this season in Yogyakarta. Nah pas hari ini, Dona libur. Jadi ya bisa quality time sama Dona. Bangun siang-siang, sambil curhat dan males-malesan (hari itu aku beneran pengen nikmatin tiduran dikasur nyamannya Dona haha, semacam pengen jadi cah selo) padahal besok kerja, dan jam segini masih di Jogja haha. :D

Nah ini nih yang bakal bikin kangen sama kamarnya Dona. selain kasurnya ehehehihi :')
Jalan-jalan ke pasar bringharjo (yang kata penjualnya lebih mirip mall yang pindahan ahaha saking ramenya) nggak afdol juga kalau nggak beli bakpia. Udah gitu panas-panas enaknya minum es degan. Dan ekpektasi es degan ku salah haha. Di jogja gulanya pake gula merah, ya bayangin aja rasanyaa haha, not to bad sih, tapi rada aneh hehe. Akhirnya balik ke kontrakan buat persiapan balik Surabaya. Kali ini di anterin Dona ke terminal sampai naik bisnya :’) Will miss you Don :*  Makasi banyak 3 harinya ini udah mau aku repotin. Makasi juga buat kak eki :* yang udah ngajakin aku muter-muter jogja, nanti kalau ke surabaya gantian aku yang nganter muter muter hihi,  makasi juga kaos abu-abunya, aku suka banget :) makasi juga buat risanggalih aka oppa, udah nyempetin muncul meski super sibuk, ke jogja belum afdol kalau belum ketemu hehe bercanda, tau kan aku suka bercanda, sukses buat film-filmmu ya :)) semoga bisa dipertemukan di karya-karya selanjutnya, makasi juga buat kak kanya, mas bagas, dan temen-temen SCYK, kalian keren!! Semoga lain waktu bisa ke Jogja lagi, buat perform bareng kalian :)
hadiah dari kak eki :3

Percaya atau enggak, aku nyampek bungurasih jam 12 malem teng. Kayak Cinderella yang kehilangan sihir-sihir Ibu peri. Dan kembalilah kehidupan normalku, namun dengan kepala yang lebih ringan, karena semua penat sudah kubuang disana. Dan mimpi-mimpi telah berakhir. Tapi nggak ada yang ku sesali, karena tak ada yang ku lewatkan disana, hmmm semoga hhehe. :)

Mimpi-mimpi itu sama. Keinginan, angan, terbang, melayang-layang, dan menyenyumkan. Bedanya, kalau mimpimu itu ada dokumentasinya, berarti mimpimu sudah jadi nyata :)

Minggu, 25 Mei 2014

Hectic!


Seperti ingin meninggalkan sedikit jejak dimulai Mei, di sela waktu yang tak bersela. Menyempatkan menulis ini agar aku tak kehilangan moment, dimana aku merasa benar-benar berada di realitas yang baru. Ya, realitas. I'm not in my dream anymore.

Senang dan sedih datangnya satu paket. Aku percaya, Tuhan punya rencana besar untukku. Dan kita semua harus selalu yakin itu. Tuhan membuatku percaya, bahwa harapan itu bukan sekedar masih ada, tapi akan selalu ada, untuk mereka yang yakin dan berusaha. Aku belum tau muaranya akan kemana, satu hal, aku akan berbagi sebisaku dan berusaha semampuku untuk jadi berguna, punya kontribusi untuk banyak orang dengan apa yang aku bisa. Aku menulis ini, agar aku selalu ingat bahwa, pada saat ini semangatku sedang dalam porsi yang cukup. Semoga aku bisa menyeimbangkannya dan terus berkelanjutan.

Selebihnya, banyak hal yang masih belum ku percaya. Ada hal-hal yang jauh terengkuh (dulu) yang di realisasikan Tuhan satu persatu dimasa kini. Allah itu Maha Baik kan? :')

Rencanakan keinginanmu-mimpimu, lakukan. Semua khayalan bisa jadi kenyataan dalam film hollywood, padahal buatan manusia. Apalagi buatan Tuhan ? :')


ditulis diantara menit yang terhimpit, rasa kantuk yang begitu hebat, 
dan perasaan yang luar biasa :)


Rabu, 30 April 2014

Tersudut


- Dimalam yang riuh dalam mesin pemutar acak, dengan iringan gitar mengalun memudarkan riuh menjadi penenang...


Ada satu kisah yang ingin dihentikan. Di tekan tombol ‘stop’ nya. Aku tidak meminta, namun Aku tidak ingin terlalu keras kepala lagi. Mungkin benar kata orang, “diam itu emas.” Sebab itu, Aku tak ingin banyak bicara lagi. Biarlah merasa sendiri, terasa sendiri, setiap ucapan yang tertulis dan tulisan yang seakan terdengar. Aku yakin setiap insan punya hati. Meskipun mengabaikan, namun jika suatu hari muncul kembali, semua yang terekam bisa terputar begitu saja.

Sekarang hanya bisa melihat, semua yang sebelumnya sembunyi. Pemaafan yang terasa jadi tidak sakral. Mudah diminta dan diulangi, repetasi sajak kesalahan. Seakan perkataan itu bisa datar dibaca tanpa ada fluktuasi emosi yang entah tak pernah bisa ditebak grafiknya. Atau barangkali Tuhan sedang menjawab doaku tentang ini itu. Dan ini adalah cara Dia menjawab. Aku sama sekali tidak menyangka, etika-etika yang pernah diajarkan itu hanya teori belaka. Dan Aku selalu berada diposisi yang selalu tidak enak dilihat dan didengar. Mungkin ini semacam latihan treatmil buat Aku, untuk tersenyum disaat-saat yang sangat tidak enak, tidak nyaman. Berada disudut yang tidak pernah ku suka, namun Aku lebih sering diposisikan di tempat itu. Sejujurnya, Aku benci.

Aku tidak berniat untuk mengatakan Aku kecewa, karena kisah-kisah terkadang bisa ditebak. Klise. Hanya menunggu waktu saja. Aku sudah berusaha merubah alurnya agar tidak berakhir dengan pola yang begitu-begitu saja, namun usahaku disalah artikan. Sayangnya begitu. Aku tidak berniat mengatakan sudahlah, karena lelahku sudah sejak beberapa waktu lalu. Dan berkata sudahlah seakan seperti seorang yang mudah patah arang, sedangkan Aku sedang menggeliat-menggeliatnya. 

Aku hanya penangkap warta. Bukan pencari. Di jaman secanggih ini, semuanya bisa melintas begitu saja. Entah ingin, entah tak sengaja. Merasa punya pengagum itu boleh saja, asal sudah memastikan bahwa pengagum itu sungguhan. Bukan abal-abal. Kalau belum memverifikasi dan berkoar tentang pengagum-pengagum yang tadi, kurang bijak bukan? 

Yang terakhir, barangkali ini sebuah tulisan yang ingin Kau baca. Aku tidak ingin mengurangi apapun. Kalau Aku berkata, ‘’Aku mengerti”, itu bukan karena Aku tau segalanya, namun hanya karena Aku merasa ‘sudah cukup’.

Stop.

Jumat, 18 April 2014

Review Samson Meteor Mic Usb




Well guys, ini ada sedikit reviewku tentang ‘Mic Samson Meteor’ yang aku beli beberapa waktu lalu. Nulis ini karena susah banget cari ulasan bahasa indonesianya. Nah, buat kamu yang lagi mau beli mic dan cari referensi. Semoga tulisan ini bisa membantu kamu! (reviewnya ala aku ya hihi)






Setelah proses pencarian referensi di google dan youtube beberapa hari, akhirnya pilihan ku jatuhkan kepada mic ini. Pertama, karena aku belum punya ‘soundcard’ jadi aku cari yang kabelnya usb. Kedua, mic ini udah termasuk mic condenser. Ketiga, harganya terjangkau. Untuk daerah Surabaya sini, harganya 700 ribuan. Keempat, designnya lucu, mungil, tapi hasilnya keren, hmmm ya lumayanlah untuk harga segitu.

And guys, aku merekomendasikan mic ini buat kamu yang suka bikin cover lagu, atau rekaman dengan kualitas yang lumayan. (Belum bisa dibilang professional sih, tapi ini jauh diatas amatir). Mic ini simple, dan compatible untuk semua OS dan semua software audio. Nggak pake install driver atau segala macemnya. Oh ya rekam pake mic ini juga nggak delay/ada latency nya (caranya colokin kabel headset ke micnya) jadi suaranya realtime. Gain inputnya besar. Kalau masalah noise, semua mic pasti ada noisenya, apalagi ini micnya lebih peka. Jadi untuk mendapatkan hasil yang ‘jernih’ atau low noise, rekaman nya ditempat yang hening. Nggak ada suara AC/ kipas angin, tv, percikan air, suara burung, suara hujan, suara kucing, atau bahkan suara-suara tetanggamu. Hehehe. Kan memang idealnya di ruangan khusus yang ada peredamnya, tapi kalau belum ada, ya pinter-pinternya kita mensiasatinya aja.

Ini aku udah bikin sample suaranya, dengerin coverku yang ini ya hehe :)


Thanks for read :D