Selasa, 23 September 2014


Bertemu teman baru, lingkungan baru, tempat persembunyian yang baru
Menyenangkan, sekarang aku jadi tau sedikit rasanya
Begini,

Aku memahami, kenapa yang menurutku sulit dahulu nyatanya memang begitu mudah
Tenyata begini,

Lalu sejak kapan aku menjadi mudah akrab dengan keadaan yang bahkan tak pernah ku duga?
Barangkali, sejak ku mengenalmu
Semua keadaan setelah perkenalan itu tak pernah ku duga
Termasuk hari ini, aku yang sekarang ini
'Aku' yang tak pernah ku duga

Duniaku tak sepenuhnya baru
Masih ada jejakmu yang selamanya akan tertinggal tanpamu
Lalu apa yang lebih menyenangkan dari sekedar berputar-putar?



Kamis, 21 Agustus 2014

Pengelana



Perjalanan demi perjalanan
Persinggahan lalu persinggahan
Tak pernah benar-benar tinggal
Hanya meneruskan arah dari peta yang dibuatnya

Menemui banyak pemukim yang berbeda
Yang dijadikannya sahabat sementara
Untuk menemani, menemaninya sejenak dikala singgah
Kemudian pergi dengan salam perpisahan
Berulang, akan selalu begitu selama pengelanaannya

Berteduh dari terik dan deras hujan
Diantara pelukan sengat dan kedinginan
Berhenti sejenak lalu pergi lagi
Seakan perjalanannya belum akan selesai dalam jarak yang dekat
Diburu waktu dan keinginannya untuk terus berjalan

Pengelana, apakah kau tidak lelah?
Apa ujung dari arah petamu adalah sebuah rumah?
Atau hanya sebuah bukit yang tinggi? Atau mungkin hanya hamparan rumput tak bertepi?
Lalu, dimana rumahmu?

: tanya untuk pengelana


Minggu, 27 Juli 2014

Tanyamu


Kenapa bertanya?
Apa kamu masih ingin mendengar jawabanku?
Jawabanku masih menarik untukmu?
Lalu untuk apalagi?
Apa semuanya akan kau tinggalkan ketika ku menjawab ‘iya’?
Atau aku yang akan sepenuhnya kau tinggalkan ketika ku menjawab ‘tidak’?
Atau tidak akan ada yang berubah, sama seperti saat sebelum kau bertanya?
“Tinggal menjawab saja susah,” katamu, mungkin.

“Kenapa aku harus menjawab?”

“Aku ingin tau,” lanjutmu

Bukan sekarang, aku sedang tidak ingin ditanyai.
Bagiku, semuanya tidak sesederhana yang dibenakmu

Jangan dengar kata orang, dengarkan hatimu
Kau lebih tau aku daripada mereka, Kau lebih mengenalku daripada mereka
Meski semuanya terlanjur dibatasi dengan kata ‘pernah’
Dengan hatimu yang terlanjur luluh dengan nama yang lain
Dengan keraguanmu tentang teguhmu untukku
Dengan ketidakberanianmu menghapus ‘batas-batas’

Aku masih ingat,
Ketika akhirnya kau menyebut sebuah nama itu, bukan namaku
Hingga akhirnya aku mengerti, bumi ini berputar terlalu cepat
Atau hatimu yang berpindah terlalu cepat
“Lebih lama lah bersamaku, sejenak.” kataku di waktu yang lain
Kau diam, memikirkannya, mungkin. Aku berlalu darimu .  
Aku takut membuatmu jatuh cinta.”, suaramu samar terdengar dari jarakku melangkah.

Sejak kapan kamu jadi penakut?
Sementara kau selalu mengajariku jadi pemberani
Kenapa kau baru bertanya sekarang?
Ketika aku sudah tak punya jawaban

‘iya’ atau ‘tidak’


"Aku tak pandai berbohong dan tak ingin menghianati kata-kata dalam hati. Tak sanggup menghindari pertemuan, namun tak bisa mengelak perpisahan. Apa aku sudah melakukan hal yang benar? Sementara tidak ada yang salah didunia ini untuk orang-orang yang belum mengerti." - Beku.












Sabtu, 19 Juli 2014

Kenapa Mendung Itu Abu-Abu?




Daun gugur,
Hujan menderas,
Teduh, mana teduh?
Bentengku tidak rapuh, hanya tak bisa menghianati kata-kata dalam hati
Kejujuran memang pahit, kata orang. Namun tak akan pernah menyesatkan
Dan aku, tak ingin tersesat lebih jauh dan semakin jauh dari ini
Sedangkan dengan diam saja, sudah bisa membuatku bahagia.

Setiap waktu pengelihatan memang tak pernah sama,
Manusia pun, dinamis, tak pernah sama di waktu yang juga tak sama
Ketika Tuhan, memberi celah dan berbagai alasan
Dan aku, tak bisa menghindar dan melewatkannya
Kenapa waktu tak pernah lelah melaju?

Sebuah pelukan tak selalu dalam dekapan
Dan kehangatan tak selalu dibutuhkan dalam sebuah kedinginan
Kedinginan mungkin lebih baik, agar pertemuan menjadi hal yang paling dirindukan
Pertemuan sebagai selimut terhangat, lebih dari pelukan manapun yang tak bisa mendekap.
Kenapa mendung itu abu-abu?
Kenapa padam itu belum sanggup datang?


-tulisan dari seorang wanita yang tak pandai berpuisi-



Minggu, 06 Juli 2014

Grey & Jingga, "A Romantic Indonesian Comic" :)




Bisa dibilang tulisan ini adalah tulisan lanjutan dari tulisanku yang berjudul ‘ Deg’, beberapa bulan yang lalu. Sekali lagi, tentang Grey & Jingga. Ini tulisanku yang dulu tentang perkenalanku dengan Grey & Jingga baca disini :)

Kalau sebelumnya komik ini cuma bisa dilihat di facebooknya Sweta Kartika, sekarang sudah ada versi print nya di Gramedia. Dan meskipun aku udah selesai baca versi onlinenya, tapi gak afdol kalau nggak punya versi print-nya. Harganya terjangkau, cuma 35 ribu rupiah. Dan udah bisa bikin kamu senyum-senyum pas baca komik ini, aku jamin. Komik romance model begini, bisa dibuat moodbooster-lovebooster (halah) ahahaa. Kalau di Surabaya, cuma ada di gramedia expo sama gramedia tunjungan plaza. Dan biar gak kecewa, sebelum ke gramed telfon aja custumer service nya dulu, soalnya pas aku kapan hari beli, udah tinggal sedikit. (untung belum kehabisan ehehe)




Dan kalau sebelumnya Cuma bisa denger soundtracknya di soundcloudnya Sweta Kartika, sekarang udah ada versi cd nya. Kalau yang ini belinya via online, karena kasetnya gak dijual di toko kaset. Harganya cuma 30 ribu. Dan karena mungkin rumahku diujung bumi dan ditengah hutan, ongkirnya lebih mahal dari harga kasetnya ahahaha. Tapi gapapa deh, untuk harta karun yang satu ini, sayang untuk dilewatkan.



Dan untuk yang satu ini, aku pengen ngasih sedikit reviewku, tentang soundtrack Grey & Jingga. (review ala ala aku ehehe). Sebelumnya denger lagu-lagu ini dengan suara vocal Sweta Kartika beserta gitarannya. Dan untuk album yang dijual ini, musiknya di arransement ulang sama anak ISI Yogyakarta. Dan sangat tidak mengecewakan. Over all, lagunya jadi lebih drama. Kualitas rekamnya juga udah bagus. (barangkali yang sebelumnya denger souncloudnya mas Sweta yang masih banyak noise nya ehehe) 

Pangeran Kesepian. Lumayan surprise denger arransement lagu ini. Musiknya pake instrument piano dan nuansanya jadi kayak lagu-lagunya Sherina. Cuma entah, hmmm mungkin cuma menurutku ada sesuatu yang kurang dilagu ini,(kurang dalem galaunya kayaknya hehe) atau ekspektasiku yang mungkin berlebihan. Tapi lagu ini tetep kece didengerin, khususnya buat yang lagi galau ehehe.

Kisah Cinta Senja Termanis. Arransementnya jadi lain banget dari aslinya. Entah ini jadi jazzy atau mungkin yang lainnya (maaf kalau salah). Lagu ini jadi nyaman banget ditelinga. Dan suara vokalisnya enak banget dilagu ini, vibra diujung-ujung sama cengkoknya itu hmmm (bukan cengkok dangdut tapi hehe). Cocok banget didengerin sore-sore. Sambil nungguin senja sama… (eaaa ehehehe)

Semenjak Ada. Fix, aku jadi suka banget sama lagu ini gegara dengerin versi barunya. Easy listening, dan kalau ikut nyanyiin bisa jadi senyum-senyum (hayoloh ahaha). Lagunya orang kangen yang malu-malu ini. Most favorite song from this album. :)

Hati Tak Bertuan. Kalau yang ini baru pertama kali denger. Lagu galau kedua di album ini, tapi untuk yang ini bisa berhasil bikin aku ikutan galau beneran. Dan cukup terkesan sama suara violinnya, dibagian reff sampai akhir bisa bikin hati ‘ter-iris’ dan diakhir lagu sampai netesin air mata. (beneran gak alay, mungkin karena aku gampang terharu denger lagu yang beginian, tapi suara violin diakhir lagu ini, bikin tumpah semua-muanya hihi :’))

Kisah Cinta Senja Termanis (Accoustic). Well, lagu ini aku daulat jadi soundtrack utama komik ini. Soalnya kalau denger lagu ini, langsung kebayang adegan-adegannya grey sama jingga. (adegan di komiknya ini ahahaha)

Over all, aku suka kesemuanya. Mas Sweta Kartika nya keren, bisa bikin komik beserta quote’s dan soundtracknya (jarang yang paket komplit gini). Buat anak ISI Yogya, keren juga nih musiknya jadi bagus dan sedikit makin rumit ehehhe, tapi keren. Karena lagunya jadi lebih eksklusif lagi, jadi limited edition. Buat kalian, terus berkarya ya, aku tunggu karya selanjutnya. :)
Buat penikmatnya, terus mengapresiasi ya, punyai karyanya yang asli. Anggep aja jadi bukti otentik kalau kamu suka/ngefans, atau mungkin ini salah satu cara mengapresiasi mereka. :)

#Support Our Local Art Work!


Thanks for Read, Goodreaders :D

Minggu, 08 Juni 2014

Yogyakarta season 2 :)




Holaa Readers…
Kali ini mau berbagi cerita ajaib. Cerita yang sampai hari ini juga masih kayak mimpi. Aku main ke Jogja lagi :). Akhir tahun 2012 lalu sepulang dari Jogja, aku menulis ingin main ke Jogja lagi dan bukan untuk main biasa, barangkali Allah telah mengabulkannya. :)

Kerja libur 5 hari, sedangkan orang-orang nggak pada libur itu rasanya nggak enak. Sebelumnya nggak ada fikiran sama sekali buat pergi ke Jogja. Dan spontan aku mengutarakan keinginanku buat datang ke Soundcloud Meet Up Yogyakarta ke Ibu. Dan tanpa disangka, Ibu menyetujuinya. Setelah proses birokrasi yang berbelit-belit dan mengajukan proposal perijinan ini itu ke Ibu (halah ahaha), akhirnya berangkatlah aku ke Jogja, sendirian. :) Jujur ini pertamakalinya aku pergi jauh sendirian, ada perasaan takut dan kawan-kawan, tapi antusiasku ratusan kali lebih besar dari rasa takutku.


27 Mei 2014

Tidur 4 jam-an karena kemaren malem harus ngurusin acara Soundcloud Meet Up Surabaya dulu. Paginya baru packing dan langsung berangkat ke bungurasih. Tepat jam 7 pagi, bisnya jalan, melaju ke Yogyakarta. Atas rekomendasi seorang teman, Dzulkifli aka Kipli, aku naik bis patas EK*. ( karena kalo naik kereta nggak keburu) tiketnya 82 ribu, ya masih boleh lah buat backpacker yang sendirian ehehe, kalau rame-rame aku nggak papa naik yang ekonomi, harganya 41 ribu.

9 jam perjalanan darat, yang menurutku lebih mirip perjalanan laut (soalnya entahlah sopirnya ini kenapa..) akhirnya aku sampai di terminal Giwangan, Yogyakarta. (ampun, ini kalimatnya jadi pendek begini, padahal 9 jam itu lama banget dengan perut mual dan rasa takut luar biasa heheduh). Sampai sana, dijemput Dona, sahabat baikku sejak smp dulu. Kebetulan tahun lalu dia diterima di ISI, jadi kalau ke Jogja sekarang bisa menuju tempatnya hihi. Sebenernya kedatanganku ke Jogja kali ini, merepotkan banyak orang. Gimana enggak, mereka lagi hectic sama tugas-tugasnya. Tapi yang aku suka dari mereka adalah selalu bilang, “Udah selo wae..” ehehee, jadi gimana nggak gemes buat ngerepotin mereka terus ahahaha *bercanda*

Sampai di kontrakannya Dona, dikenalin sama temen-temennya. Ada mbak Erni, mbak Diaz, mbak Salma. Mereka ramah, jadi aku nggak sungkan nanya ini itu pas ditinggal Dona ke kampus. Habis rehat, menyegarkan diri dan sholat maghrib, Dona dateng dan siap mengantarku ke Soundcloud Meet Up YK, eitss, tapi sebelum itu, aku diajakin dulu ke ISI buat ngeliat dekorannya dia sama temen-temennya ehehehduh, sungkan juga hehe, dan akhirnya kenalan sama semua temen sekelasnya. (ini serius hehe) 

Dekorannya Dona :)


Dari situ lanjut ke meet up yang pas itu diadain di Kalui, jalan gejayan. Dan ternyata jauh banget dari Sewon, sekitar sejam-an kemudian dengan bantuan googlemaps, sampailah kami di Kalui, udah ada kak eki yang menyambutku hihi, Dona balik ke kampus dan dengan ditemani kak eki, akhirnya aku masuk dan diperkenalkanlah aku dengan temen-temen soundcloud yogya. :)

Percaya atau enggak, aku belum pernah ketemu sama satupun orang disini. Tapi berasa udah kayak keluarga sendiri, mereka, sahabat dunia mayaku :). Jadi disini aku kesampaian ketemu Jogja Harmony @kanyasaurus @eckiemon @BagusSuprayitno. Dan beberapa teman yang sering ku dengar soundcloudnya @rirazahrotul, Mas @StoryAboutMars, Mbak @DeschaVyana, Kak @harliakartika dan beberapa teman lagi. jangan tanya rasanya, aku ngerasa ajaib banget. Dulu aku pernah punya keinginan buat bisa dateng ke meet up jogja, dan sekarang kesampaian juga. Dan memang acaranya keren banget, ramee!! Dan anak-anak Jogja nih, asik-asik.!!

Add caption


dikasi light stick :D

sticker ID :D


Oh ya, hari ini sebenernya sahabatku, Risanggalih. Mau datang meliput acara ini, tapi karena dia sibuk nugas jadi cuma sekedar hadir diacara ini pula. Udah sekitar pukul setengah sepuluh malam, dengan perut lapar, akhirnya aku memutuskan untuk balik, dan kali ini di anterin Risanggalih (tadi aku udah bilang kan, bakal ngrepotin banyak orang hehe). Entah karena galau atau apa, sopir satu ini muter-muterin jalanan Jogja sejam-an buat nyari tempat makan. Iya, muter-muter. Bayangin aja, ngelewatin jalan yang sama sampai tiga kali, endingnya, makan ditempat yang daritadi udah dilewatin dua kali. Duh. Tapi ya gimana lagi, akunya kan tinggal nurut aja. Hmmmm.

Menu makan malam itu. Itu coklat panas, tapi nggak ada bedanya sama kopi -__- (mungkin faktor keadaan)
Makan sembari ngobrol kesibukan masing-masing. Jangan berfikir obrolannya enak malem ini, mungkin karena dia capek seharian ini, jadi ya, aku mencoba untuk memakluminya saja. Sebelum kemudian ada seorang temannya yang lebih mirip wartawan paparazzi menyapanya, ngelihat aku kayak hantu -__-. Entahlah apa yang membuat aku dikenal disana (mungkin media social) dan kalau ada sesuatu, mesti aku yang kena. Huffft, capek. Tapi biarin ajalah, mulai terbiasa, udah mulai kebal. Aku hanya nggak pengen semua yang sudah baik jadi nggak baik, itu aja. Pas itu belum sempet bilang juga, kalau kedatanganku waktu itu untuk menagih janji, tapi yasudahlah, janji ada masa berlakunya, Dhan. Lelah. Karena sama sama capek, akhirnya pulang. Aku dianter kerumah Dona.

Masuk ke kamar Dona, dianya udah tidur. Disitu dia muter lagu korea lewat lapotpnya dan demi apa, aku nangis terharu denger lagu itu.. (asem banget lagunya, padahal nggak ngerti artinya..hihi)

Ini nih lagunya.. 


28 Mei 2014

Hari ini janjian jalan-jalan sama kak eki jam 10. Dona kuliah jam 8. Dan yaa, aku di kontrakan sendirian. Awalnya mau nunggu Dona balik sambil nonton drama korea, sebelum akhirnya ada sms masuk dari alien yang mau nyulik aku diajakin nonton film-filmnya di Bulan. Haha bercanda. Risanggalih aka oppa, mau ngeliatin aku film-filmnya (padahal seingatku tadi malem bilang hari ini mau syuting seharian, hmmm entahhh). Akhirnya nonton juga film yang pakai soundtrackku. Btw, kapan itu dirilis gaes? Hihi. Dan sisanya adalah film-film fiksi fantasi entah haha. Jam 10, dianterin ketempatnya Dona di Galeri ISI, naik motor. Padahal bisa jalan kaki haha. Oppa kuliah, dan aku sekarang sama Dona. Dan percaya atau enggak, aku jadi kayak mahasiswa selundupan sekarang haha. Pas itu kebetulan lagi ada dies natalis disana, masuklah aku disitu. Menikmati karya-karya seni, dari calon-calon seniman hebat.

kursi kursi lucu :)


Beberapa lama kemudian, kak Eki dateng, jemput aku dan kita muter-muter. Ke stasiun mau beli tiket pulang, udah habis. Jadi yaa pulang naik bis deh. Di ajak jalan-jalan ke museum Affandi. Jangan ditanya lukisannya ya, legendaris :)




with kak eki :)


meninggalkan jejak di museum Affandi :)



Sehabis itu makan di “Raminten”. Tempat makan yang nuansanya jawa banget. Disitu juga ketemuan sama kak kanya dan mas bagas. Jadi buat kamu yang pengen ke Jogja, kalau cari makan di daerah Kotabaru aja, tempat makannya kece kece :D *ini kayak tau banget aja hehe*

Ini bibirnya gini banget yak ehehe

Ayam koteka featuring es klamud :D

Habis makan, sholat maghrib, kita karaokean :D. Yeiy akhirnya kesampaian nyanyi bareng mereka live :* walaupun aku banyak failednya pas nyanyi huhu. Selepas itu foto bareng buat kenang-kenangan :’)

with Jogja Harmony :)


Besoknya aku balik ke Surabaya. Dan malem ini, dianter pulang sama kak eki. Mampir kerumahnya adeknya, dan surprise banget nih sama Laily, makasih udah suka laguku hihi :) maaf pas itu aku malu-malu banget hehe :*

29 Mei 2014

Last day for this season in Yogyakarta. Nah pas hari ini, Dona libur. Jadi ya bisa quality time sama Dona. Bangun siang-siang, sambil curhat dan males-malesan (hari itu aku beneran pengen nikmatin tiduran dikasur nyamannya Dona haha, semacam pengen jadi cah selo) padahal besok kerja, dan jam segini masih di Jogja haha. :D

Nah ini nih yang bakal bikin kangen sama kamarnya Dona. selain kasurnya ehehehihi :')
Jalan-jalan ke pasar bringharjo (yang kata penjualnya lebih mirip mall yang pindahan ahaha saking ramenya) nggak afdol juga kalau nggak beli bakpia. Udah gitu panas-panas enaknya minum es degan. Dan ekpektasi es degan ku salah haha. Di jogja gulanya pake gula merah, ya bayangin aja rasanyaa haha, not to bad sih, tapi rada aneh hehe. Akhirnya balik ke kontrakan buat persiapan balik Surabaya. Kali ini di anterin Dona ke terminal sampai naik bisnya :’) Will miss you Don :*  Makasi banyak 3 harinya ini udah mau aku repotin. Makasi juga buat kak eki :* yang udah ngajakin aku muter-muter jogja, nanti kalau ke surabaya gantian aku yang nganter muter muter hihi,  makasi juga kaos abu-abunya, aku suka banget :) makasi juga buat risanggalih aka oppa, udah nyempetin muncul meski super sibuk, ke jogja belum afdol kalau belum ketemu hehe bercanda, tau kan aku suka bercanda, sukses buat film-filmmu ya :)) semoga bisa dipertemukan di karya-karya selanjutnya, makasi juga buat kak kanya, mas bagas, dan temen-temen SCYK, kalian keren!! Semoga lain waktu bisa ke Jogja lagi, buat perform bareng kalian :)
hadiah dari kak eki :3

Percaya atau enggak, aku nyampek bungurasih jam 12 malem teng. Kayak Cinderella yang kehilangan sihir-sihir Ibu peri. Dan kembalilah kehidupan normalku, namun dengan kepala yang lebih ringan, karena semua penat sudah kubuang disana. Dan mimpi-mimpi telah berakhir. Tapi nggak ada yang ku sesali, karena tak ada yang ku lewatkan disana, hmmm semoga hhehe. :)

Mimpi-mimpi itu sama. Keinginan, angan, terbang, melayang-layang, dan menyenyumkan. Bedanya, kalau mimpimu itu ada dokumentasinya, berarti mimpimu sudah jadi nyata :)